
"Tante hari ini kita maen ke tempat teman teman nara yah teman teman nara banyak banget di sana" ujar nara..
"nara punya banyak teman wah.. okee deh .." ujar dian.
mereka pergi ke panti aku sengaja tidak ikut bersama mereka karena nara masih marah padaku aku hanya memberi tahu dian alamat panti itu.
"ini makanan nya..jaga nara ku ya" ucapku.
"tentunya dah...." ujar dian padaku.
******
setelah tiba nara pun berlari menemui teman temannya dan mengenalkan dian pada mereka.
"di panti.. " ujar dian dalam hatinya dengan tetap tersenyum.
"gak biasanya nara kesini tanpa bundanya tante ini siapanya nara" tanya wanita disitu
"oh.. saya tantenya nara mbak" ujar dian.
"gk kerasa yaa bentar lagi usia nara tuju tahun semenjak tinggal bersama mbak sinta hidupnya tercukupi" ujar pengasuh itu.
setelah mendengar penuturan dari perawat itu dian mengetahui bahwa nara hanya anak angkat aku dan tonny.
__ADS_1
"hmm iyaa" ujar dian tersenyum.
"oh jadi mereka gk punya anak kandung, aku rasa aku masih punya kesempatan untuk memilikimu tonny" ujar dian dalam hatinya.
*****
semenjak saat itu dia slalu memberi perhatian pada tonny awalnya aku rasa semua yang dia lakukan wajar wajar saja, namun satu bulan terakhir ini dia mulai menunjukkan sikap yang membuatku takut kehilangan apa lagi dengan adanya satu kekuranganku.
pulang kerja
"tonny kita makan bareng dulu yuk di sana lagian kan masih ujan gini" ujar dian
"tidak,, aku tidak lapar lagian sinta pasti udah masak dirumah seperti biasanya" jawab tonny.
"kalo kamu udah laper kamu aja aku tunggu disini.." ucap tonny.
"ih ayok.." ujar dian memaksa dengan menarik lengan tonny.
****
aku dan nara sudah siap dengan makan malam dimeja tinggal menunggu mereka pulang dari pekerjaannya, hatiku penuh dengan khawatir melihat malam yang hujan diluar. beberapa kali aku mencoba menelpon tonny tapi tidak pernah terjawab olehnya..
"bunda... kok ayah sama tante nara belom pulang juga ..." ujar nara padaku.
__ADS_1
"hmm mungkin karena hujan nara jadi mereka belom bisa pulang, yasudah nara makan dulu yaa.." ujar ku sambil mengisikan nasi di piringnya.
*****
"hmm makanan kesukaan kamu masih sama kayak yang dulu kan ton" ujar dian, tonny hanya tersenyum padanya.
mereka menunggu makan malam itu, tanpa ada satu katapun diantara mereka sedangkan tonny dia sibuk dengan ponselnya.
"kamu kenapa sih ton? " ujar dian yang tadinya riang menjadi jengkel.
"gak papa ini hp ku mati, sinta pasti khawatir dirumah" ujar tonny.
"sinta lagi sinta lagi, bisa gk sih lupain dia kalo lagi sama aku...eh maksud aku kita kan cuma makan doang tapi kamu udah kayak apa aja" ujar dian
"duh semoga tonny gk mikir apa apa" ujar dian dalam hati.
"iya sudah dian ayok kita makan... ujan udah mulai reda, lagian ini udah malem gak baik cewe diluar" ucap tonny tanpa mempedulikan kata kata dian.
tonny makan sedikit dari makanannya selsai makan, mereka langsung pulang meskipun hujan masih cukup lebat.
dengan rasa yang kurang puas dian hanya menuruti keinginan tonny untuk segera pulang meski dalam hati kecilnya dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan..
*****
__ADS_1