Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
keluarganya


__ADS_3

Baru beberapa hari berlalu pagi itu aku sedang tertidur lalu kurasakan perut seperti di sentuh sesuatu dengan lembut aku langsung terbangun melihat apa yang menyentuhku .


"tonny apa yang kau lakukan" tanyaku padanya.


"mengapa perutmu tetap kecil seperti ini di mana bayi ku? kau tidak seperti orang hamil." ujarnya membuatku menertawainya.


"bersabarlah sedikit tonny..bayi kita dalam perutku masih menjadi janin mana mungkin secepat itu membesar " ucapku .


Dia tertawa dengan malu sambil menggaruk kepalanya.


*****


Orang tua tonny datang mengunjungi kami


kurasa tidak ada anggota keluarga yang tertinggal semuanya lengkap menemui ku dan suamiku. Aku langsung di peluk ibunya dia menciumiku seperti ibuku sendiri begitupun ayahnya kemudian adik tonny namanya tommy dia menjabat tanganku sambil mengucapkan selamat untukku.


" selamat kaka ipar sebentar lagi kau dan kakakku akan menjadi orang tua yang bahagia dan aku tak sabar rasanya mengendong keponakanku itu" ujarnya .


"dan kau kapan menambahkan menantu untuk ibumu ini." ucap ibu mertuaku menggoda anak bungsunya itu.


Aku dan ibu mertuaku sibuk memasak untuk makan siang kami dia sangat bersikap halus padaku. sedangkan ayah dan kedua putranya berbincang bincang prihal pekerjaan mereka.


kami menyantap makan bersama suasana terasa begitu sangat harmonis tak terbayang bila suatu hari akan ada kehadiran sosok mungil di tengah tengah keluarga ini.

__ADS_1


****


"ibu pulang dulu menantuku, jaga kesehatanmu dan calon cucuku kami akan sering kesini melihat keadaanmu " ucap ibu mertuaku padaku.


aku mengangguk tanda mengiyakan pesannya lalu menjabat tangan kedua mertuaku dan adik ipar ku


" ingat jangan lama lama meninggalkan istrimu dirumah " ujar ibunya kembali pada tonny.


"hehehe siap ibuku tersayang." ucap tonny sambil mencium kening ibunya.


" Assalamualaikum..." ucap ayahnya dengan berlalu.


"waalailumslam.." ucap kami.


ujarnya sambil merangkul ku.


"hmm uang nya bagaimana" ucapku sambil menengadahkan tanganku padanya.


"kau lupa ibu negara hari ini kan aku gajian." ujarnya sambil mengeluarkan uang dari sakunya.


"baiklah.. baiklah kalau begitu aku ganti bajuku dulu" ucapku.


"untuk apa?? kau sudah terlihat cantik dengan baju ini aku tidak mau ada laki laki lain mengagumimu kau cukup mengenakan hijabmu dan berjanjilah untuk selalu menggunakannya." ujar nya sambil mengulur kan jari kelingking nya padaku

__ADS_1


"ada ada saja kau ini... iyaa aku berjanji untuk selalu menggunakan hijab ku " jawabku sambil melingkarkan jariku di jarinya.


"Hem hem " suara bi minah yang tersenyum senyum melihat kami.


"bibi minah boleh kok ikut dengan kami ya kan tonny". ucapku menutupi malu.


"tidak nyonya aku tidak ingin menganggu orang yang sedang berbahagia ini." ujar bi minah tersenyum lalu berlalu melanjutkan pekerjaannya.


kami pergi berbelanja membeli alat mandi bayi, alat makan bayi, sampai baju baju calon bayiku semua dia yang berbelanja aku hanya mengangguk saja tanda menyetujui atau tidak.


lalu dia pergi ke pusat mainan anak anak dia mengambil beberapa boneka dan mainan perempuan lainnya dia terlihat begitu menginginkan seorang putri semua peralatan pilihannya itu tak lain berwarna pink muda seperti warna kesukaan anak perempuan pada umumnya.


"sayang apa kau menginginkan sesuatu." ujarnya saat kami sedang di perjalanan pulang.


"tidak aku hanya ingin tidur rasanya sangat mengantuk." ucapku


"jika kau menginginkan sesuatu katakan saja aku akan berusaha memberinya." ucapnya


aku melihat ketulusan di matanya aku menyadari aku benar benar telah mencintainya.


"Aku mencintaimu " ucapku.


*********

__ADS_1


__ADS_2