Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
pembalasan


__ADS_3

Aku menatap makan malam yang sudah dingin itu dengan prasangka prasangka yang mulai bermain di pikiranku, jam sudah larut malam suasana sepi dan sunyi membuat sangat jelas suara denting jam dinding diruang tamu..


kemudian


*celetuk suara pintu yang dibuka dari luar


aku tidak bangun dari dudukku hanya menatap pintu yang mengarah kepadaku.


"sayang kau belum tidur" ujar tonny aku hanya tersenyum padanya


"silahkan makan aku ke kamar dulu" ujar ku bangkit ke kamar tidurku.


tonny menyusul ku ke kamar dia tau aku telah lama menunggu mereka, setelah dia masuk ke kamar aku memberinya handuk dan baju ganti untuknya tanpa berkata apa pun.


"maafkan aku, aku tau kamu pasti sudah lama menungguku tapi diluar hujan sangat lebat jadi kami menunggu sebentar, hanya itu saja" ujar tonny .


"iyaaa yasudah makan lagi sana" ucapku.


"aku sudah makan tadi " ujar tonny


"dengan dian.. bagus lah" ucapku.


"sayang maafkan aku " ujar tonny.

__ADS_1


"yaa. yasudah aku mau tidur" ucapku berbaring membelakanginya .


terus terang saja entah mengapa rasanya aku ingin menangis.. dalam benakku mungkin saja mereka begitu asik bercengkrama atau mungkin ada sesuatu diantara mereka yang selama ini aku tidak tau..


tonny memeluk tubuhku dari belakang aku hanya pura pura tidur aku sama sekali tidak memperdulikannya hingga akhirnya aku benar bener tertidur.


*****


sore hari


kami semua pergi untuk sekedar jalan jalan di taman termasuk dian karena nara slalu ingin mengajaknya.


"wah tante dian lihat adik itu lucu banget, gendut.." ujar nara sambil menunjuk dengan tangannya ke arah seorang anak kecil mungkin sekitar 2 tahun lebih kecil darinya sedang berlari.


"iyaa nara lucu dia.. nara pengen yaa punya ade..?" tanya dian seolah menyinggungku


"makanya nara minta dong sama ayah bundanya biar dapet ade ehehe" ujar dian.


"bunda ayah boleh gk kasih nara adik " ujar nara menarik narik tanganku, aku hanya diam bungkam melihatnya.


aku tau dian mengetahui semuanya tapi dia berpura pura seperti tidak tahu apa apa dia bener bener semakin membuat hidup ku resah membuat lukaku terbuka lagi..


"nara ayo kita ke sana banyak mainan tadi ayah lihat.." ujar tonny sambil menggendong nya.

__ADS_1


dian segera hendak menyusul suami dan anakku aku tidak akan tinggal diam curiga ku semakin kencang padanya.


"aku suka bertamu dengan siapapun tapi aku tidak suka diganggu " ucapku menahan tangannya lalu mendahului langkahnya.


******


setelah cukup lelah bermain kami masuk kesebuah tempat makan di sana, aku sengaja memesan tiga piring nasi goreng dengan tiga gelas minuman untuk kami.


"yeee makan" ujar nara dengan riang.


"sayang kok tiga aja, kamu gk makan?" tanya tonny.


"engak aku gk laper kalian aja "ucapku.


"memangnya kamu sudah makan?" ujar tonny


"belum sih." ucapku


"pokoknya harus makan ayok barengan sama aku aja, klo gk mau aku juga gak mau makan deh! " ujar tonny.


memang itu yang aku cari pikirku.


"yasudah dehh kita makan bareng ehehe" ujar ku. aku disuap nya lalu dia minum dari bekas minum ku dan suapan terakhir diberinya untukku, benar benar jelas!! kekesalan di wajah dian saat itu yang cukup membuatku puas dan bahagia.

__ADS_1


"cieee ayah bunda.." ujar nara menggodaku.


"sudah sudah nara abisin juga makannya, ayok dian juga ayok abisin makannya sayang loh" ujar ku.


__ADS_2