
"okee kamu bisa menang saat ini.. kita liat aja nanti" ujar dian menggerutu dalam hati.
******
Hari ini tonny seperti biasa pergi bekerja, tapi kali ini dia lebih awal berangkat karena suatu kesibukan yang menuntutnya harus segera tiba di sana seperti biasa dian pun ikut berangkat bekerja seperti hari hari biasanya setelah pekerjaan rumahku selesai, karena nara sudah mulai sekolah tonny biasanya langsung mengantar jemput nara karena sekolah nara tidak begitu jauh dari tempat kerjanya itu tetapi karena hari ini tonny berangkat terlalu pagi dan nara belum siap berangkat ke sekolah maka tonny memintaku mengantar nara hari ini dan aku mengiyakan perkataannya itu.
Disekolah nara
"nara ini bunda kamu yaa.. wah cantik yaa" ujar teman nara.
"iyaa ini bunda akulah" ucap nara dengan bangga pada teman nya itu aku hanya tersenyum pada anak anak itu.
"Nara belajar yang rajin yaa nanti bunda atau ayah yang jemput nara lagi.. dadah sayang nya bunda" ucapku sambil mencium kening putriku.
"iyaa bunda dadah..." ujar nara dengan lambaian tangannya.
setelah melihat nara pergi bersama teman barunya dan berlalu masuk ke kelas aku langsung pergi dari situ.
******
*tok tok suara pintu di ketuk
"iyaa masuk.." ujar tonny
"oh kamu dian,.. ada apa?" ujar tonny setelah melihat dian dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"gak ada..emang kalo mau ketemu sahabat sendiri harus ada apanya? " ucap dian.
"hahahaha iya.. tapi kan gk enak entar di sangka orang ada apa gitu dian...." ucap tonny.
__ADS_1
"gak bakal lah orang aku cuma mau ngobrol aja" ujar dian.
"yasudah kamu mau ngomong apaan emangnya?? " ujar tonny sambil menyibukkan dirinya tanpa melihat dian.
lalu tiba tiba dian mengambil semua berkas berkas yang sedang di kerjakan tonny.
"apaan sih dian.." ucap tonny sedikit kesal.
"ih gini doang udah marah, kamu udah berubah! " ujar dian.
" kamu ngomong apaan sih,balikin lagi..
kerjaan aku masih banyak ini " ucap tonny dengan kesal.
"engak.. aku cuma mau nanya istri kamu gk bisa punya anak kan.. dan nara itu cuma anak angkat kalian" ujar dian membuat tonny terdiam.
dian tersandung dengan refleks tangan tonny menahan tubuhnya dengan tak sengaja lalu aku yang tadinya hendak menemui tonny untuk mengantarnya makan siang justru melihat hal yang menjijikan itu..
"sinta..." ujar tonny kaget melihat kedatanganku dan langsung melepas pegangannya pada dian tersebut.
"oh jadi ini pekerjaan kalian" ujar ku dengan langsung keluar darii situ.
aku yakin setiap perempuan yang melihat hal seperti itu akan sangat sulit menerima penjelasan apapun intinya saat itu aku hanya ingin menjauh dari mereka. dengan berlalu segera aku pergi dari situ dengan genangan air mata ku.
"tonny dengar aku sejak dulu mencintaimu tapi kamu tidak pernah memahami ku justru kau memilih menikah dengan orang yang baru kau kenal tapi percayalah sampai saat ini aku tetap akan mencintaimu. aku bisa memberimu seorang anak yang kau mau menikahlah denganku" ujar dian menahan tangan tonny.
" kamu sudah gila! aku sudah menikah dengannya untuk yang pertama dan terakhir dalam hidupku! ku mohon pergi dari hidupku " ujar menampar wajah dian karena kesalnya.
tonny berlari berusaha mengejar ku namun dia telah tertinggal jauh karena tertahan dian di sana.
__ADS_1
"tidakkkk tonny kau milikku.." ujar dian kembali menggenggam itu lengan tonny ku.
******
aku pulang langsung menjemput nara di sekolahnya tak tahan rasanya menahan air mata ini yang terus terpancing oleh ingatan yang baru terjadi.
"bunda.. bunda ada apa?" ujar nara
"tidak apa apa sayang..." ucapku sambil berusaha menghilangkan air mata ku.
aku dan nara tiba dirumah aku mengemas pakaianku dan nara rasanya aku butuh ketenangan rasanya aku sangat merindukan pelukan ayahku saat itu. tapi tiba tiba tonny tiba dirumah dia berusaha mencegahku dan berusaha menjelaskan apa yang terjadi tapi aku sama sekali tidak perduli apapun yang dikatakannya.
"ayah bunda kenapa sih nara takut" ujar nara menangis.
"nara sayang jangan nangis.." ujar dian tiba tiba datang memeluk nara.
"Tante ayah sama bunda kenapa.. bujuk bunda dan ayah supaya gk berantem lagi tante" ujar nara pada dian.
"nara tau gak nara itu sebenernya........bukan anak ayah dan bunda tapi anak angkat " ujar dian yang membuat nara menangis..
"ayah bunda .. apa bener nara bukan anak kalian" ucap nara sambil menangis tersedu sedu.
"engak sayang nara anak bunda kok nara jangan dengerin iblis itu sayang " ujar ku sambil memeluk nara ku.
"kamu benar benar keterlaluan a**ng!
ternyata bener kata orang kamu udah gila " ujar tonny dengan kemarahannya .
"yaa aku memang sudah gila keluargaku hancur hidupku sudah lama hancur! dan sekarang aku hanya ingin menghancurkan kalian semuanya" ujar dian.
__ADS_1