Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
cerita akhir


__ADS_3

setelah beberapa waktu keluarlah seorang laki laki dari ruangan nara dirawat..


"bagaimana dok..putri saya." ujar tonny.


"dia sedang istirahat,, demam nya sangat tinggi tadi.. saat ini kondisinya sangat lemah.."


"apa kami sudah bisa melihatnya dok?" tanyaku.


"*iya tentu..oya tadi dia menyebut satu nama kalo gak salah rey. lebih baik bawa dia kesini supaya pasien bisa cepat pulih."


iya baiklah dok makasih*." ujar ku.


"baiklah saya tinggal dulu pak buk nanti saya akan kembali memeriksanya lagi." ujar dokter itu tersenyum sambil berlalu.


setelah berhari hari keadaan nara bukan nya semakin membaik justru semakin buruk nara menjadi orang yang murung dia hanya diem dengan tatapan kosongnya kearah jendela di sebelah kanan.


teman teman nara setiap hari selalu datang menjenguk berusaha menghibur nara namun hanya senyuman perdetik yang nara berikan, begitulah keadaan nara ku yang belum pernah aku melihatnya sejatuh ini begitu sedih rasanya melihat wajah yang kehilangan semangat.


"tante ada rey di depan.." ujar dini membisik padaku.


****


"tante izinkan saya menemui nara Tante.." ujar rey yang datang dengan rio ayahnya.


aku saat itu sangat bingung dengan kehadiran mereka.


"tidakkkk.. pergi kalian! " ujar tonny yang baru datang langsung mendorong rio dan anaknya.

__ADS_1


" ton..saya salah bukan mereka kamu boleh bunuh saya, tapi tolong ini demi kebahagiaan mereka rey anak satu satunya yang saya punya dia sangat mencintai anakmu. saya tidak akan menganggu kalian." ujar rio memohon dengan bersimpuh di bawah lantai.


"saya tidak perduli sekarang pergiiii!!" ujar tonny hendak memukul rio dengan tangannya.


namun tiba tiba..


brukkkk!! pintu terbuka keras terdengar suara teriakan dari dalam kemudian seseorang keluar dengan panik nya.


"tanteee nara tanteee ...!" ujar teman nara dengan panik.


kamipun masuk kedalam kamar rawat nara.


apa yang kulihat!! nara memegang pisau di tangannya sambil menangis pilu sedikit darah mulai keluar dari luka yang di buatnya.


"nak hentikan ayah mohon......" ujar tonny mencoba membujuk anaknya sambil menangis.


dubrakkkk!!!


"nara.. tenang ini aku rey.. lepaskan pisaunya aku mohon." ujar rey


"rey ..aku mencintaimu apa salah kita rey.. ayahku jahat padaku rey..." ujar nara menangis sejadi jadinya.


saat nara mulai lengah rey merai tangannya dan membuang pisau yang di genggam nara itu lalu memeluk nara dengan penuh keharusan tanpa sadar kemudian nara pingsan lemas.


KEMUDIAN dalam keadaan pingsan luka nara diperban oleh suster yang merawatnya.


betapa terbukanya mataku melihat begitu cintanya nara pada rey aku tidak ingin melihat hal yang lebih buruk lagi terjadi pada nara aku mencoba menjelaskan pada tonny mencoba membuatnya mengerti maksudku.

__ADS_1


"rey....." ujar nara tersadar


"iya ra... ini aku" ucap rey menggenggam tangan nara.


nara memeluk rey yang disampingnya dengan pelukan yang sangat berarti. tonny melihatnya kami semua melihatnya namun seolah mereka hanya berdua, beberapa saat nara sadar.


"ayah..." ucap nara.


"iya sayang.. maaf kan ayah yah.. apapun yang bisa membuatmu bahagia ayah akan berikan nak.." ujar tonny memeluk putrinya.


kamipun tersenyum melihatnya.


rio menepuk pundak putranya lalu membalik tubuh berjalan keluar.


"terimakasih ton.."


"kamu mau kemana" ujar tonny.


"seperti yang saya janjikan saya tidak akan menganggu kalian.." ujar rio.


"tidak.. tetaplah disini kita akan membahas pernikahan anak kita." ujar tonny tersenyum


suasana yang begitu hangat, keluarga baru kebahagiaan baru begitulah kehidupan akan ada kala masa lalu harus kita lupakan demi masa depan yang penuh dengan kebahagiaan


dunia tidak akan indah jika hanya diisi dengan terus mengingat kenangan buruk yang seharusnya telah lama tertanam.


Tamattttt☺️

__ADS_1


__ADS_2