
"yaa aku memang sudah gila keluargaku hancur hidupku sudah lama hancur! dan sekarang aku hanya ingin menghancurkan kalian semuanya" ujar dian
"tante dian jahat!!! sekarang nara benci tante dian, nara gak mau ketemu tante dian LAGI!!" ucap nara mendekati dian lalu memukul mukul dian dengan tinju tangan kecilnya. sedangkan dian sama sekali tidak menghiraukannya
"aku sudah lama mencari seseorang yang bisa memberi kebahagiaan padaku dan aku telah dipertemukan tuhan dengan mu agar kita bisa hidup bersama selamanya *tertawa* tapi... jika memang aku tidak bisa memilikimu maka siapapun termasuk dia ! juga tidak boleh memilikimu! " ujar dian menegaskan padaku.
tiba tiba dian berjalan mendekatiku dengan cepat dia menerkam hijab ku hingga kurasa rambut rambutku ingin lepas dari kulit kepalaku. aku berteriak sambil memberontak agar terlepas darinya, lalu tonny langsung menjorok dian untuk melepaskan tangannya dari hijab ku aku sangat ketakutan dian seperti begitu menyeramkan bagiku terlihat kebencian di matanya, lalu tatapannya langsung beralih arah pada nara yang membantu melepaskan ku dengan mencoba memukul mukulnya lagi...
spontan saja dian memeluk tubuh nara dengan kencang yang membuat nara kesakitan dan memohon untuk dilepaskan.
"bunda sakit...tante lepasin nara" ujar nara kesakitan.
"sakit ya sayang nya tante... kalo mau tante lepasin,bilang ke ayah kamu supaya dia mau pisah sama bunda kamu nanti tante lepasin nara" ujar dian berbicara lembut di samping telinga nara.
"aku mohon jangan kamu sakiti nara dian.. aku mohon lepasin dia..." ujar ku.
"Aawwww sakit tante ..sakit" ujar nara. dian semakin menekan tubuh nara yang kecil itu..sungguh hatiku tidak mampu melihat putriku merasa sakit seperti itu di depanku meskipun nara bukan anak kandungku.
__ADS_1
"oke nara tante ulangi lagi yaa...kalo mau tante lepasin suruh ayah kamu pisah sama bunda nanti tante lepasin nara ..tapi..hmm.. kalo nara gak mauu.., terpaksa deh tante sakiti nara lagiiiiiiiiii yah okee sayang..maafin tante " ujar dian menjadi jadi.
"Tonny dengar.. aku mencintaimu dan selamanya begitu, aku tidak pernah ingin berpisah darimu tapi aku juga tidak sanggup melihat nara disakiti di depanku seperti ini.. aku mohon turuti keinginannya..ceraikan aku.." ucapku yang benar benar putus asa saat itu.
"tidakkkk aku tidak bisaa.. LEPASKAN!!!
aku mohon jangan dian aku mohon lepaskan nara.. aku tidak bisa berpisah darinya aku hanya mencintai sinta aku mohon kau boleh sakiti aku sebagai gantinya" ujar tonny bertekuk lutut dihadapan dian dengan cucuran air matanya.
"hahahhah lihat nara ayah ibu angkat mu menangis tante sangat senang sekali tapi tante belum puas.. ayok suruh mereka pisah Ayok!!...." ujar dian kasar, lalu menyakiti nara lagi..
suara mobil yang membuat wajah bahagia dian seketika memucat dan ketakutan.
dian melepas nara yang sudah lemas dari pelukannya dan berusaha lari dari situ namun sayangnya polisi sudah mengepung rumah dari jalan keluar manapun hingga akhirnya dia dibekuk oleh salah satu polisi yang menangkapnya. aku sangat bersyukur tuhan memberi bantuan untuk keluargaku aku tonny dan nara langsung saling memeluk dengan rasa sedih berbaur bahagia.
"baik pak kami akan memproses kasus ini bapak dan sekeluarga tidak perlu khawatir tersangka akan kami amankan." ujar salah satu polisi
"baik pak terimakasih tapi sebelumnya bagaimana bapak bisa tau yang sedang terjadi siapa yang memberi laporan kepada pak" ujar tonny.
__ADS_1
" siap ..yang memberi laporan kepada kami tadi atas nama minah, baik pak kami permisi" ujar polisi.
"ehehe maaf tuan tadi bibi gak berani bantuin karena bibi takut jadi bibi cuma manggil polisi aja tuan biar cepetan di tangkap polisi si dian nya " ujar biminah keluar dari dapur...
"Hem biminah makasih banyak yah udah cepat ngelapor ke polisi kalo gak gitu aku gak tau bakal gimana" ucapku berterimakasih.
"iya nyonya sama sama " ujar biminah sambil mengangguk.
lalu kami segera membaringkan nara di tempat tidurnya terlihat dibeberapa kulit nara memerah dia seperti sangat ketakutan aku ikut tidur di kamarnya tepat sampingnya dengan memeluknya, nara menatapku
"bunda nara anak bunda kan??" ujar nara..
aku menghela nafas aku belum sanggup berkata yang sejujurnya..aku takut .
"tentu saja nara.. nara anak bunda dan ayah selamanya" ujar ku sambil mengelus haluskan rambut panjangnya.
"nara tidur ya sayang.. nara lupain semuanya" ucapku sambil mencium keningnya lalu memeluk tubuh nya.
__ADS_1