Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
pertanyaan nara


__ADS_3

Setelah sekian lam telah tiba hari kelulusan nara dan yang paling membahagiakan hatiku dan tonny adalah nara mendapatkan nilai yang terbaik disekolahnya begitu bangga hati ini mendengar kanan atau kiri orang tua anak murid lain memujinya.


"raa selamat ya.." ujar rey dengan mengelus kepala nara.


"ehehe kau ini..terus nilai kamu gimana rey??" ujar nara dengan tersenyum dengan menatap wajah rey.


"lumayan,, kan berkat kamu yang cerewet pakai bagetttt ngajari aku ehehe ." ujar rey menarik hidung nara.


namun..


"sudah ku katakan jangan dekati putriku ! " ujar tonny menepis tangan rey seketika.


semua mengarahkan pandangannya pada mereka disitu termasuk rio yang juga hadir sebagai orang tua rey, dia perlahan mendekat menyentuh tubuh anaknya untuk menjauh,


"ayahhhh...." ujar nara menyentuh tangan ayahnya.


"diam!!! " bentar tonny


nara langsung membalikkan tubuhnya dan pergi ke luar dari ruangan itu aku berusaha menahannya namun dia langsung melepaskan gengaman ku, aku ingin mengejar nara namun aku sangat khawatir terjadi perkelahian antara tonny dan rio disitu.


"maaf ton,, kami akan pergi.." ujar rio dengan membawa rey menjauh


rio memang terlihat berbeda setelah dia bebas dari penjara, dia menjadi orang yang pendiam dan tampilannya pun tidak serusak dulu entah apa yang merubahnya atau mungkin sejak dia mempunyai seorang anak pikirku.


"lepas kan!.. pah kenapa rey dibenci sama keluarga nara pah?! apa yang pernah terjadi diantara kalian sebenarnya jawab pah....!" tanya rey


"rey maafkan papah.., intinya ini kesalahan papah dimasa lalu. papah harap kamu jauhi nara" ujar rio dengan menundukkan kepalanya


"engak... apa hubungannya dengan kami.. pah rey udah terlanjur suka sama nara !" ujar rey berlalu pergi.


Rio hanya diam tanpa menangapi apapun ucapan putranya itu terlihat raut wajah yang sedih memancar dari rio atau rey..


suasana yang tadinya menyenangkan menjadi keruh dan kacaw, dengan nara yang entah kemana perginya aku sangat panik aku tau dia sangat sedih dan kecewa.


tak terasa acara perpisahan itupun selsai aku dan tonny memutuskan untuk pulang ke rumah meskipun tanpa nara. jelas aku sangat khawatir entah pergi kemana dia dan dengan siapa aku meminta bantuan dari teman teman dekat nya untuk membantu..


"gimana din.. ketemu???" tanyaku..

__ADS_1


"engak tante,, dini dan temen temen yang lain udah nyari di semua tempat yang ada disini tapi gak ada juga, mungkin nara udah gak ada disini lagi." ujar dini.


pintu rumah dibuka oleh biminah..


sudah hampir puluhan kali aku terus mencoba menghubungi nara namun tak kunjung dijawab olehnya, namun tiba tiba terdengar suara deringan ponsel yang aku tidak tau darii mana asal suara itu, aku dan tonny mencari suara itu berasal dan ternyata itu suara ponsel NARA dikamar nya..


dia terlelap dengan bekas air mata di kasurnya,,


"sayang....." ujar tonny mengelus rambut putrinya yang tertidur


"maafkan ayah ra .." ujar tonny sambil mencium kening putrinya.


aku mengelus punggung suamiku.


tonny membentangkan selimut di sekujur tubuh nara kemudian kami keluar dari kamar nara dan membiarkan nya tertidur dengan lelap didalamnya.


******


beberapa pesan dan telepon dari rey juga masuk di handphone nara namun tak ada satupun yang terbalas membuat hati rey amat gelisah dengan keadaan nara. lagi lagi rey yang tidak bisa menahan kekhawatiran nya memutuskan untuk langsung ke rumah nara untuk memastikan keadaan kekasih nya..


"assalamualaikum.. ra.. nara.. ini aku rey kamu gak papa kan ra." ujar rey sambil mengetok pintu depan rumahku.


"tante nara udah ketemu... sekarang gimana keadaan nara Tante???" tanya rey


" nara baik baik aja, tante harap kamu jangan kesini lagi. " ujar ku


namun tiba tiba tonny keluar


"dan jangan dekati anak saya lagi !" ujar tonny.


"kenapa om.. apa salah saya? kenapa om sangat membenci saya ?ini gak adil om." ujar rey


"cukup banyak kesalahan orang tua kamu atas meninggalnya putri kandung saya dan saudara saya. kalian lah sebabnya! maka saya gk akan biarinin keluarga kalian menyentuh keluarga saya lagi. skrng pergi! " ujar tonny dengan keras.


"apa maksud ayah??? putri kandung ayah yang mana yah bunda?? kenapa nara gak tau .." tanya nara yang tiba tiba datang dan mendengar pembicaraan tadi


" .....rey sekarang tante minta kamu pergi.." ujar ku.

__ADS_1


"tapi tante...." ucap rey.


"rey.....PERGI !" bentak ku.


rey pun pergi dengan rasa bingung dihatinya


nampak wajah nara yang mulai bertanya tanya pada tonny.. saat ini aku sangat bingung bagaimana aku menjelaskan semua ini pada nara dia sudah dewasa untuk di bohongi...


"Yah !!!! jawab aku" ujar nara dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.


"ra ayah gak ngomong apa apa .. kamu kan baru bangun dari tidur kamu pasti salah denger nak." ujar tonny dengan memeluk putrinya


nara memberontak yang untuk pertama kali menolak pelukan itu.. dia mengulang perkataan yang sama pada orang yang sama namun nara tetap tidak mendapat jawaban apapun..


"bun.. bilang ke nara" rengek nara dengan air mata yang masih berlinang itu


aku di buat diam,lagi lagi aku hanya bisa menggelengkan kepala dengan berusaha memeluknya beberapa kali..


"okee .. kalo kalian gak mau ngasih tau nara gak papa nara bakal cari tahu sendiri." ujar nara sambil mengusap air mata di pipinya dengan telapak tangan kanannya.


nara langsung pergi ke kamarnya lagi aku tidak kenal dengan wajahnya saat ini wajah sedih yang belum pernah ku lihat di wajah putri ku selama ini.


mungkin dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan hatinya.. aku masuk ke kamarku terdengar sendu sendu kesedihan di samping tidurku..aku menoleh memastikannya


"jangan menangis..." ujar ku menghapus air mata tonny yang mengalir sejadi jadinya dan tak terasa justru aku pun menangis tonny membalik memelukku..


"aku tidak mau nara membenciku jika dia tahu bahwa aku sebenarnya bukan ayah kandung nya sin..." resah tonny padaku...


"aku tidak ingin kehilangan putri kita lagi " ujar tonny membuat sedih sesedihnya hatiku.


aku berusaha menenangkan nya meskipun aku sebenarnya merasakan kekhawatiran yang sama sepertinya.. aku dan tonny hanya bisa menangis dalam peluk hingga malam mengundang kantuk hingga tertidur bersama..


~


~


~

__ADS_1


.


__ADS_2