
Hatiku berkecamuk aku sadar aku salah tapi apakah memang harus seperti ini yang aku rasakan rasanya begitu pahit bahkan sangatlah pahit dia bercumbu mesra di depanku lalu memperlakukanku seperti aku memang benar benar sampah.
Tiba tiba..
ada sesosok lelaki yang menyerang rio dengan brutalnya aku, sebelumnya tidak tahu itu syapa dan mengapa dia begitu marah lalu laki laki yang menyerangnya itu sembari memukul dia pun melontarkan kalimat kalimat yang membuatku tau siapa dia...
"beraninya kau menyakitinya!!
tak kan kubiarkan lagi kau menyentuhnya, untuk itu kau harus membayar di setiap tetes air matanya!" ucap tonny sambil memukul rio dengan membabi buta.
semua orang yang ada disitu berusaha memisahkan mereka namun tonny saat itu seperti tak terkendali oleh sypapun dia begitu tak memperdulikan sekelilingnya dan akupun berusaha mendekat untuk menghentikannya namun kepalan tangan tonny justru melesat ke perutku, aku terhempas kebelakang, tonny menolehku dan segera menopang tubuhku yang terhempar ke lantai dengan waktu yang sama kulihat rio segera pergi dengan wanita barunya itu.
"sin maafkan aku apa kau baik baik saja aku tidak sengaja ku mohon maafkan aku biar kuberi pelajar dia." ucap tonny dengan begitu sangat paniknya dia hendak berdiri untuk mengejar rio yang pergi aku menahannya.
"tidak sudah cukup..." pintaku.
__ADS_1
aku langsung memeluknya aku terus menangis dalam dekapannya sekarang aku menyadari betapa jahatnya rio saat ini, aku sangat takut..sangat sangat ketakutan.
"tolong bawa aku pulang kerumah ." ucapku
Dia langsung mengendong tubuhku yang lemas karena kejadian yang baru ku alami
ku lihat bajunya lusuh krna berkelahi tadi, terbayang begitu sangat marahnya dia melihatku diperlakukan seperti itu aku berfikir apakah dia benar benar mencintaiku atau mungkin ini karena dia memang sangat sangat mencintaiku aku terus memandangnya.
"sin jawab jujur apa saja yang dilakukannya padamu, apa dia melukaimu? bagaimana perutmu tadi apa kita perlu ke rumah sakit?" tanyanya begitu khawatir.
"baiklah sin kalau begitu, tapi benar kau tidak apa apa?" tanya nya lagi
" iya aku tidak apa apa." ucapku .
"oya bagaimana kau tau keberadaan ku bukan kah kau tadi sedang bekerja?". tanyaku diperjalanan
__ADS_1
"aku slalu memantau keberadaan mu hanya saja aku terlalu sibuk hari ini aku baru melihat keberadaan mu lewat ponselku malam tadi lalu kulihat kau berada diluar rumah ayahmu dan aku langsung mencari keberadaan." ucap tonny menjelaskan.
Aku hanya tersenyum membalas apa yang dikatakannya, mataku terus menatap ke luar jendela mobil entah apa yang ku lihat dan tiba tiba mobil yang tadinya melaju dengan cepat kemudian berhenti sontak membuatku menoleh padanya.
"ada apa??" tanyaku dengan menatapnya.
"aku mencintaimu sin kumohon cintai diriku dalam hidupmu jangan membenciku, selalulah di sisiku sepanjang hidupku jangan lagi menjauhiku dan berjanjilah jangan pernah pergi tanpa memberi tahuku." ujarnya .
Dia menatapku dengan tatapan yang begitu dalam dia menggenggam kedua tanganku aku seolah melihat mata yang penuh harapan tengah berbicara dengan hatiku.
dia semakin mendekatkan wajahnya padaku dia langsung mencium bibirku dengan penuh kelembutan lalu memeluk tubuhku dengan erat, entah apa yang kurasakan saat itu sepertinya rasa kenyamanan yang mulai menyapa hatiku atau apakah rasa Cinta yang mulai tumbuh di hatiku
semua kekacauan yang baru kurasakan seolah sirna dengan ketenangan
*****
__ADS_1