PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 10


__ADS_3

Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, air matanya terus mengalir di pelupuk matanya membuat korneanya memerah gelap. Kini penyesalan yang ia rasakan, menusuk dadanya yang terasa begitu sesak, wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati untuk pertama kalinya, kini ia harus kehilangannya karna perbuataannya sendiri.


Mobilnya kini memasuki garasi dan memarkirkannya dengan teratur, Angga menyandarkan tubuhnya kebelakang, dan memijit kepalanya yang terasa pening. Lalu tangannya beralih kedadanya dan meremasnya dengan kuat. Membuat bajunya menjadi kusut, bahkan kini Ia memukul dadanya yang semakin terasa sesak.


" AAAAAA......," Teriaknya dengan lantang sambil menjambak rambutnya dengan keras. " Sial, sial, sial." Ucap Angga penuh dengan penekanan sambil memukul kemudinya.


Angga membuka pintu mobilnya dan segera berlalu memasuki rumahnya, dengan gonta kaki yang sangat lemas. Wajahnya tertunduk begitu lemah, membuat guratan wajahnya terlihat pucat. Wajah tampannya yang selalu bersinar kini tergantikan dengan wajah yang senduh.


 


 


***


 


Meyka menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya, tangisannya semakin keras, sejak Angga meninggalkannya Meyka tak mampu lagi menahan tangisannya, ia merasa menyesal memberikan pilihan Angga yang membuatnya ia menjadi kehilangan sosok laki-laki yang mampu mengetu khatinya.


Ia tak bisa memungkiri hatinya, walaupun Angga mengkhianatinya dengan kejam, namun hatinya benar-benar tak bisa bohong kalau ia mencintai laki-laki playboy tersebut dengan tulus. Sakit yang ia rasakan saat melihat Angga bermesraan dengan perempuan lain, tak sebanding sakitnya saat sekarang, ia telah kehilangan cintanya sepenuhnya.


" Hiks,,hiks,,hiks,, Bodoh, bodoh, bodoh. Apa kamu tidak memikirkan perasaanku saat kamu mengambil keputusan seperti ini, Ayo kembali, dan aku akan memaafkanku. Hiks,,hiks,,hiks." Ucap Meyka dengan tersendak-sendak.

__ADS_1


Lelah menangis akhirnya ia terlelap dengan goresan air mata yang membanjiri wajah cantiknya, hingga air matanya mengering karna dingin AC yang menyelimuti malamnya.


Keesokan harinya..


Meyka melenguh karna terpaan sinar matahari yang masuk di sela kaca kamarnya. Tangannya meraba jam yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya, menariknya secara perlahan tepat di bawah wajahnya, kemudian ia membuka matanya yang masih terasa berat.


Seketika matanya membulat, " Astagaaaaa,,,,,,, sudah jam 10 dang gue sudah terlambat. " Teriaknya dengan kencang.


Buru-buru ia menyingkap selimutnya dan mencari mobilenya, kembali matanya membulat tak kala melihat beberapa panggilan dari ke tiga sahabatnya. Meyka pun menepuk jidatnya karna semalam ia lupa mengaktifkan nada deringnya.


" Hallo, loe kemana aja sih Mey, nggak ada kabar, di telfon ratusan kali loe nggak angkat-angkat, loe nggak punya ya jam di rumah loe." Sahut Ribbye dengan nada judes.


" Hehehe, sorry Bye, gue baru bangun." Balas Meyka dengan cengengesan


" Iya, pokoknya nanti gue ceritain, tapi sekarang loe absenin gue dulu ya, soalnya gue nggak ke kampus hari ini, gue lagi nggak mood, terlebih juga gue sudah telat hampir 2jam dari sekarang." Sahut Meyka dengan nada lemas.


" Ok. mending loe istirahat saja dulu, gue tahu loe pasti menghadapi masalah sekarang, cerita saja saat loe sudah siap, kita bertiga siap mendengarkanmu." Balas Ribbye dengan lembut.


" Thank you, kalian bertiga memang yang terbaik." Balas Meyka dengan tersenyum.


Setelah Meyka berbicara dengan ketiga sahabatnya, ia kembali merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya, berharap kejadian semalam hanyalah sebuah mimpi. Namun harapannnya hanyalah sebuah ilusi baginya untuk menenangkan hatinya.

__ADS_1


***


Angga kembali bertugas bersama dengan ke empat sahabatnya, mereka berlima telah di kirim untuk membantu warga yang sedang terkena musibah. Sebuah pedesaan yang terpencil, yang sedang terkena banjir bandang. Angga berusaha menyibukkan dirinya agar pikirannya tak di hantui oleh Meyka.


" Iya aku harus menyibukkan diriku, agar aku bisa melupakannya secara perlahan, walaupun kamu hanya mengisi hatiku dalam waktu singkat, tapi aku benar-benar mencintaimu Mey. Semoga kamu bahagia dengan laki-laki itu." Gumam Angga sambil memejamkan matanya.


" Apa aku bisa melupakanmu...?  Meyka aku mencintaimu." Gumamnya dengan nada yang terdengah menyedihkan.


" Hey,,,, loe kenapa bro, dari tadi diam saja." Sahut Anto sambil menepuk bahu Angga.


Angga membuka matanya dan hanya melihat sahabatnya yang menatapnya, sedetik kemudian ia kembali memejamkan matanya tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya, ia tak menghiraukan sama sekali.


Reyhan, Bima, Rendy dan Anto hanya saling melihat, mereka berempat heran dengan sikap Angga yang mendadak diam seperti ini, karna biasanya Anggalah yang paling banyak bicara di antara mereka berlima, dan Anggalah yang paling jail. Namun kini mereka melihat Angga berubah seratus delapan puluh derajat celcius. Kebalikan dari sifat yang sebelum-sebelumnya.


 


 


 


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan vote.


Terima kasih ^_^


__ADS_2