PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 26


__ADS_3

“Ayo sayang, ayo kembali ke kamarmu untuk istirahat. Kesehatanmu belum pulih sepenuhnya, jadi butuh istirahat yang banyak”.Kata Mama Anis seraya membelai kepala anaknya.


Mama Anis dan papa Anwar berlalu setelah berpamitan kepada semua orang. Membawa Angga ke kamarnya dengan bantuan Bima dan Anto. Hingga depan kamar, ibu Anis membukakan pintu lebar-lebar, namun Angga berhenti dan tidak masuk ke kamar tidurnya.


"Kenapa berhenti ...? Ayo masuk, kamu harus istirahat dulu. Jangan khawatirkan Meyka. Nanti mama dan papa akan membantu mencarikan orang yang mau mendonorkan hatinya untuk Meyka." Ucap Mama Anis disertai senyum lembut.


"Mama dan papa masuk duluan dan beristirahatlah, Angga mau ke dokter dulu."Angga menjawab ibunya dengan penuh kelembutan.Tersenyum agar mama tidak berpikir berbeda.


" Kenapa kamu ingin pergi menemui dokter..? biar mama menelepon ke sini. Kamu tunggu saja di dalam sambil istirahat."Mama Anis memegangi lengan Angga, mencegahnya pergi.


“Nggak usah ma, mama dan papa pasti capek nunggu Angga beberapa hari. Angga tau, mama dan papa selama ini belum banyak istirahat gara-gara Angga. Masuk dan istirahatlah Angga sebentar saja . Angga hanya ingin memeriksa kesehatan Angga dan menanyakan kapan Angga bisa keluar. Selain itu, Bima dan Anto menemani saya. Jadi mama dan papa tidak perlu khawatir. ”Angga memegang tangan mama dan mengelusnya dengan lembut.


"Tapi ..."


"Tidak apa-apa ma, biarkan Angga pergi. Ada Bima dan Anto yang menemani. Apalagi sebentar saja." Papa Anwar menyela kata-kata istrinya.


Akhirnya ibu Anis menurut.Tak ayal, selama beberapa hari ini, ayah Anwar dan ibu Anis kurang istirahat dan kelelahan.Angga benar, mereka lebih baik istirahat dulu.


Tanpa menunggu lama, Angga akhirnya sampai di kamar dokter ditemani Bima dan Anto yang menopang tubuhnya.Sedangkan Reyhan dan Rendy menunggu di kamar Angga.


"Permisi dok, maaf jika saya menyela waktu dokter lebih awal."Angga berbicara dengan sopan sambil menghampiri dokter yang tersenyum ramah padanya.


"Tidak apa-apa, ayo duduk."Balas ke Dokter dengan ramah." Kalau boleh tahu, ada apa sehingga kamu mendatangi saya di ruanganku...? Apakah Anda punya keluhan ...?"Dokter bertanya lagi sambil mengoreksi penempatan kacamata yang bertengger di hidung berparuh.


“ Begini dok, aku hanya ingin memeriksa kesehatanku, Apakah tubuhku benar tidak parah…?” Tanya Angga serius sambil menatap dokter itu dengan rasa serius yang dalam.


Dokter tersenyum, lalu tangannya bergerak ke arah tumpukan kertas putih.Dokter mengambil dan membuka kertas itu, membacanya sejenak dan membaliknya beberapa kali.Suka membaca berulang-ulang karena takut ketinggalan.


“Dilihat dari catatan datanya, semuanya baik-baik saja.” Kata dokter sambil tetap melihat catatan kesehatan Angga.


"Bagaimana dengan hatiku ...? Apakah ini sehat, tidak masalah ...?"Pertanyaan Angga tiba-tiba mengalihkan pandangan sang Dokter.


Bima dan Anto yang mendengar pertanyaan Angga tiba-tiba memutar mata dan saling pandang.Apa yang dimaksud Angga dengan mempertanyakan kondisi hatinya saat ini.Bagaimana jika ...... mata Bima dan Anto benar-benar bulat.Mereka satu pikiran, tidak, ini tidak bisa mereka biarkan. Dia harus mencegah niat Angga.

__ADS_1


“Maafkan saya dokter ,,, Jangan hiraukan pertanyaan teman saya.” Anto berucap dengan senyum canggung.


“Ayo Ga ,,, lebih baik kita ke kamarmu untuk istirahat.” Bima menarik lengan Angga tapi Angga tidak bergerak menggantikan tempatnya.


"Kumohon ,,, aku ingin membantu Meyka. Aku tidak bisa melihat situasinya seperti ini." Angga memandang kedua temannya dengan wajah sedih, mengingat wajah pucat Meyka membuat Angga harus mengorbankan hatinya demi kesembuhan Meyka.


"Jangan gila Ga ,,, lebih baik kita kembali. Kasian mama Anis sudah menunggu."Bima mengeluarkan suara nyaring.Tidak bisa berhenti berpikir dengan cara berpikir teman itu.Begitu besar cinta untuk Meyka sehingga dia mempertaruhkan nyawanya.


"Tolong ,,, ini satu-satunya hal yang bisa saya lakukan untuk menebus semua kesalahan saya pada Meyka. Saya mohon kalian untuk mengerti."Angga berbicara dengan maksud agar Bima dan Anto hanya menutup mata dan marah karena keputusannya yang tiba-tiba itu.


Bima dan Anto tidak bisa menolak keinginan Angga, membuat mereka diam dan menurut meski dalam hati mereka tidak setuju dengan keinginan Angga.Tetapi mereka tidak dapat menghentikannya, karena Angga sepenuhnya sepakat dalam keputusannya.


“Oke ,,, kalau itu keputusanmu. Kita hanya bisa mendukung meski kita tidak setuju.” Bima berbicara lirih, ada raut kecewa dan sedih di wajahnya.


"Pikirkan baik-baik dulu. Bagaimana jika ibu Anis mengetahui semua ini. Kamu akan menyakiti wanita yang melahirkanmu, wanita yang mempertaruhkan nyawanya untuk membawamu ke dunia ini. Ini bahaya Ga. Pikirkan lagi."Anto menanggapi ucapan Bima, berharap Angga berubah pikiran.


"Jika terjadi sesuatu padaku yang tidak aku inginkan. Aku mohon, jaga mama dan papa. Aku percaya pada kalian semua." Angga menatap kedua temannya sambil tersenyum.


" Terserah.." Bima berujar dengan kecewa.


Tes ...


Bima dan Anto tidak bisa menahan rasa sakit di hati mereka.Mendengar kata-kata sahabatnya itu sepertinya sudah berakhir.Bima dan Anto memejamkan mata.Bagaimana mungkin sahabatnya tidak mengorbankan hatinya demi wanita yang dicintainya.Jika ada keajaiban yang bisa menyelamatkan Meyka, maka sobat ini tidak perlu melakukan ini.


Setelah tanda tangan.Dokter akhirnya memeriksa kesehatan Angga secara keseluruhan, terutama hati Angga.Setelah pemeriksaan berhasil, dokter menentukan jadwal operasi Meyka.Ternyata hati Angga seratus persen cocok dengan Meyka.


Angga menyuruh dokter untuk menyembunyikan identitasnya. Siapapun tidak boleh mengetahui jika ialah yang mendonorkan hati pada Meyka. Terutama Meyka, jika suatu saat Meyka bertanya, beritahulah dengan alasan lain.


Setelah mengetahui hasilnya, Angga kembali ke kamarnya. Tetapi Bima dan Anto terus berdiam diri. Antara marah dan kecewa dengan keputusan Angga. Bagaimana jika operasinya gagal, bagaimana jika Angga tidak terselamatkan. Bagaimana,,, bagaimana,,,, dan bagaimana. Pertanyaan berandai terus bergulir di otak Bima dan Anto, membuat suasana hati tidak tenang.


"Kalian sudah datang, apa kata dokter...?" Tanya mama Anis tersenyum, seraya berjalan memperbaiki tempat tidur Angga, menepuk-nepuk bantal agar tidak kotor.


" Semuanya baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." Balas Angga tersenyum sambil mendekat pada mamanya.

__ADS_1


Angga menatap mamanya dengan dalam, tersenyum dan memeluk mamanya dengan erat. Mama Anis tersenyum dan membalas pelukan anaknya. Anak yang sangat ia sayangi, rela melakukan apapun asalkan anaknya bahagia. 


" Ma,,, maafkan Angga. Angga akan mendonorkan hati Angga pada Meyka." Ucap Angga dengan pelan.


Deg.....


Bagaikan petir di siang bolong menyambar, hati mama Anis langsung terbakar. Jantung berpacu begitu dahsyat mendengar penuturan sang anak semata wayangnya. Mama Anis melepas pelukan Angga dan menatap Angga dengan raut wajah yang pucat. Ini pasti salah. Ya,, mama Anis pasti salah dengar.


" A-apa yang barusan ka-kamu bilang nak..?" Mama Anis bertanya dengan suara terbata dan bergetar. Matanya berkaca-kaca. Sungguh apa yang ia takutkan kini ia dengar dari mulut anaknya sendiri. 


" Angga apa maksudmu.." Papa Anwar berteriak dengan lantang saat baru saja keular dari toilet. Terkejut mendengar perkataan anaknya yang membuat kesehatan jantungnya tidak bagus.


" Maafkan Angga ma,l pa. Angga sangat menyayangi mama sama papa. Tapi Angga juga harus melakukan ini. Semua karna Angga makanya Meyka seperti ini. " Angga berucap dengan lembut dan semakin memeluk mamanya.


" Hiks,,,hiks,,,hiks. Tidak sayang. Jangan kamu lakukan ini. Mama mohon jangan. Mama akan mencari pendonor, mama janji. Asal jangan korbankan hatimu. Mama tidak sanggup. Hiks,,hiks,,hiks." Mama Anis terseduh-seduh dalam pelukan anaknya.


" Angga,,, katakan jika ini semua tidak benar nak. Katakan jika ini hanya candaan kamu." Papa Anwar ikut menimpali, walau suaranya juga hampir tercekat karna keterkejutan.


" Maafkan Angga ma,, pa. Doakan saja agar semuanya berjalan lancar. Tetapi,,, jika Allah berkehendak lain. Maka mama dan papa harus mengikhlaskan aku. Ada Rendy, Reyhan, bima dan Anto yang menggantikanku untuk menjaga mama dan papa.


" Tidak,,,tidak. Mama tidak mau. Hiks..hiks...hiks.." Mama Anis menggeleng dengan deraian air mata yang tak kunjung redah.


Sedangkan ke empat sahabatnya hanya terdiam. Mereka berusaha mencari solusi agar semua bisa di selamatkan. Reyhan dan Rendy sudah mengetahu karna sebelumnya Bima dan Anto sudah memberi tahukan. Reyhan tidak menyangka jika Angga berani melakukan ini demi kesembuhan Meyka. Ya mereka berempat akui, jika ia berada di posisi Angga, maka mereka akan melakukan seperti yang di lakukan Angga demi menyelamatkan orang yang di cintainya.


***


Kira-kira operasinya nanti bakal berhasil atau gagal nggak ya... Hmmmmmmm Author jadi bingun.


Terus Meyka cocoknya dengan Meyka-Ken atau Angga-Meyka.,, Hufftttt Author di landa kebimbangan yang mendalam. Ken baik, sayang juga sama Meyka. Cintanya juga tulus. Tapi Angga..... Menurut kalian bagaimana...?


Jangan lupa like, comment dan vote ya. Biar author semakin semangat up.


Bye-bye...

__ADS_1


__ADS_2