PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 27


__ADS_3

Mama Anis dan papa Anwar tak mampu menghalangi niat anaknya yang sudah bulat. Walau hatinya tak menerima keputusan Angga, namun mau di apa lagi. Angga tetap pada pendiriannya. Ingin mendonorkan hatinya untuk Meyka. Hati seorang ibu yang mana tidak sakit, jika anknya meminta izin unuk mendonorkan hatinya pada seorang wanita lain. Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Tetapi Angga memohon dengan sangat, membuat mama Anis dan papa Anwar tak mampu berkutip.


" Angga mohon ma, pa. Tolong izinkan Angga melakukan ini. Angga tidak bisa melihat Meyka seperti ini. Semua ini karna kesalahan Angga jadi Angga harus tanggung jawab. Andai Angga tidak datang menemui Meyka di apartmentnya, tentu kejadian ini tidak akan terjadi. Jadi Angga mohon tolong izin ma, pa." Angga berlutut di depan mama dan papanya sambil memegang tangan mama Anis yang terseduh-seduh.


" Apa kamu lebih menyayangi  perempuan itu dari pada mamamu ini..?" Lirih mama Anis dengan suara tercekat karna tangisan yang dalam.


" Tentu aku lebih menyayangi mama, karna mama wanita pertama dalam hidupku. Mama yang melahirkan Angga sehingga Angga bisa berada di sini dan melihat betapa indahnya dunia ciptaan Allah swt. Dan karna mamalah sehingga aku bisa bertemu dengan wanita yang kucintai setelah mama." Ucap Angga tak melepaskan tangan mama Anis.


" Lantas mengapa kamu melakukan ini semua....? Kamu mau ninggalin mama...?" Mama Anis semakin terisak.


Angga tertunduk, cairan bening mengalir di pelupuk mata. Angga telah membuat wanita yang sangat di sayanginya itu bersedih karna keputusannya. Ia tak bermaksud untuk membuat mamanya dan papanya bersedih. Tetapi,,, jika ia tidak melakukan ini, maka bisa saja Meyka tidak tertolong. Aapalgi kata dokter kesehatan Meyka sering kali menurun drastis dan mengalami kritis.


Walau sangat berat, baik papa Anwar maupun mama Anis. Akhirnya mengizinkan Angga. Angga berdiri dan memeluk mamanya bergantian dengan papanya. Angga tersenyum manis tetapi bagi mama Anis dan papa Anwar bahkan ke empat sahabatnya  itu. Itu bukanlah senyum manis melainkan senyum kesedihan. Reyhan Bima,Anto dan Rendy tak mampu menatap Angga yang menghampirinya dengan raut senyum yang tersungging indah di bibirnya.


" Hey bro,,, kenapa wajah kalian begitu murung. Apa kalian tidak senang melihatku... hmm." Angga berdecih sambil melipat tangannya di atas dada.


Semuanya tidak menjawab, malahan pandangannya beralih ke penjuru lain. Mereka kecewadengan keputusan Angga. Mereka takut jika operasinya nanti gagal dan tak bisa menyelamatkan Angga. Mereka tidak bisa membayangkan jika ia harus kehilangan Angga sahabatnya. Mereka sudah lama bersama. Makan, minum, tidur, mandi bahkan berbagi pakaian bersama,  mereka sering lakukan hingga sekarang. Bagaimana jika tiba-tiba mereka kehilangan salah satu dari mereka....? Mereka tidak bisa membayangkan itu.


" Ayolah bro,,, jangan bersedih begitu. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan. Operasinya pasti berhasil. Optimislah dan jangan berpikir negatif thinking." Ucap Angga seraya tersenyum. Mengerti apa yang di pikirkan oleh para sahabatnya.

__ADS_1


Setelah berhasil menenangkan kedua orang tuanya dan para sahabatnya, Angga pamit sebentar keluar, Bima ingin membantu namun Angga menolak. Beralasan ada sesuatu yang harus ia kerjakan sebelum operasi di laksanakan. Angga berjalan tertatih-tatih, menyusuri lorong dan berpegangan pada tembok agar tidak jatuh.


" Boleh bicara sebentar...?" Angga duduk tepat di samping Ken yang menunduk sambil menautkan kedua tangannya. Untungnya tinggal Ken sendiri yang berada luar ruangan ini, sedangkan orang tua Meyka dan para sahabatnya berada dalam ruangan di mana Meyka di rawat,  jadi Angga tidak perlu berjalan jauh ke luar di taman untuk berbicara empat mata dengan Ken.


Ken Menoleh dan terkejut melihat Angga. Ken mengangguk dan berusaha tersenyum. Ken berpikir mungkin Angga akan menyalahkannya kembali atas kecelakaan yang di alami Meyka. Mengingat tadi dengan brutalnya Angga memukul dirinya. Walau Angga dalam keadaan sakit, tetapi pukulannya benar-benar menyakitkan tubuh Ken.


" Sorry,,, soal kejadian tadi. Tidak seharusnya gue tidak menyalahkan loe. Bahkan menuduh loe seperti itu. Gue benar-benar minta maaf." Ucap Angga dengan tulus.


" Its oke, no problema. Mungkin kalau gue di posisi loe, gue juga bakalan melakukan hal yang sama apa yang loe lakuin ke gue tadi." Ucap Ken dengan pandangan lurus kedepan. " Huffftt,,, Apa yang loe bilang tadi memang benar, seharusnya gue tidak pergi apalagi Meyka memanggil gue. Harusnya memang gue berhenti dan mendengar penjelasannya. Karna terlalu cemburu sehingga gue tidak menghiraukan panggilannya. Andai saja waktu bisa di putar, maka gue tidak akan pergi." Ucap Ken penuh dengan sesal.


" Sudahlah,,, tidak perlu di sesali apa yang sudah terjadi. Gue kesini hanya mau memberikan ini. Gue titip ini, tolong berikan Meyka saat ia sadar." Angga memberikan sebuah surat pada Ken.


" Gue titip Meyka sama loe, tolong jaga dia baik-baik, jangan pernah menyakitinya dan buatlah dia bahagia agar tidak mengingatku." Ucap Angga dengan tersenyum.


" Maksud loe...? Bukannya kita akan bersaing secara sehat. Kenapa sekarang loe mundur." Ken menatap heran pada Angga. Bukannya tadi ia meminta untukbersaing secara sehat untuk mendapatkan Meyka...? Kenapa sekarang tiba-tiba ia menitipkan surat dan menyerahkan Meyka sepenuhnya.


" Tidak perlu bersaing. Jika loe mencintainya dengan tulus. Maka bahagiakanlah dan jaga dengan baik. Gue mundur karna gue tidak pantas untuknya. Terlalu banyak gue menyakiti hatinya selama ini, gue hanya memberikan luka dan kesedihan mendalam. Maka dari itu gue mundur. Tolong jaga Meyka." Angga menepuk bahu Ken dan berdiri. Kemudian meninggalkan Ken yang masih bingun dengan perkataannya.


Angga berjalan tertatih menuju kamarnya. Ia tersenyum tetapi cairan bening mengalir di pelupuk matanya.

__ADS_1


" Maafkan aku Mey karna aku tidak bisa menjagamu. Semoga apa yang ku korbankan tidak sia-sia. Hiduplah dengan bahagia bersama Ken. Lupakan aku yang pernah menyakitimu dengan luka yang sangat dalam. Anggap saja ini penebusanku karna mengkhianatimu dulu, mempermainkan perasaanmu yang tulus. Aku mendoakan agar kamu selalu bahagia dengan Ken. Maafkan Aku. Selamat Tinggal Mey,,, Selamat tinggal cintaku." Angga terus berkata dalam hati sambil berjalan terus menuju ruangannya.


Setetes demi setetes mengalr di pelupuk matanya. Angga berhenti, menghapus air matanya dan menarik nafas panjang dan membuangnya. Setelah legah dan perasaannya sedikit tenang ia memegang handle pintu dan membuka. Kemudian ia masuk untuk beristirahat sejenak, sambil menunggu dokter untuk melaksnakan proses operasi.


 


 


 


***


 


 


 


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung author ya, biar semakin semangat menulis. Tolong dong like,  comment dan vote... hehehe

__ADS_1


bye-bye


__ADS_2