
Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, hingga sampai di pelataran depan rumahnya. Pikirannya kalut dan hanya ada nama Meyka bersarang di otaknya. Angga benci dengan situasi ini, mengapa ia mencintai seseorang sampai sesakit ini. Inilah kesalahan terbodohnya yang sangat Angga sesali. Wanitanya sudah menjauh.
" Shit.." Teriak Angga frustasi, memukul stir kemudi dengan kencang. Angga menarik nafas berat, lalu ia membuka pintu mobil.
Angga memasuki rumahnya dengan wajah gusar. Sungguh ia tidak ingin mencintai perempuan dengan serius, namun Meyka telah mengambik hatinya. Awalnya hanya bermain-main, menaklukkan Meyka tetapi tidak serius. Namun, semuanya terlambat. Hatinya jatuh pada Meyka tanpa ia sadari lebih dalam, yang ia tahu hanya sekedar tertarik, tapi,,,, ya begitulah.
Sesampai di kamar, Angga mengacak rambutnya dengan kasar, lalu mengambil rokok dan membakar. Angga menyesap rokok itu dan mengeluarkan asap menggelembung di udara. Angga terus mengisap rokok itu dengan cepat tanpa menikmati, ia hanya menginginkan pikirannya tenang. Tapi,,, malah sebaliknya yang terjadi. Perasaannya semakin kacau.
" Aaaaaaaa,,,, Meykaaaaaa." Teriak Angga secara frustasi, melayangkan tinju di tembok dengan kasar secara berulang kali, membuat tangan putihnya mengeluarkan darah. Angga melempar puntung rokok yang belum setengah terhisap. Angga mengeratkan pegangan di besi balkon yang terdapat di kamarnya.
" Aku mencintaimu Meyka, maafkan aku karna menyakitimu." Gumam Angga sangat pelan. Ia duduk dan menundukkan kepala.
***
Ken berada di luar negeri menjalani sesi vidio clip untuk album barunya. Hatinya berbinar senang, bagaimana tidak.. Ken akan kembali ke tanah air hari ini juga. Ken menyempatkan berbelanja untuk oleh-oleh sang kekasih. Wanita yang ia cintai selama ini. Seharusnya minggu depanlah baru bisa kembali, namun karna kerinduan, Ken menyelesaikan jadwal dengan cepat.
" Meyka pasti suka." Senyum senang terbit di bibir Ken, mengingat Meyka memakai oleh-oleh yang ia beli. Sebuah kalung berlian yang berinisial K&M, Ken sengaja memesan kalung yang mengukir inisial namanya dan Meyka, agar Meyka selalu memakai kemanapun, dan mengingat Ken.
Senyum Ken terus terpancar, hingga pesawat yang ia tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara. Ken bergegas turun setelah mendapat intruksi dari sang pramugari, dan di susul oleh manager dan team lainnya.
" Bob,,, kamu pulang saja ya, Aku mau ke tempatnya Meyka dulu." Ken menyuruh manager dan teamnya pulang. Tidak merasa capek atau apapun itu, yang jelas Ken ingin bertemu dengan pujaan hatinya.
***
Setelah di rasa cukup, Meyka menghapus cairan bening itu dan berjalan menuju kamar mandi. Meyka menanggalkan seluruh pakaiannya dan berendam di dalam bathub.
__ADS_1
" Mengapa harus sesakit ini, Angga, mengapa harus sesakit ini mencintai loe. Apa loe sengaja mempermainkan perasaan gue. Jika iya,,, kenapa...? Apa loe tidak mencintai gue, makanya loe dengan tega nyakitin gue seperti ini." Meyka berbicara sendiri, buliran bening itu kembali mengalir. Meyka menyeka dan tersenyum sinis, menertawakan diri sendiri karna dengan bodoh mencintai Angga.
" Loe bilang mencintak gue, tapi di belakang gue loe berkhianat. Cinta seperti apa yang loe maksud...? Huufffff,,,, Angga, aku membencimu." Meyka terus berbicara dalam kesedihan.
Tubuhnya sudah menggigil, berendam sudah hampir dua jam. Meyka seakan tak mau beranjak dari bathub itu. Bibirnya sudah biru kebiruan memucat. Bahkan mata Meyka secara perlahan tertutup.
Sedangkan di luar apartment, Ken berulang kali menekan bell dan menelfon Meyka tapi tak mendapat jawaban. Ken merasa bingun, mobil Meyka ada di basement terparkir dengan rapi, tetapi penghuni apartment ini tak kunjung membuka pintu. Bahkan di telfon berulang kali tidak menjawab.
Ken semakin gusar, tidak mungkin Meyka tidak ada. Ken memutar otaknya di mana Meyka pernah menekan passwoard apartment di depan Ken. Ken mencoba namun gagal. Terus mengulang tanpa patah semangat. Ken hampir pasrah karna tidak berhasil membuka pintu apartmen Meyka. Berhenti sejenak dan mencoba mengingat kembali.
Klik...
Terdengar pintu berhasil di buka. Ken bernafas legah. Akhirnya ia berhasil dari kesekian kali gagal. Tak mau berlama-lama. Ken membuka pintu apartment Meyka dan melangkah masuk untuk mencari penghuni apartment itu.
Ken masuk dan membuka jaket, lalu menyimpan di sofa yang berwarna silver, menyusul benda pipih dan kunci mobil. Ken mengerutkan kening mendapati apartment kekasihnya bagai tak berpenghuni. Sepi sekali.
" Sayang,,, Mey... Apa kamu ada di dalam...?" Ken mendekat ke pintu kamar Meyka. Menempelkan telingam ke daun pintu yang berwarna pink peach.
Kening Ken kembali berkerut, sepi.... Ken tidak mendapat sahutan dari Meyka. Antara ragu dengan tidak untuk membuka. Akhirnya Ken memilih mengetok dan memanggil kembali.
Tok,,,tok,,,tok.
" Sayang,,, apa kamu ada di dalam...? Kamu tidur ya...?" Teriak Ken dengan lembut. Tidak mendapat jawaban, Ken memberanikan diri memegang handle pintu dan memutar secara perlahan.
Ken memasukkan kepalanya setelah pintu terbuka. Kembali memanggil Meyka tapi hasilnya tetap sama. Ken membuka pelan hingga semua tubunya berhasil masuk di kamar Meyka. Ken melihat di tempat tidur yang terlihat kosong. Ken mengedarkan pandangan di seluruh ruangan itu, tapi tak mendapati Meyka.
__ADS_1
" Kemana Meyka,,, apa dia sedang keluar." Ken bergumam dengan pelan. Tidak mendapati Meyka di dalam kamar, Ken berbalik untuk kembali ke ruang tamu. Pikirannya mungkin Meyka keluar sebentar dan Ken memilih menunggu di luar saja.
Belum sampai pintu, Ken berhenti dan berbalik kembali melihat pintu kamar mandi tertutup dengan rapat. Perasaan ragu hinggap di otak Ken. Menggelengkan kepala seakan menepis pikiran yang berkecamuk dalam otaknya. Rasa penasaran akhirnya Ken berjalan menuju kamar mandi.
" Huufffff,,,, " Ken bernafas panjang sebelum mengetok.
Tok,,tok,,tok..
" Mey,,, apa kamu ada di dalam...?" Lagi-lagi tak mendapat jawaban membuat Ken memberanika diri membuka pintu tersebut.
Pintu terbuka, kepala Ken menyembur masuk untuk memastikan. Matanya membulat melihat Meyka tanpa busana berada dalam bathub. Ken langsung menutup pintu karna merasa lancang.
" Sa-sayang maaf, maafin aku. Aku tidak bermaksud mengintip kamu. Aku cuma khawatir karna aku memanggil kamu dari tadi tapi kamu tidak menyahut, makanya aku cuma mau memastikan." Ken terbata dan merasa bersalah.
" Mey,,,," Ken kembali memanggil di balik pintu, namun tidak mendapat sahutan. Ken berpikir keras, Meyka kenapa...? satupun kata-katanya tak ia jawab.
Ken kembali membuka pintu dengan takut, lalu menghampiri Meyka yang matanya masih setia terpejam. Ken mendekat dan memperhatikan Meyka dengan bingun. Semakin mendekat, bola mata Ken melebar penuh, melihat kekasihnya sudah pucat pasih.
" Sayang bangun.." Ken panik, menepuk pipi Meyka namun tak kunjung sadar. Ken berdiri mencari handuk untuk membalut tubuh polos Meyka. Ken mengangkat dan membawa keluar. Ken mengambil selimut untuk membungkus tubuh Meyka yang sudah pucat kedinginan akibat terlalu lama berada dalam air.
***
Jangan lupa like, comment dan like ya.
bye-bye....
__ADS_1