
Tepat jam lima subuh, Angga sampai di rumah. Ia masuk di rumahnya tanpa membangunkan bibik atau orang tuanya. Karna Angga membawa kunci cadangan rumahnya. Angga menuju kamar, melepas semua pakaian yang melekat di tubuh, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Setelah selesai dan merasa segar. Angga mengambil pakaian yang nyaman untuk di pakai tidur. Untungnya ia sudah sholat subuh berjamaah dengan para sahabat dan komandan sebelum pulang.
Angga memang seorang playboy, pencinta daerah khusus wanita. Bahkan sering kali bergonta-ganti. Tapi jangan salah, ia tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim. Ya,,,, semoga Angga sadar dan bertobat akan sikapnya yang berlumur dosa. Semoga dengan kejadian bersama Meyka, mampu membuat Angga meninggalkan dunia buruknya itu.
Matanya masih menatap langit-langit kamar, betapa menguras fisik kerjaannya. Tapi, Angga belum istirahat sama sekali. Ia menimang-nimang, apa kira-kira jika dia menghubungi Meyka saat ini, apa Meyka mau menjawab panggilannya atau malah sebaliknya...?
Angga semakin tidak tenang, apalagi mengetahui Meyka saat ini tengah sakit. Apalagi sampai pingsan, membuat Angga sedih. Ya,,, saat mereka dalam perjalanan untuk menangkap buronan, Ribbye menelfon Reyhan, Ribbye meminta izin pada suaminya untuk menemani Meyka, Ribbye menjelaskan keadaan Meyka sama suaminya. Reyhan mengijinkan dan barulah tadi ia menjemput Ribbye di apartment Meyka sepulang bertugas. Lalu menjemput anak kembarnya di rumah papa Alex.
" Telfon tidak ya..." Angga terus menimang-nimang seraya memutar mobile.
Ragu dengan pikirannya, Angga bangun dan mengganti bajunya. Kemudian, ia mengambil kembali kunci mobil yang semula ia letakkan di atas nakas, samping layar segiempat yang terletak dekat tempat tidur Angga. Angga keluar kamar dan menuruni tangga, berpamitan sama bibik yang tengah memasak untuk sarapan pagi Angga dan kedua orang tuanya. Angga menyuruh bibi mengatakan pada kedua orang tua Angga, jika ia sedang keluar menemui teman. Saat ini Angga yakin kedua orang tuanya pasti masih tidur, mengingat ini hari libur, jadi papa dan mamanya akan santai.
Angga mengendarai mobil sport kesayangan yang ia beri nama Rocky, Rocky adalah hasil keringat Angga yang ia beli tanpa bantuan dari orang tuanya sepeserpun. Angga memang sering foya-foya dengan uang yang ia miliki, tapi bukan dari hasil keringatnya yang ia hamburkan. Tetapi, uang jatah dari orang tuanya. Angga anak satu-satunya yang begitu di manja membuat Angga berbuat semaunya, termasuk mempermainkan perasaan perempuan. Padahal Angga sendiri sangat menghormati dan menyayangi mamanya.
Tidak menunggu lama, Angga tiba di sebuah pekarangan apartment elit, memarkirkan si Rocky dengan rapi. Angga tidak turun melainkan berpikir. Apakah tepat ia datang pada saat ini...? Ataukah malah mengganggu seseorang yang bakal ia temui. Perasaan yang terlalu khawatir, membuat Angga tidak peduli akibat nantinya.
" Huufff,,,,, semua akan baik-baik saja." Angga menyemangati diri sendiri, membuang pikiran negatif yang bersarang di otaknya saat ini. Di terima atau di tolak saat ini, itu tidak penting ia pikirkan, yang jelas ia berusaha dulu. Hasilnya biarlah di belakangan menyusul.
__ADS_1
Angga berjalan menuju lift, ia menekan tombol di mana tempat yang akan tuju. Angga memikirkan sesuatu untuk tenang. Perasaan yang campur aduk, kini melintasi perasaan Angga yang sedang berkecamuk tak tenang.
Ting...
Lift terbuka, namun Angga terdiam sejenak sebelum ia melangkahkan kakinya dengan ragu. Menyusuri lorong menuju sebuah daun pintuh yang terlihat kokoh. Angga menatap daun pintu itu sejenak.
" Apa keputusan gue ini sudah benar atau salah..? Apa dia bersedia menemuiku atau malah mengusirku. Tapi, gue mengkhawatirkan keadaannya. " Angga berdebat dengan diri sendiri, sebelum akahirnya Angga menekan beberapa digit untuk membuka passwoard apartment Meyka.
Klik...
Pintu terbuka. Sebelum ke apartment Meyka, Angga terlebih dulu singgah di rumah sahabatnya Reyhan. Meminta tolong pada Ribbye untuk memberitahu passwoard apartment Meyka. Awalnya Ribbye menolak, karna Angga sudah menyakiti sahabatnya terlalu dalam. Tetapi, Angga tidak putus asa dan terus berusaha, membuat Ribbye percaya dan akhirnya Angga berhasil mendapatkan.
" Hufffttt....." Angga menarik nafas berat, memejamkan mata sejenak sebelum berjalan menuju kamar Meyka.
__ADS_1
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Bye-bye