
Mama Mia dan Papa Malik duduk termenung karna tidak bisa menghadiri pemakaman Angga, pemakaman Angga hanya di lakukan oleh keluarga besar dan tertutup. Bahkan Ribbye, Naya dan Rianti juga tidak bisa ikut karna menemani mama Anis yang down. Ingin sekali Mama Mia dan papa Malik ikut serta, namun mereka tidak bisa meninggalkan Meyka sendirian. Apalagi papa Anwar juga mengerti sehingga tidak membiarkan Papa Malik ikut serta, cukup menjaga Meyka karna peninggalan anaknya ada pada tubuh Meyka. Hanya itu yang tertinggal.
Di pemakaman.
Reyhan, Bima dan Rendy membantu menurunkan jenazah itu ke liang lahat. Hanya Anto yang tidak terlihat karna Anto sangat terpukul sehingga ia tidak bisa ikut. Setelah selesai mengkebumikan jenazah Angga. Reyhan, Bima dan Rendy pulang. Begitu juga dengan Papa Anwar.
Sementara di rumah sakit, kesehatan Meyka berangsur membaik bahkan Meyka menujukan pergerakan. Tak lama sudah di periksa, akhirnya Meyka sadar dari komanya. Mama Mia cepat mengabari Ribbye untuk memberitahukan semuanya. Mama Mia begitu bahagia, akhirnya anaknya itu sadar juga setelah beberapa waktu menunggu.
Meyka membuka matanya secara perlahan, hingga terbuka dengan sempurna. Meyka melihat kedua orang tuanya yang tersenyum tetapi terdapat cairan bening di wajah mama Mia. Meyka masih berusaha menetralkan tubuhnya, tubuhnya bahkan terasa sakit semua.
Ceklek...
Pintu terbuka dan masuklah Ribbye, Naya, Rianti dan di susul oleh beberapa orang lainnya. Baik Ribbye ataupun yang lainnya begitu bahagia karna akhirnya Meyka sadar. Walaupun mereka masih berkabung dalam kesedihan yang mendalam, tetapi setidaknya ada kebahagian yang muncul.
Meyka tersenyum melihat ketiga sahabatnya dan memeluknya dengan sayang. Mereka menangis haru. Meyka hanya tersenyum melihat semuanya.
Mama Mia dan Papa Malik duduk termenung karna tidak bisa menghadiri pemakaman Angga, pemakaman Angga hanya di lakukan oleh keluarga besar dan tertutup. Bahkan Ribbye, Naya dan Rianti juga tidak bisa ikut karna menemani mama Anis yang down. Ingin sekali Mama Mia dan papa Malik ikut serta, namun mereka tidak bisa meninggalkan Meyka sendirian. Apalagi papa Anwar juga mengerti sehingga tidak membiarkan Papa Malik ikut serta, cukup menjaga Meyka karna peninggalan anaknya ada pada tubuh Meyka. Hanya itu yang tertinggal.
Di pemakaman.
Reyhan, Bima dan Rendy membantu menurunkan jenazah itu ke liang lahat. Hanya Anto yang tidak terlihat karna Anto sangat terpukul sehingga ia tidak bisa ikut. Setelah selesai mengkebumikan jenazah Angga. Reyhan, Bima dan Rendy pulang. Begitu juga dengan Papa Anwar.
Sementara di rumah sakit, kesehatan Meyka berangsur membaik bahkan Meyka menujukan pergerakan. Tak lama sudah di periksa, akhirnya Meyka sadar dari komanya. Mama Mia cepat mengabari Ribbye untuk memberitahukan semuanya. Mama Mia begitu bahagia, akhirnya anaknya itu sadar juga setelah beberapa waktu menunggu.
Meyka membuka matanya secara perlahan, hingga terbuka dengan sempurna. Meyka melihat kedua orang tuanya yang tersenyum tetapi terdapat cairan bening di wajah mama Mia. Meyka masih berusaha menetralkan tubuhnya, tubuhnya bahkan terasa sakit semua.
Ceklek...
Pintu terbuka dan masuklah Ribbye, Naya, Rianti dan di susul oleh beberapa orang lainnya. Baik Ribbye ataupun yang lainnya begitu bahagia karna akhirnya Meyka sadar. Walaupun mereka masih berkabung dalam kesedihan yang mendalam, tetapi setidaknya ada kebahagian yang muncul.
__ADS_1
Meyka tersenyum melihat ketiga sahabatnya dan memeluknya dengan sayang. Mereka menangis haru. Meyka hanya tersenyum melihat semuanya.
Mama Mia dan Papa Malik duduk termenung karna tidak bisa menghadiri pemakaman Angga, pemakaman Angga hanya di lakukan oleh keluarga besar dan tertutup. Bahkan Ribbye, Naya dan Rianti juga tidak bisa ikut karna menemani mama Anis yang down. Ingin sekali Mama Mia dan papa Malik ikut serta, namun mereka tidak bisa meninggalkan Meyka sendirian. Apalagi papa Anwar juga mengerti sehingga tidak membiarkan Papa Malik ikut serta, cukup menjaga Meyka karna peninggalan anaknya ada pada tubuh Meyka. Hanya itu yang tertinggal.
Di pemakaman.
Reyhan, Bima dan Rendy membantu menurunkan jenazah itu ke liang lahat. Hanya Anto yang tidak terlihat karna Anto sangat terpukul sehingga ia tidak bisa ikut. Setelah selesai mengkebumikan jenazah Angga. Reyhan, Bima dan Rendy pulang. Begitu juga dengan Papa Anwar.
Sementara di rumah sakit, kesehatan Meyka berangsur membaik bahkan Meyka menujukan pergerakan. Tak lama sudah di periksa, akhirnya Meyka sadar dari komanya. Mama Mia cepat mengabari Ribbye untuk memberitahukan semuanya. Mama Mia begitu bahagia, akhirnya anaknya itu sadar juga setelah beberapa waktu menunggu.
Meyka membuka matanya secara perlahan, hingga terbuka dengan sempurna. Meyka melihat kedua orang tuanya yang tersenyum tetapi terdapat cairan bening di wajah mama Mia. Meyka masih berusaha menetralkan tubuhnya, tubuhnya bahkan terasa sakit semua.
Ceklek...
Pintu terbuka dan masuklah Ribbye, Naya, Rianti dan di susul oleh beberapa orang lainnya. Baik Ribbye ataupun yang lainnya begitu bahagia karna akhirnya Meyka sadar. Walaupun mereka masih berkabung dalam kesedihan yang mendalam, tetapi setidaknya ada kebahagian yang muncul.
Meyka tersenyum melihat ketiga sahabatnya dan memeluknya dengan sayang. Mereka menangis haru. Meyka hanya tersenyum melihat semuanya.
Semakin hari tubuh Meyka semakin membaik. Tubuhnya pun sudah menerima hati yang baru, tidak seperti awal-awalnya yang menolak hati baru. Bahkan Dokter beberapa kali memberi obat untuk menekan agar hati baru beradapatasi dengan tubuh Meyka. Semuanya berjalan dengan lancar, tubuh Meyka menerima dengan seratus persen.
Selama beberapa hari ini, Meyka selalu di temani oleh ke tiga sahabatnya, kedua orang tuanya. Ken, pasangan dari sahabatnya bahkan orang tua dari sahabaynya yang sering datang untuk menjenguk keadaan Meyka.
Meyka beberapa hari ini juga mengamati siapa siapa saja yang datang menjenguknya. Tetapi, orang yang di harapkan Meyka tak kunjung datang. Setiap pintu terbuka maka Meyka dengan cepat melihat ke arah pintu, berharap orang yang ia nanti berkunjung. Namun kekecewaan harus Meyka telan. Bahkan sudah satu minggu dari sadarnya, orang itu tidak pernah muncul.
" Sayang,,, kamu jangan banyak bergerak dulu. Nanti jahitannya terbuka lagi." Tegur Ken dengan lembut seraya memberikan potongan buah yang sudah ia kupas dan potong.
Meyka hanya tersenyum paksa. Pikirannya saat ini tidak tenang. Bayang-bayang kecelakaan itu selalu menghantuinya. Di mana Angga menangis dan memeluknya dengan kucuran darah yang begitu banyak, Meyka ingat sekali sebelum ia tidak sadarkan diri.
" Kemana bajingan tengik itu. Sudah satu minggu ini, sekalipun tidak pernah datang menjengukku. Apa jangan-jangan dia lebih parah dariku. Ahh tidak-tidak, ayo Meyka berpikir positif. Awas saja jika dia tidak datang menjengukku atau menemuiku sebelum keluar dari rumah sakit ini. Jangan harap aku akan memaafkannya, aku akan mencakar wajahnya jika aku bertemu." Lirih Meyka kesal dalam batin.
__ADS_1
Ken sangat perhatian dengan Meyka, dengan lemah lembut dan penuh sabar. Ken selalu ada buat Meyka. Surat yang di titipkan oleh Angga, Ken belum memberikan pada Meyka, karna kondisinya baru membaik. Lagi pula belum waktunya, nanti jika sudah keadaannya sangat baik, barulah Ken akan memberikan.
Tak menunggu lama, Ken pamit pulang karna satu jam lagi Ken ada pemotretan. Makanya Ken tidak bisa menemani Meyka semaunya karna tuntutan pekerjaan harus ia lakukan. Ken mengelus kepala Meyka dan mencium kening Meyka sebelum ia pergi. Tak lupa juga Ken berpamitan pada kedua orang Meyka dan ketiga sahabat Meyka.
" Sekarang kamu harus tidur, biar cepat sembuh dan kembali kumpul bersama." Tutur Naya dengan lembut.
Rianti dan Ribbye membantu Meyka berbaring yang sudah di perbaiki bantalnya oleh Naya. Dengan secara pelan pelan, Rianti dan Ribbye membaringkan Meyka, takut jika lukanya terbuka.
" Bye,,, bagaimana keadaan Angga...? " Tanya Meyka dengan pelan. Tidak sanggup menahan rasa penasaran bercampur khawatir, makanya ia memilih menanyakan keadaan laki-laki yang di cintainya pada sahabatnya.
Ribbye, Naya, Rianti bahkan mama Mia dan papa Malik yang mendengar pertanyaan Meyka mematung. Pertanyaan yang mereka hindari ternyata mereka dapati juga. Semuanya susah menelang salivanya saking terkejutnya. Entah alasan apa yang masuk akal mereka gunakan agar Meyka percaya.
" Kak Angga, baik-baik saja kok. Kamu tenang saja." Ucap Rianti dengan cepat, laku memberika kode pada semuanya agar ikut dengan dramanya.
" Iya benar Mey, kak Angga baik-baik saja. Sama sepertimu, kak Angga juga menjalani proses penyembuhan." Ucap Naya dengan tenang. Walau hatinya sudah kucar kacir gemetar, namun sebisa mungkin menenangkan diri.
" Bolehkah aku menemuinya..? Aku ingin melihat sendiri keadaannya. " Ucap Meyka dengan nada senduh.
" Boleh dong sayang. Tapi tidak sekarang ya. Kamu harus sehat dulu baru bisa menjenguk nak Angga." Sambung mama Mia lembut.
" Kenapa...? Aku maunya sekarang mama." Meyka memohon karna saking khawatirnya.
" Nggak bisa sekarang Mey, karna kak Angga bukan di rumah sakit ini. Kak Angga di pindahkan di rumah sakit keluarganya." Lanjut Ribbye tenang.
Mendengar semuanya, Meyka kecewa. Ingin sekali melihat wajah Angga, tetapi nyatanya mereka tidak satu rumah sakit.
" Maafkan kami Mey,, terpaksa kami berbohong." Batin Naya, Rianti, dan Ribbye secara bersamaan.
" Maafkan mama sayang karna harus berbohong. Mama tidak mau jika mama jujur, kamu menjadi hancur kembali. Maafkan mama nak. Kamu harus kuat menerima kenyataan jika nak Angga sudah pergi." Lirih mama Mia dalam hati, seketika matanya berkaca-kaca. Tetapi mama Mia cepat berdiri agar Meyka tidak melihat.
__ADS_1
Meyka memringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Saat ini Meyka merindukan sosok Angga. Entah mengapa Meyka sangat ingin bertatap muka, memastikan keadaan Angga dengan mata kepala sendiri. Tetapi apa daya, perkataan mamanya dan ketiga sahabatnya ada benarnya. Apalagi Angga tidak satu rumah sakit dengannya. Meyka hanya berharap semoga secepatnya ia pulih dan bisa menjenguk Angga di mana Angga di rawat.
Bagaimana ya jika Meyka mengetahui jika Angga pergi untuk selamanya.? Meninggal hatinya untuk Meyka. Bagaimana perasaannya Meyka jika ia tahu kalau Angga mengorbankan hatinya dam gara-gara itu Angga pergi. Aduuhhhhh,,,,, Author nggak bisa banyangin......🙈🙈🙈🙈