PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A & M PART 31


__ADS_3

Waktu terus berjalan, meninggalkan segala sesuatu yang terjadi di hari kemarin. Kini Meyka sudah mulai bergerak sendiri, seiring dengan lukanya yang mulai mengering. Meyka bersama Ken berada di taman rumah sakit tersebut. Meyka bosan berada di kamarnya, sehingga ia meminta keluar untuk mencari suasana segar. Di sinilah, Meyka dan Ken berada. Bersenda gurau dengan senang, Ken begitu perhatian membuat Meyka merasa nyaman.


" Ken,,, aku haus." Tutur Meyka dengan serak, tenggerokonnya merasa kering karna sedari tadi mereka terus berbicara dan bersenda gurau.


" Baiklah, kamu tunggu di sini ya. Biar aku pergi beli air minum untuk kamu. Kamu mau minum apa..?" Ucap Ken dengan lembut.


" Air putih saja." Balas Meyka tersenyum. Ken mengangguk lalu mencium kening Meyka sebelum meninggalkan Meyka di taman.


Meyka menatap ke depan dengan tatapan kosong. Pikirannya tertuju pada Angga, ia mengingat kembali saat kecelakaan itu. Bagaimana Angga mendekapnya dengan tangisan, bahkan Angga membisikkan kata-kata cinta dan permintaan maaf yang besar. Namun saat itu, dirinya sudah terlalu lemah sehingga ia tidak dapat membalas perkataan Angga.


" Eh mbak Meyka, kok mbak Meyka sendirian saja...? Ayo aku antar mbak Meyka ke kamar. Mbak Meyka harus banyak istirahat ya. Apalagi sekarang lagi mendung, nanti mbak Meyka kehujanan loh." Tutur Suster yang sering mengecek kondisi Meyka.


" Nggak usah sus, aku masih mau di sini. Teman aku lagi beli minum kok, aku menunggunya." Balas Meyka sopan.


" Tapi ini, hampir turun hujan mbak." Ngotot suster.


" Tidak apa-apa Sus..." Senyum Meyka, agar suster tenang. Bukannya tenang malah Suster terlihat gelisah dan duduk di depan kursi roda Meyka.


" Ayolah mbak, mbak Meyka harus menjaga baik-baik kesehatan mbak. Aku sudah berjanji pada almarhum pak Angga, kalau aku harus selalu memperhatikan kesehatan mbak." Ucap Suster dengan wajah sedih, mengingat bagaimana Angga memohon padanya dan Dokter sebelum ia di operasi. Meminta suster dan Dokter untuk selalu memantau kesehatan Meyka.


Jedar....


Jantung Meyka serasa langsung mau loncat. ' Almarhum pak Angga ' Tiga kata yang mampu membuat diri Meyka seketika runtuh. Meyka tak mampu berkutik, tubuhnya bergetar dan matanya terasa panas. Otaknya blank. Angga, Angga... Angga siapa yang di maksud suster ini. Itu bukan Angganya si polisi playboy. Pasti suster ini salah bicara. Meyka terus berperang dengan otaknya.


" Pak A-Angga,, maksud suster__


" Iya pak Angga pacar mbak Meyka. Pak Angga yang polisi itu yang kecelakaan bersama dengan mbak Meyka. Bahkan saking mencintainya mbak Meyka, Pak Angga rela mendonorkan hatinya pada mbak Meyka. Awalnya operasinya berjalan lancar, tetapi belum cukup dua puluh empat jam, pak Angga mengalami kritis karna jahitannya terbuka sehingga banya kehilangan darah. Kami tidak bisa menyelamatkan pak Angga." Ucap Suster dengan sedih, bahkan menceritakan semuanya dengan cairan yang mengalir di pipihnya. Suster tidak tahu jika kematian Angga di sembunyikan dari Meyka, namun Suster itu dengan polosnya mengatakan sebenarnya.

__ADS_1


Deg....


Meyka nyaris terjatuh kedepan. Untunglah suster dengan sigap memegangnya. Meyka bergetar hebat. Air matanya mengalir deras tanpa bisa berkata. Jadi, sahabatnya dan orang tuanya membohonginya selama ini. Mengatakan keberadaan Angga ada di rumah sakit keluarga. Meyka merasakan sesak yang mendalam sehingga ia jatuh pingsan.


Suster begitu panik. Suster mendorong kursi Meyka ke ruangannya untuk di periksa. Suster itu tidak tahu jika apa yang ia katakan barusan itu adalah penyebabnya. Suster berteriak meminta tolong dengan perawat laki-laki, dan suster, ia segera memanggil Dokter yang selalu menangani Meyka.


Dengan langkah cepat Dokter itu menuju ruangan Meyka dan memeriksanya. Sedangkan Mama Mia dan Papa Malik begitu panik. Bahkan Ketiga sahabatnya juga ikut panik, bukannya Meyka selama ini baik-baik saja. Bahkan kesehatannya berangsur membaik setiap harinya. Tetapi, mengapa tiba-tiba Meyka jatuh pingsan seperti ini.


Sedangkn Ken mencari-cari keberadaan Meyka di taman. Ken sama sekali tidak menemukan sehingga Ken kembali ke kamar Meyka untuk memastikan. Padahal Ken berencana untuk memberika surat yang di titipkan Angga padanya untuk Meyka. Karna Ken melihat Meyka sudah membaik dan tinggal beberapa hari lagi Meyka sudah bisa keluar di rumah sakit ini. Makanya Ken akan memberikan surat Angga, karna Ken juga dua hari kedepan ia akan keluar negeri. Takutnya ia melupkan surat itu jadi harus ia berikan sebelum Ken berangkat.


 


 


 


***


 


 


" Sayang,,, apa ada yang sakit...? Kenapa kamu menangis." Tanya mama Mia khawatir.


" Di mana Angga." Suara Meyka bergetar hebat di iringin dengan cristal bening yang semakin deras mengalir. Meyka menatap mamanya penuh harap. Berharap apa yang di katakan mamanya berbeda dengan apa yang di suster itu.


Semuanya terkejut mendengar pertanyaan Meyka. Bukannya Meyka sudah di beri tahu jika Angga masih dalam perawatan di rumah sakit keluarganya. Mengapa masih bertanya. Apa Meyka lupa ingatan..? Baru kemarin dulu mereka memberi tahu, tetapi sekarang Meyka kembali bertanya. Apa benar Meyka melupakannya...?

__ADS_1


" Sayang,,, kami kan sudah ngasih tahu kamu. Nak Angga di rawat di rumah sakit keluarganya. Kamu lupa...?" Ucap mama Mia pelan dan tenang.


" Di mana, rumah sakit apa namanya..? Aku mau ketemu sekarang." Meyka menekan kata-katanya. Matanya tak berkedip tetapi kucuran air mata terus mengalir.


" Iya nanti kami membawahmu kesana Mey, tapi tidak sekarang ya. Tunggu kamu sehat dulu." Tutur Ribbye seraya mendekat dan duduk di samping Meyka.


" Berhenti membohongiku...!" Teriak Meyka. " Katakan di mana Angga, Di mana Angga Bye, " Teriak Meyka sambil memegang tangan Ribbye dan mengguncangnya. " Katakan di mana Angga sekarang. Hiks,,,hiks,,hiks. Katakan di mana Angga. " Meyka histeris. suaranya gemetar, bahkan tangisannya terdengar begitu menyedihkan.


Mama Mia membekap mulutnya, ia ikut menangis karna merasa iba melihat anaknya yang histeris. Semuanya terlalu cepat, belum saatnya Meyka mengetahui. Tetapi Allah berkehendak lain. Mereka menutupi semuanya dari Meyka, tetapi Meyka mengetahui dari orang lain, entah siapa.


Ribbye memeluk Meyka, Naya dan Rianti juga ikut memeluk. Mereka semua menangis, Ribbye mengusap pelan bahu Meyka agar Meyka merasa tenang. Mereka tidak kuasa menahan tangis, apalagi Meyka terus meracau ingin bertemu Angga. Mulut mereka seakan kaku.


" Aku ingin bertemu dengannya, aku memaafkannya. Aku janji, aku tidak akan membencinya lagi seperti kemarin-kemarin. Aku mohon bawah Angga ke depanku. Aku mohon Bye, Nay, Ri. Tolong aku, pertemukan aku dengannya. Please..." Mohon Meyka dengan terisak. Suaranya menjadi lemah setelah ledakan yang histeris.


Ribbye, Naya dan Rianti tak mampu berkata. Mereka semakin mengeratkan pelukannya dalam tangisan kesedihan. Apa yang akan mereka katakan, permintaan Meyka tidaklah mungkin mereka patuhi. Bagiamana mungkin ia membawa Angga ke hadapan Meyka jika Angga sudah pergi jauh.


Ken memejamkan mata sejenak. Menengadahkan kepala menghadap langit-langit kamar itu. Ken ikut merasakan sakit, sakit melihat wanita yang di cintainya meangisi laki-laki yang bertahta di hatinya. Ken berpikir, apakah ia sanggup bersaing dengan orang yang sudah tidak ada...? Lebih baik ia bersaing dengan Angga yang masih berada di sekitarnya, di banding bersaing dengannya seperti saat ini. Ini lebih menyakitkan.


" Please bawah aku kepadanya, aku ingin meminta maaf. Tolong pertemukan aku dengannya." Meyka semakin memohon membuat ketiga sahabatnya semakin terisak dalam diam. Bahkan Mama Mia terseduh-seduh dalam pelukan papa Malik. Sungguh tidak tega melihat anaknya seperti ini.


" Tolong,,, " Meyka mengatupkan kedua tangannya, memohon agar ia bisa bertemu dengan Angga, sungguh sulit baginya menerima kenyataan apa yang di katakan oleh suster itu. Meyka tidak sanggup, ini terasa menyakitkan. Lebih baik Meyka di penuhi luka-luka di tubuhnya dari pada harus merasakan sakit yang tidak terlihat seperti ini. Ini sangat menyakitkan dan tidak ada obatnya, bahkan mungkin sampai mati ia akan membawa luka hatinya.


" Jangan seperti ini Mey, kamu harus mengikhlaskan kak Angga, biar kak Angga tenang di sana dan pengorbanannya tidak sia-sia." Ucap Naya terisak seraya memegang tangan Meyka yang masih mengatup memohon.


" TIDAK,,,,,!!! Apa yang kamu bicarakan Nay. Aku tidak mengerti apa yang kamu bilang. Dia tidak akan pernah meninggalkanku. Kalian dengar, dia tidak pergi. Karna aku tidak mengijinkan dia meninggalkanku. Dia harus selalu berada di sisiku, Dia sudah berjanji akan terus mengejarku karna Angga dan Meyka tidak akan pernah terpisahkan. Kalian dengarrrrr,,,, berhenti mengatakan omong kosong tentang Angga. Dia tidak pergi,, dia tidak pergi." Meyka semakin histeris, menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan perkataan Naya. Meyka terlalu marah mendengar perkataan Naya.


Ken berjalan mendekat untuk menenangkan Meyka. Jika mereka membiarkan Meyka dalam kondisi seperti ini. Bisa saja Meyka mengalami stres. Ken semakin mendekat dan menarik Meyka kedalam pelukannya. Meyka terus mengadu pada Ken, jika perkataan Naya itu bohong. Mereka hanya membenci Angga makanya mereka berusaha membuat cerita omong kosong. Ken mengangguk dan mengikuti kemauan Meyka, hingga Meyka tenang barulah Ken melepas pelukannya.

__ADS_1


" Ini ada titipan buat kamu. Aku harap kamu bisa menerima semuanya. Memang sakit Mey kita kehilangan orang yang kita cintai. Tetapi, bukan berarti kita kehilangan dunia kita. Kamu masih mempunya banyak orang yang mencintaimu. Berpikirlah dengan positif." Ucap Ken, menyerahkan surat untuk Meyka. Ken berharap dengan Meyka membaca surat dari Angga yang tidak tahu apa isinya, Meyka bisa menerima kenyataan.


Meyka menatap surat itu sebelum menerimanya, Meyka menghapus air matanya dengan kasar, melihat semua orang. Dengan tangan gemetar, Meyka menerima surat yang di sodorkan oleh Ken. Antara takut dan penasaran dengan isinya. Meyka membuka secara perlahan-lahan, semua terasa sulit karna tangannya yang terlalu gemetar.


__ADS_2