
Meyka hari ini tidak mood melakukan pemotretan untuk album mininya yang akan di rilis bulan depan. Meyka berjalan dengan lesu, menundukkan wajah tanpa berminat memperhatikan samping kiri kanan. Walau dalam keadaan tidak semangat Meyka tetap hadir di sesi pometretan tersebut, apalagi semua sahabatnya juga datang, Ribbye saja yang sedang hamil ikut hadir di sesi pemotretan tersebut, bagaimana caranya ia bisa tidak hadir jika yang lainnya hadir. Tanpa dirinya maka team tidaklah lengkap.
Ceklek....
Meyka membuka pintu dan menutup kembali lalu duduk di samping Ribbye untuk mulai di make up. Hanya menampilkan senyum paksa pada ketiga sahabatnya. Menyandarkan tubuh dan memejamkan mata.
Ribbye, Naya dan Rianti saling melirik, tak biasanya Meyka tidak bersemangat seperti ini. Bahkan melempar senyum pun dengan keterpaksaan. Sangat terlihat jelas.
" Loe kenapa Mey...? " Tanya Ribbye dengan lembut. Namun tak mendapat balasan.
" Nggak biasanya loe begini, karna di antara kita berempat loe yang paling bar-bar dan semangatnya luar biasa. Loe beneran Meykan kan...? apa jangan-jangan loe kerasukan cinta mak lampir ya." Ejek Naya dengan bercanda, berusaha mencairkan suasana yang nggak biasanya sepi seperti ini, dan biasanya kalau ia mengejek Meyka seperti ini maka Meyka akan langsung membalasnya dengan ejekan yang lebih parah.
Meyka tak menggubris apa yang di katakan Naya, ia hanya diam dan memejamkan mata. Hatinya benar-benar sepi saat putus dengan Angga, lelaki brengsek yang tega mengkhianatinya demi kepuasan batin. Meyka marah pada dirinya sendiri karna telah jatuh cinta pada seorang casanova yang ia pandang jijik, dan kecewa karna Angga bisa setega ini. Mungkin ini karma buat Meyka karna terlalu memandang rendah dan sangat jijik sama Angga semenjak dulu, ujung-ujungnya ia malah jatuh cinta pada Angga.
" Mey,,, kalau loe punya masalah loe bisa berbagi sama kita-kita, jangan loe tampung sendiri yang membuat loe jadi nggak bersemangat seperti ini." Ucap Rianti sambil merangkul bahu Meyka.
" Gue nggak kenapa-kenapa kok, gue cuma belum bisa lupain Angga. Huuffffttt,,, mungkin ini karma buat gue karna dulu memandang rendah dan sangat jijik padanya, tapi ujung-ujungnya gue malah jatuh cinta padahal gue tahu kalau dia itu seorang playboy." Ucap Meyka dengan tersenyum paksa.
__ADS_1
" Ya sudah, loe jangan terlalu pikirkan semua itu, jika kalian berjodoh pasti akan di persatukan kembali. Lagian sekarang kan ada Ken sebagai pacar loe. Ken orang yang baik sejauh kita kenal. Dan gue lihat dia benar-benar tulus dan sayang bangat sama loe. Itu sih yang gue lihat selama ini." Tutur Ribbye
Meyka mengangguk dan tersenyum. Mereka berempat akhirnya melakukan sesi foto dan berapa kali tag. Berganti pakaian beberapa kali hingga selesai dengan cepat.
***
Angga menghembuskan nafas kasar karna Melly terus menghubungi, ia tak mau menuruti keinginan Melly untuk datang menemui di apartment. Karna jika ia datang Meyka bisa saja ia bertemu dengan Meyka yang baku sampingan dengan apartment Melly.
Angga memang suka bermain dengan wanita lain bahkan tak cukup satu saja baginya. Tetapi cintanya hanya untuk Meyka, ia mencintai Meyka dengan tulus namun kebiasaan buruknya tak bisa ia hilangkan dengan spontan. Apalagi banyak wanita yang dengan sendirinya datang kepada dia dan melemparkan tubuhnya, dan itu Angga tak sia-siakan.
Melly sangat bahagia karna mampu membawa Angga keluar, walaupun dengan susah payah ia mengajak. Angga tidak seperti dulu dengan mudahnya ia rayu, sekarang Angga lebih terlihat cuek dan dingin. Melly terus bergelayut manja di lengan Angga.
" Sayang kita makan dulu yuk di restoran z, aku dengar di sana ada menu baru dan katanya enak bangat. Nanti setelah makan baru kita nonton ya." Ucap Melly dengan manja.
" Hm, terserah kamu." Balas Angga dengan malas.
Mereka menuju restoran tersebut, pengunjung di sana terlihat sangat ramai membuat Melly dan Angga susah mencari tempat yang kosong. Melly terus mengedarkan pandangan mencari tempat kosong hingga akhirnya ia menemukan.
__ADS_1
" Sayang, di ujung sana ada kosong, ayo kita kesana." Melly menarik lengan Angga.
Brukkk...
" Maaf nggak senga_____" Meyka tak melanjutkan perkataannya kala ia mendapati siapa yang tabrak.
Sama halnya dengan Meyka, Angga terlihat kaget. Pertemuannya dengan Meyka pasca putus tidaklah tepat. Dalam hati ia mengutuk dirinya yang mau menemani Melly jalan di luar dari pada menemui di apartment karna tidak mau bertemu Meyka, namun sial dia malah bertemu di sini.
Angga melihat tatapan banci dan jijik di mata Meyka. Angga sedih melihat itu semua, wanita yang cintai ada di hadapannya namun ia tidak berani menyentuh, jangankan menyentuh menyapapun ia tidak berani. Ia telah melukai wanita yang di cintainya. Tapi apa boleh buat nasi sudah menjafi bubur. Inilah resikonya karna ia seorang playboy.
***
Haiii semuanyaaaa,,,,, gimana kabar kalian. Semoga baik-baik saja ya.
Maaf baru bisa up cerita Meyka dan Angga. Di karnakan sangat sibuk kerja jadi nggak ada waktu untuk menulis. Semoga kalian terhibur dengan part ini ya.
Bye-bye......
__ADS_1