PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 20


__ADS_3

" Haii,,, Kamu sudah bangun ya. Ini aku sudah masakin buat kamu. Semoga saja kamu suka ya." Angga berucap dengan lembut, tanpa menghiraukan keterkejutan Meyka yang terdiam kaku bagaikan patung tak jauh dari meja makan.


Angga terus menata makanan yang ia masak. Perasaan Angga sebenarnya juga tidak karuang, cuma Angga berusaha rileks. Agar ia tidak terlihat canggung menghadapi Meyka yang sebentar lagi mungkin meledak.


" Ngapain loe ke sini..?" Meyka bertanya dengan suara dingin. Menatap Angga dengan tajam. Tapi yang ia tatap malah sibuk menyajikan, menata makanan agar terlihat cantik.


" Ah selesai,,, Ayo sini makan dulu. Kamu mau makan apa, biar aku ambilin." Angga sama sekali tak menggubris apa yang di katakan oleh Meyka.


" Gue nggak butuh makanan yang loe buat. Ngapain loe kesini..?" Meyka semakin menatap tajam ke arah Angga, membuat Angga berhenti dari kesibukannya dan menatap Meyka.


" Makan dulu Mey, mumpun masih hangat." Ujar Angga selembut mungkin.


" Gue bilang ngapain loe kesini...!" Meyka berteriak dengan kencang. Matanya merah menahan amarah yang begitu besar.


Sejenak Angga terdiam mendengar teriakan Meyka. Angga tidak menyangka jika Meyka akan berteriak seperti ini padanya. Angga akui ia sangat terkejut, tapi, itu sangatlah tidak penting sekarang ia pikirkan. Usahanya akan tetap ia lanjutkan, biarlah Meyka marah. Angga akan terus berusaha menaklukkan Meyka kembali, walaupun, Angga harus menemui kesulitan.


" Tidak usah teriak-teriak begitu Mey, kamu baru sembuh. Takutnya tubuh kamu kembali lemah. Ayo kita makan dulu." Angga mendekati Meyka, masih terus tersenyum dan meraih tangan Meyka untuk membawa ke meja makan.


Angga terdiam, tarikan tangannya tidak mendapat respon. Meyka tak bergeming. Bagaikan patung berdiri tidak mematuhi perkataan Angga yang sedang berusaha menarik tangannya. Saat Angga berbalik melihat tangannya yang menggenggam tangan Meyka. Angga menatap Meyka yang melihatnya dengan tajam.


" Mey,,, ayo____

__ADS_1


Plak....


Meyka menghentakkan tengan dengan kasar. Lalu, tanpa menunggu aba-aba, tangannya melayang di pipi Angga begitu keras. Hati Meyka sesak seketika. Meyka yang menampar Angga, tapi Meyka yang merasakan sakit.


" Hiks,,,hiks,,,hiks." Seketika Meyka menangis, tak mampu lagi menahan rasa sakitnya. Menampar Angga agar perasaannya lebih baik. Namun, bukannya perasaan legah. Tetapi, perasaan lebih sakit lagi.


Angga tak bergeming mendapat tamparan keras dari Meyka. Walau terasa panas dan nyeri. Angga tak berkata apapun. Itu hal wajar, lebih baik Meyka memukulnya seribu kali dari pada seperti kemarin bertemu bagaikan tak saling mengenal.


" Lepaskan, aku benci sama kamu." Meyka memberontak, memukul dada Angga yang sedang mendekapnya sekarang. Entah mengapa, yang sebelumnya ia menggunakan kata gue berubah menjadi aku.


" Maafkan aku Mey, aku salah." Ucap Angga, terus mendekap tubuh Meyka yang sedang merontah. Cairan bening mengalir di sudut mata Angga, sedih melihat Meyka seperti ini. Semua salahnya, mempermainkan perasaan tulus yang mencintainya.


" Maafkan aku." Angga terus mengucapkan maaf.


Cup......


Angga membungkam bibir Meyka yang akan mengeluarkan kata yang tidak ingin dia dengar. Meyka terus memberontak memukul Angga, tapi Angga tidak melepaskan dan terus melahap bibir Meyka. Berlangsung beberapa menit membuat nafas mereka saling bersahutan meraup oksigen.


Meyka mendorong tubuh Angga, dan... Plak,,, Sekali lagi Meyka melayangkan tamparan keras di pipi Angga, dengan jelas telapak tangan mungil tercetak warna merah di pipi putih Angga.


" Berani-beraninya kamu menyentuhku hah, aku benci sama kamu, aku me____

__ADS_1


" Jangan pernah katakan, jika kamu menyesal mencintaiku. Jangan Mey, akulah yang menyesal karna menyakitimu. Aku beruntung karna pernah di cintai oleh wanita sepertimu. Ku mohon jangan menyesal, aku akan berusaha mengejarmu kembali, biatkan aku berjuang mendapatkanmu kembali." Ucap Angga dengan tersenggal, suaranya terdengar pilu. Matanya menatap senduh wajah Meyka yang masih beraliran cairan bening.


" Aku tidak butuh usahamu, lebih baik kamu pulang. Aku sudah bersama lelaki yang pantas di sisiku. Ia mencintaiku. Jadi kamu berhentik mengusikku." Meyka memelankan suaranya dan membalik badan.


" Tatap mataku jika kamu sudah tidak mencintaiku." Angga menarik tubuh Meyka agar berhadapan dengannya.


Deg....


Deg...


Deg...


Meyka tak mungkin menatap mata Angga, karna ia sadar betul. Walau, mulutnya berkata benci, jijik. Tetapi, hatinya tidak bisa berbohong. Jika hatinya masih mencintai Angga. Memang kesal, akan tetapi itulah perasaan Meyka sesungguhnya.


" Tidak perlu menatap jika kamu tidak mau. Aku sudah tahu jawabanmu. Di sini,,, aku masih tersimpan rapat. Maka dari itu, sebelum terkikis dan hilang karna lelakimu itu. Aku akan mengambil tempatku, dan hanya untukku, bukan lelakimu yang kamu maksud.


Deg...


Seseorang di balik pintu dekat dapur merasakan sesak di dada. Bahagia waktu datang, karna ia membawakan beberapa makanan untuk Meyka. Senyum yang sempurna sebelumnya, kini telah layu. Menyaksikan semua apa yang terjadi di dalam dapur. Tanpa Angga dan Meyka sadari.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, dan vote ya.


Bye-bye


__ADS_2