PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 15


__ADS_3

Angga mengantarkan Melly pulang ke apartment, sesekali Melly menggoda Angga, tetapi Angga tak menggubris. Selain fokus menyetir, pikiran Angga berkelana memikirkan Meyka. Sikap yang di tujukan Meyka begitu acuh saat mereka bertemu.


Tak dapat di pungkiri, perasaan rindu memanglah berat. Hanya ada satu perempuan membuat hati Angga merindu. Kini Angga menyadari seratus persen perasaannya. Bahwa hatinya telah jatuh pada Meyka.


Awalnya Angga mengejar Meyka, ia pikir hanya tertantang karna Meyka selalu menolak dan terlihat jijik pada Angga. Maka dari itu Angga mengejar. Hingga ia dapat memacari Meyka tapi masih bermain di belakang Meyka, saat itu Angga belum sepenuhnya menyadari jika perasaan dan hatinya sudah ia labuhkan pada Meyka. Hingga ia melihat Meyka bersama cowok lain bahkan berpisah dengan Meyka. Di sini lah Angga menyadari semua. Bahwa Angga benar-benar mencintai Meyka.


Semua sudah terlambat, penyesalan demi penyesalan seakan tidak berarti, puing kebahagian telah ternoda oleh nafsu birahi semata. Angga sakit melihat Meyka yang tak mampu ia gapai. Apakah ia masih bisa atau tidak akan pernah bisa. Meyka sudah terlalu jauh dari Angga.


" Sayang,,, kamu singgah dulu ya, temani aku sebentar. Nanti aku berikan kamu kepuasan. Kan sudah lama kita tidak bermain." Tutur Melly dengan nada menggoda, bahkan mengelus dada bidang Angga.


" Lepaskan tanganmu Mel, aku tidak bisa. Mulai sekarang kita putus. Jangan pernah ganggu aku lagi atau sampai menghubungi aku lagi. " Angga berucap dengan dingin, ia tidak melihat Melly yang syok.


" Hehehe,, sayang kamu pasti bercanda. Bercanda kamu nggak lucu tahu. Ya sudahlah kalau kamu nggak mau singgah. Aku turun ya. By-by." Kilah Melly tertawa sumbang, ingin mencium pipi Angga namun Angga menepis.


" Aku tidak bercanda Melly, mulai saat ini detik ini juga kita putus. Kamu ingat kata-kataku, jangan pernah menghubungiku lagi." Angga menekang dengan suara datar dan dingin.

__ADS_1


Melly merengek dan menangis, meminta Angga menarik kata-kata yang sudah ia keluarkan. Melly tidak mau berpisah dengan Angga. Selain bisa bermain sama Angga, Melly juga mendapatkan uang dan masih bebas berkencang dengan yang lainnya. Karna Angga tidak pernah melarang. Tap kini, Angga yang memutuskan dan menyuruhnya pergi hingga Melly tidak berani membantah perkataan Melly.


Meyka yang baru saja tiba sehabis mengantar Ribbye pulang, ia mengutuk dirinya sendiri karna harus berpapasang kembali dengan Angga. Hatinya berteriak marah, mengapas dunia begitu sempit hingga dalam sehari harus bertemu dua kali. Mata Meyka memutar jengah, malas bertemu laki-laki yang sudah menghancurkan hatinya.


Meyka keluar dari mobil dan menutup. Kemudian ia melangkah ingin memasuki lift tanpa memperdulikan dua sosok mata yang terus memperhatikan dia.


Ting...


Lift terbuka, Meyka mengngkat kaki kanan untuk melangkah masuk. Namun langkahnya harus terhenti karna tangan Meyka di cekal oleh seseorang. Meyka melihat tangan itu dan sedetik beralih melihat wajah yang sudah berani mencekal pergelanngan tangan Meyka.


" Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu itu." Meyka menghempaskan tangan Angga, matanya berkilau marah. Meyka sengaja tidak peduli dan berjalan cepat menuju lift untuk menghindari Angga, namun Angga sendirilah yang menemuinya.


" Maaf Mey,,, aku tidak bermaksud menyentuhmu. Aku___


" Kenapa...? Loe masih punya muka bicara sama gue. Gue nggak ada urusan sama loe, jadi loe jauh-jauh dari hidup gue. " Sarkas Meyka dengan nada datar. Menatap Angga penuh kebencian.

__ADS_1


Tatapan itu seakan membunuh Angga, tak ada kelembutan dan rasa cinta lagi yang di miliki. Angga tidak menyangka jika Meyka benar-benar membenci dirinya sedalam ini. Angga berpikir jika suatu saat Meyka akan melupakan dan mau memaafkan dia. Tetapi apa...? Meyka saat ini hanya memandang Angga tak lebih dari manusia bejat.


" Maaf mengganggumu, aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Aku hanya minta maaf sama kamu. Aku salah dan itu wajar kamu marah sama aku dan membenciku sepuas hatimu. Bencilah aku Mey sampai kamu puas. Tapi ada satu yang harus aku katakan, walau kamu tak mau mendengar dan jijik sama aku, aku tetap akan mengatakan. Meyka, Aku mencintaimu." Ucap Angga menatap Meyka dengan dalam. Setelah mengucapkan kata itu, Angga mundur dan berlalu meninggalkan Meyka.


Belum sempat menjawab, Angga sudah berlalu di hadapan Meyka. Meyka menahan air mata agar tidak jatuh. Ia berbalik dan menekan tombol menuju apartmentnya.


Sesak, ya,,,,, dada Meyka terasa sesak. Buliran bening itu kini berlomba keluar untuk membasahi pipi putih yang mulus itu. Tanpa suara Meyka membekap mulutnya. Hingga sampai depan apartmennya lift terbuka.


Meyka membawa langkah dengan berat. Menghapus air mata agar tak terlihat. Beruntungnya saat dalam lift hanyalah dia seorang. Kata-kata Angga masih terngiang di kepalanya. Hingga pintu apartmentnya berhasil ia buka dan ia tutup kembali.


Meyka bersandar di pintu itu dan secara perlahan menjatuhkan tubuhnya dengan duduk di lantai. Tangisannya pecah, Angga telah berhasil menanam luka dalam hati Meyka. Meyka memukul dada agar perasaan sakit itu segera meredah.


***


Haii semuanya, apa kabar...? Kuharap kalian baik-baik saja ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. Like, commen dan vote sebanyak-banyaknya. hehehe


Terima kasih.😘😘😘😘


__ADS_2