
" Sorry gue nggak sengaja. Permisi." Tukas Meyka dengan datar lalu meninggalkan Angga dan pasangannya.
Melly menarik lengan Angga dengan kuat, karna Angga terus menatap kepergian Meyka. Ada perasaan cemburu dan tak suka di hati Melly karna Angga terus mematung di tempatnya dan pandangannya terus mengarah ke perempuan yang menabraknya tadi tanpa berkedip. Bahkan perempuan itu sudah tidak terlihat namun Angga masih terus melihat. Melly berusaha tidak memperlihatkan rasa kesalnya agar Angga tidak marah dan meninggalkan ia seorang diri.
Meyka berjalan cepat meuju toilet. Setelah sampai ia memilih kamar paling ujung dan masuk kemudian ia menutup pintu dengan kasar. Untung hanya dia seorang diri hingga ia tak mengusik pengunjung lain.
Tes...
Cairan bening kini mengalir di pelupuk mata yang indah, Meyka membekap mulut agar tak mengeluarkan suara, Meyka memukul dadanya yang terasa teramat sakit, namun tak nampak tetapi sangat ia rasakan betapa sakitnya. Terus memukul dan terus memukul hingga hatinya merasa tenang. Namun, bukannya rasa tenang yang di dapat melain bertambah sakit.
Meyka membenci hatinya saat ini yang merasakan sakit yang teramat dalam. Apalagi dengan mudah ia luluh dan jatuh kepelukan seorang playboy seperti Angga. Air mata terus mengalir membanjiri pipi yang mulus tanpa cacat. Berulang kali Meyka mengahps air mata itu dan tersenyum. Namun, alih-alih air mata itu kembali mengalir dengan sendiri bahkan makin bertambah.
" Berengsek... Hiks,,, hiks,,, hiks." Maki Meyka penuh kesedihan.
" Gue benci lo Ga, gue benci loe. Kenap,,, kenapa loe tega sama gue. Kenapa G,,,,, hiks,,,hiks,,,,hiks." Racau Meyka bahkan terus memukul dada yang merasakan sakit yang amat perih. Sungguh sakit yang tak mampu ia bayangkan kini ia mengalami secara singkat.
Ribbye, Naya dan Rianti yang melihat kejadian barusan, mereka menatap tajam pada Angga dan perempuan yang terus bergelayut manja di lengan Angga. Ingin rasanya mereka bertiga menghampiri dan menyiram minuman yang mereka minum dan mencakar wajah Angga, agar tidak berani lagi menampakkan wajahnya di hadapan orang termasuk Meyka sahabatnya.
" Maafin gue Mey,,, lagi-lagi gue buat loe terluka. Gue memang berengsek tapi jujur gue sayang sama loe. Maafin gue." Batin Angga memandang Meyka yang sudah tak terlihat lagi.
Ribbye berdiri ingin menghampiri Meyka di toilet, karna ia yakin seratus persen bahwa Meyka pasti menangis. Namun belum melangkah Naya dan Rianti terlebih dulu mencegah. Naya menyuruh Ribbye untuk tetap menunggu di sini bersama Rianti. Biar Naya saja yang menyusul Meyka akan tetapi Ribbye keras kepala dan tetap ingin menyusul Meyka.
" Loe di sini saja Bye sama Rianti, biar gue saja yang susulin Meyka." Cegah Naya dengan lembut.
__ADS_1
" Nggak Nay,,, gue nggak bisa duduk di sini dan hanya menunggu. Gue khawatir dengan Meyka, kalian berdua lihat kan tadi waktu sebelum kita melakukan sesi pemotretan. Di tambah dengan kejadian ini, gue yakin dia pasti nangis sekarang gara-gara playboy cap kerupuk yang kadaluarsa itu. Pokoknya gue mau susulin Meyka." Kekeh Ribbye dengan keras kepala.
" Ok,,, tapi loe harus hati-hati jalannya, ingat loe lagi hamil." Rianti memperingati sahabatnya itu agar tetap berhati-hati. Ribbye pun mengangguk dan detik selanjutnya mereka menuju toilet.
Mereka bertiga akhirnya berjalan menuju toilet, setelah sampai di toilet Naya menacari keberasaan Meyka dengan satu persatu Ia dan Rianti cek kamar yang tertutup untuk memastikan. Namun sahutan dari dalam membuat Naya dan Rianti meyakini kalau itu bukan sahabatnya Meyka.
Hingga pandangannya berhenti di satu pintu yang masih tertutup rapat yang terletak paling ujung yang belum sama sekali mereka cek. Ribbye, Naya dan Rianti yakin jika Meyka berada di sana. Naya berjalan duluan sedangkan Rianti memegang tangan Ribbye untuk bersamaan jalan menuju pintu tersebut.
Tok,,,tok,,tok.
" Mey,,, loe di daam kan...?" Tanya Naya penuh dengan ke khawatiran.
Hening...
Tak ada suarapun yang mereka dengar. Naya melihat Ribbye dan Rianti secara bergantian yang tengah menunggu jawaban. Nayamenggelengkan kepala karna tak mendapat sahutan. Hingga Naya kembali mengetok dan memanggil Meyka.
" Coba lagi Nay." Ujar Rianti sambil terus memegang lengan Ribbye.
Naya kembali mengetok dan hasilnya masih sama. Ribbye dan Rianti mendekat menggantikan posisi Naya yang terus mengetok pintu namun tak mendapat sahutan dari dalam . Membuat ketiga wanita cantik ini begitu cemas karna Meyka tak memberika respon.
Sedangkan Meyka, ia terus mengatur perasaannya agar lebih tenang, menarik nafas dan membuang secara berulang kali hingga perasaannya kembali tenang. Tetapi air mata dan sakit di hatinya seakan tak mau di ajak kompromi membuat ia terus diam tak bersuara.
" Biar gue aja yang coba." Tukas Ribbye dan mju ke depan.
__ADS_1
Tok...tok...tok
" Mey buka pintunya, gue tahu loe ada di dalam Mey. Loe jangan berbuat macam-macam, jangan bodoh Mey. Laki-laki seperti itu nggak pantas loe tangisin. Kita bertiga khawatir sama loe Mey. Please,,, buka pintunya Mey. " Sahut Ribbye penuh ke khawatiran bahkan mencoba memutar knop pintu sebisanya namun tak bisa juga.
" Mey\,\,\, kalau loe nggak buka pintunya\, gue dob_____
Ceklek...
Meyka keluar dengan mata merah nan sembab dan berusaha tersenyum. Namun sekeras apapun ia bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu dari ketiga sahabatnya ia tidak akan mampu melarikan diri, karna di mana pun ia akan tetap ketahuan.
***
Hai,,, hai,,,, hai. Angga dan Meyka datang lagi nih.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Like, comment dan vote.
Bye-bye......