PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 36


__ADS_3

Menempuh perjalanan yang lumayan menyita waktu, kini ke empat gadis yang berparas cantik, masing-masing mengistirahatkan tubuh mereka di atas tempat tidur yang empuk.


" Hei,, kalian tahu nggak. Roma di italia punya aneka sudut unik loh. Banyak bangunan cantik yang menghiasi sebagian kota Roma ini." Papar Rianti seraya bangun dari tempat tidur lalu menuju ke arah jendela dan melihat pemandangan di luar.


" Iya benar, Negara Roma ini berdiri pada sekitar tahun 753 SM. Bahkan situs kota ini telah di huni lebih lama. Hingga menjadikannya salah satu situs tertua yang masih dihuni di Eropa." Sambung Naya sembari memainkan benda pipinya.


" Wow,,, aku juga pernah baca di salah satu artikel. Ternyata kota ini pernah menjadi ibu kota kerajaan Romawi, Republik Romawi, dan Kekaisaran Romawi loh, dan di anggap oleh beberapa orang sebagai kota metropolis pertama yang pernah ada. Bahkan seorang penyair Romawi yang bernama Tibullus menyebut Roma sebagai La citta ertena ( The Eternal City ) Kota abadi." Papar Ribbye antusias.


" Aku nggak nyangka deh, kita bakalan terdampar di kota ini, padahal sebenarnya tidak tercantum dalam bucket list tour kita. Ide mengunjungi ibu kota italia ini terhitung dadakan bangat. Baru semalam Mbak Lia mengabari di group. " Rianti terus berbicara seraya berjalan dan menjatuhkan tubuhnya. Tepatnya, kepalanya di atas punggung Ribbye yang tengkurap sambil memainkan benda pipinya.


" Hmmm,,, Mey, kenapa tiba-tiba kamu ngebet bangat tour di sini..?" Tanya Naya pada Meyka, memicingkan mata menelisik sikap sang sahabat yang sedari tadi hanya memejamkan mata.


Meyka membuka matanya dan tersenyum mendengar pertanyaan Naya. Ya Meykalah si biangnya mengapa mereka sampai terdampar di negara metropolis ini. Jelas tour kali ini negara Roma tidak termasuk dalam list tournya. Namun Meyka mampu membuat sang Manager mengikuti maunya. Maka terjadilah sesuai keinginan Meyka.


" Hmm apa ya, lebih tepatnya sih aku terprovokasi dengan foto-foto Roma yang cantik di blog seorang teman." Tutur Meyka dengan singkat.


" Teman, siapa...? " Tanya Ribbye.


" Iya teman, aku mengenal singkat sih tepatnya. Waktu kita tour di Paris November tahun lalu." Kata Meyka.


" Yakin...?" Selidik Ribbye kembali.


" Yakinlah, kamu kenapa sih seakan mencurigai aku ada hal lain deh." Tutur Meyka, mengerutkan kening melihat Ribbye.


" Ya nggak apa-apa, soalnya kamu aneh sih. Nggak biasanya kan kamu kayak gini. Iya nggak guys.." Papar Ribbye kemudian di anggukki oleh Naya dan Rianti.


Ke tiga sahabat Meyka memang kebingungan dengan perubahan ini. Namun alih-alih kebingungan itu di anggap hal biasa oleh Meyka. Ia tersenyum seraya menggelengkan kepala menanggapi sikap curiga para sahabatnya.


" Pertimbangan lainnya karena Cairo-Roma hanya 3,5 jam saja di banding negara lain yang nantinya kita singgahi. Selain itu, sejarah Roma menurut aku ya, punya cukup daya tarik. Makanya aku memilih Roma." Tutur Meyka mematahkan kecurigaan sang sahabat.


Mereka bertiga mengangguk, mempercayai apa yang di katakan oleh Meyka. Walau masih terbesit kecurigaan. Namun, mereka tak mau memusingkan. Toh mereka tidak rugi datang di negara metropolis ini, bahkan sehabis performance nantinya, mereka bisa menggunakan sisa waktu untuk berjalan-jalan.


Mengunjungi museum sedemikian rupa, dan highlight yang tidak boleh ketinggalan.


" Aku juga mau naik keatas dome, untuk lebih leluasa bisa melihat view piazza san pietro ( alun-alun vatican ) dan kota Roma dari ketinggian." Papar Meyka tersenyum tipis.


Lebih tepatnya aku sendiri nggak tahu, kenapa tiba-tiba hatiku menginginkan di sini. Aku berusaha mengikuti bucket list kita yang sudah tersusun, tapi hatiku berharap di sini. Entahlah... Aku sendiri pun tidak tahu, ada apa di kota Roma.


Meyka bermonolog dalam pikiran yang bingun. Jangankan para sahabatnya yang kebingungan, bahkan ia sendiri pun di buat bingun oleh kemauan hatinya.


" Ya sudahlah, masih ada waktu 3 jam dari sekarang sebelum kita performance. Jadi lebih baik kita gunakan untuk istirahat sejenak." Tutur Ribbye seraya memperbaiki posisi untuk tidur.


Imperium Roma kejayaannya abadi, itulah yang terbesit saat menjejakkan pertama kali di kota Roma di jantung Italia, memandang Colosseum dan Air Mancur Trevi.


Roma adalah kota metropolis pada masa lalu, sekaligus menakjubkan dan misterius.


Imperium yang sangat luas itu, menjadikan ibu kota kekaisaran Roma sebagai tempat bertemunya beragam budaya.


***


Panggung megah untuk konser Meyka dan ketiga sahabatnya, sudah berdiri tegak di kota Roma.


Untuk informasi ada empat kategori tiket yang telah di sediakan, berdasarkan posisi menonton. Rock Pit ( berdiri tepat di depan panggung ), Festival ( Berdiri di belakang Rock Pit ), Tribune A dan Tribune B ( Duduk ). Semua tiket habis terjual, bahkan masih banyak fans yang tidak mendapatkan tiket tersebut.


Sebelum ia dan para sahabatnya performance, Ia berinteraksi bersama para penggemarnya, dengan memberikan tanda tangan dan berfoto-foto.


Kedatangan ia dan teamnya ke kota Roma, menjadi yang pertama kalinya sepanjang karir musiknya. Untuk itu, ia dan teamnya menolak adanya performance lain selain teamnya.


Alasannya, ia dan para sahabatnya serta team yang ikut, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu langsung penggemarnya. Dirinya benar-benar ingin menikmati euforia kehadiran penonton pada konsernya, sebab beberapa bulan terakhir ia vacum dari dunia musiknya.


Perwakilan pihak penyelenggarapun menyetujui keinginan pihak Meyka. Bahkan pihak penyelenggara juga sudah menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu.


" Mey,,, ayo cepetan." Panggil Rianti gemas.


Meyka tidak mendengarkan panggilan Rianti. Ia hanya fokus melihat ke arah kerumunan para penggemar yan terus memotret dirinya. Matanya melirik kesana kemari, seakan mencari seseorang.


" Meyka,, ayo dong. Ngapain sih di situ terus." Gemas Rianti seraya menarik tangan Meyka.


Bukannya mendapat jawaban, alih-alih Meyka masih melirik ke arah kerumunan itu.


" Mey,,, Meyka...!!!" Teriak Rianti tepat di telinga sebelah kanan Meyka. Rianti memberenggut kesal karna terus di abaikan oleh Meyka.

__ADS_1


" Isss Rianti, kamu apa-apaan sih." Protes Meyka.


" Kamu tuh yang apa-apan. Di panggil tidak menyahut, di tanya malah celinguk-celingukkan. Cari apa sih..?" Cerocos Rianti kesal.


" Nggak apa-apa kok. Maaf aku nggak dengar tadi. Ya udah ayo." Meyka tersenyum, seraya merengkuh pundak Rianti yang cemberut.


Meyka merasa bingun, hatinya merasakan sesuatu yang lain. Entah mengapa harapan yang ia simpan selama ini, berefek saat menjajahkan kakinya di kota Roma.


Bukan, maksudnya keinginan sebelumnya dan pada saat ini. Hatinya terus berpacu tak tenang. Seakan sesuatu yang ia harapkan Ada di sini, tak jauh dari tempatnya berada.


" Angga..." Gumam Meyka sepelan mungkin, masih melirik ke arah kerumunan tempat ia memberikan tanda tangan dan berfoto sama penggemarnya.


" Apa kamu bilang, Angga. Kamu menyebut nama Angga. Meyka,,, are you oke...?" Tutur Rianti penuh kecemasan.


" Nggak apa-apa kok. Ayo cepetan kesana. Ribbye dan Naya sudah menunggu." Papar Meyka tersenyum.


" Tapi kamu ta_


" Tidak apa-apa Ri, ayo." Menarik tangan Rianti yang merasa tidak puas dengan tanggapan Meyka.


Meyka dan ketiga sahabatnya menaiki panggung megah tersebut. Sebelum performance, Ia dan ketiga sahabatnya menyapa penonton dengan teriakan lantang. Suasana begitu riuh, ia semangat dan tersenyum lebar. Setidaknya mengobati hati sedikit yang merasakan sesak.


Sesudah menyapa penonton dengan riuh yang di sambut dengan teriakan semangat. Ia dan ketiga sahabatnya melakukan pekerjaanya dengan semangat pula.


Musik menggema di atas panggung dengan suara bass yang begitu dag dig dug di dada. Menyanyikan tiga buah lagu dengan farmasi lengkap sebelum solo masing-masing.


Tiba giliran Meyka yang bernyanyi solo, ia tersenyum lebar dan antusias menyapa kembali penggemarnya.


" Masih semangat nggak..!!!" Teriak Meyka lantang.


Penonton membalas dengan suara yang tak kalah semangat dari Meyka. Saking antusiasnya mereka tidak memperdulikan hawa panas yang menyeruak di kerumunan. Selagi melihat penampilan sang idola yang penuh energik.


" Oke, karna masih pada semangat, boleh nyanyi dengan saya. Kita nyanyi bareng-bareng ya." Tutur Meyka tersenyum.


" Lagu ini aku persembahkan untuk orang yang sangat special di hatiku." Tutupnya dengan hati pilu.


*Menatap kepergian dirimu


Terbayang saat bersama lewati masa terindah


Saat kau memelukku tuturkan cinta


Kaulah seluruh cinta bagiku


Yang selalu menentramkan perasaanku


Dirimu 'kan selalu ada di sisiku selamanya*


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku


Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama


Tak sanggup ku memiikirnya lagi


Habis seluruh nyawaku tangisimu


Meyka mulai sesak dalam menyanyikan lagunya. Air mata yang sedari awal mengalir kini semakin deras. Ia tak mampu membendungnya lagi. Lagu yang ia bawakan seakan adalah kata hatinya.


*Tiada lagi bait terindah terdengar merdu terucap


Merayu menyanjungku tenangkan jiwa


Kaulah seluruh cin-ta ba-gi-ku*


Tak mampu lagi melanjutkan lagunya, Meyka tergugu dalam sesaknya yang melanda hati. Ia berbalik menandakan membelakangi penonton, kedua bahunya terguncang hebat karna tangisannya yang pilu. Bahkan penonton ikut merasakan betapa sakitnya sang idola.


Bayang-bayang kenangan bersama Angga, kembali menari-nari dalam ingatannya. Tak sanggup melalui lagu karna ingatan itu berputar mengelilingi otaknya dan melumpuhkan otaknya untuk terus bernyanyi.


Meyka memukul dadanya yang teramat sesak, dan menekangnya berulang kali, berharap jiwanya kembali stabil. Tetapi, apa yang ia inginkan tak sesuai dengan kenyataan. Nyatanya ia terlalu sakit.

__ADS_1


Yang selalu menentramkan perasaanku


Dirimu kan selalu ada di sisiku selamanya


Melihat sang idola tergugu, para penggemar melanjutkan bait yang tak di teuskan oleh Meyka.


Kau bagaikan nafasku di tubuhku


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku


Ku kan selalu memujamu


Hingga nanti kita kan bersama


Bait ini telah di ambil alih oleh Ribbye, segera menghampiri Meyka yang terus menunduk menekang dadanya. Bahkan Ribbye, Naya dan Rianti ikut tersayat melihat sahabatnya begitu terluka.


Ribbye memeluk Meyka, kemudian di susul Naya dan Rianti, mendekap sang sahabat seraya terus bernyanyi dengan buliran bening yang menghiasi wajah cantik mereka.


Tiada cinta yang setulus cintamu


Tiada yang sanggup gantikan dirimu


Tiada rasa seindah kasihmu


Tiada yang mampu temani diriku


Walau dengan terbata-bata dan suaranya sesak, kadang terdengar kadang tenggelam. Namun Meyka berusaha melanjutkan lagunya.


Ketiga sahabatnya begitu kompak mendekapnya dan mengelus bahunya dengan sayang. Menguatkan agar tetap kuat.


Kaulah seluruh cinta bagiku


Yang selali menentramkan perasaanku


Dirimi kan selalu ada di sisiku selamanya


Hoo-ooo


Di lanjutkan oleh Naya, tak tega membiarkan sang sahabat terus bernyanyi dalam keadaan seperti itu, ia, Ribbye dan Rianti mengambil alih lagu Meyka.


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Yang sanggup menggerakkan segala gerakku


Ku kan selalu memujamu


Hingga nanti kita kan bersama


Huu-uuu


Di lanjutkan oleh Rianti, berusaha tersenyum walau air bening juga mengalir di netra cantiknya. Menghapus air mata Meyka dengan mengukir senyum semangat.


Kau bagaikan nafas di tubuhku


Yang sanggup menggerakkan segala gerakku


Ku kan selalu memujamu


Hingga nanti kita kan bersama


Kembali di lanjutkan oleh Ribbye. Sama halnya dengan Naya dan Rianti. Memberikan senyum semangat untuk sang sahabat. Menganggukkan kepala untuk mengajak Meyka, jika ia mampu.


Ku kan selalu memujamu


Hingga nanti kita kan bersama


Di akhiri dengan mereka berempat di tambah dengan suara penonton. Riuh tepuk tangan terdengar, menggema dengan lantang di depan panggung. Di tambah seruan yang terus menyemangati Meyka.


" Terima kasih." Tutur Meyka di sela tangisannya yang bercampur senyum.


***

__ADS_1


Di tengah kerumunan dengan berbagai muda mudi. Sosok yang mengenakan jaket kulit warna hitam di padukan kaos dalamnya dengan warna sama. Memakai topi warna hitam dan masker hitam. Menatap ke atas panggung dengan sorot yang tak terbaca.


__ADS_2