PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 17


__ADS_3

Ken menghubungi dokter keluarganya, menyuruh datang ke apartment Meyka. Ken kalang kabut melihat Meyka yang pucat pasih. Ken terus menggosok tangan Meyka. Memberikan minyak telon agar terasa hangat. Apa yang terjadi dengan Meyka selama ia berada di luar negeri. Ken merasa bersalah karna tidak bisa menjaga Meyka.


" Ada apa denganmu sayang...?" Tutur Ken dengan sedih, duduk di samping Meyka yang terus menggosok tangan Meyka. Hingga Ken melayangkan ciuman ringan di kening Meyka.


Berselang beberapa menit, dokter itu tiba di apartment Meyka. Ken menghampiri dan membawa masuk di kamar Meyka. Dokter itu segera memeriksa tubuh Meyka. Setelah memeriksa, dokter itu memberi resep obat, dan sudah menyuntik Meyka.


Ken bernafas legah mendengar penjelasan dokter. Setidaknya Meya tidak apa-apa. Hanya pingsan karna terlalu kedinginan akibat terlalu lama berendam di dalam bathub. Ken mengantar kedepan dokter itu, lalu mengucapkan terima kasih. Dokter mengangguk dan pamit pulang.


Setelah dokter pergi, Ken masuk dan menutup kembali pintu apartment Meyka dan segera menghampiri Meyka. Ken menatap senduh wajah kekasihnya yang tengah berbaring lemah nan pucat. Ken merapikan selimut yang membalut tubuh Meyka. Untungnya Ken sempat minta tolong pada dokter untuk memakaikan pakaian tebal pada Meyka. Karna ia tidak berani.


Ken bergegas keluar menuju dapur. Ia ingin memasak bubur dan sup untuk Meyka. Ken mengutak-atik dapur Meyka, mencari bahan yang bisa di gunakan.


***


Angga bertugas malam bersama ke empat sahabatnya. Mereka mendapat misi dari sang komandang untuk menangka seseorang yang sudah menjadi buronan selama setahun terakhir ini. Mereka sengaja tidak memakai seragam, agar tidak ada yang mengetahui jika mereka adalah polisi.


" Loe kenapa Ga..? Dari tadi gue perhatikan loe kebanyakan diam." Reyhan bertanya, merasa janggal dengan sikap bungkam Angga. Angga yang biasanya selalu bercerita tentang partner tidurnya atau yang sedang ia dekati, kini tidak berbicara sama sekali.


" Loe masih belum baikan sama Meyka..? " Bima ikut menimpali.


" Belum, bahkan Meyka semakin menjauh dari gue. Gue memang brengsek, gue pikir hanya bermain-main dengan Meyka. Tapi,,, tanpa gue sadari, gue beneran jatuh cinta sama dia." Angga berbica tanpa melihat sahabatnya yang setia mendengarkan.

__ADS_1


" Emang sih, siapapun yang di posisi Meyka. Pasti bakal ngelakui yang sama. Melihat cowoknya yang baru seumur jagung dengan tega bermain di belakangnya." Anto berkata tanpa memperdulikan perasaan Angga.


" Sudahlah man,,, semua sudah menajdi bubur. Tidak usah menyesali terlalu dalam. Jika kalian berjodo, Allah pasti akan mempersatukan kalian kembali. Asalkan sifat buruk loe itu, loe buang jauh-jauh. Siapa tahu dengan loe berubah, Meyka mau balik lagi sama loe." Rendy berbicara dengan bijak, di anggukki oleh yang lainnya.


Angga tersenyum dan mengangguk. Angga kembali terdiam dan melihat ke luar jendela. Hatinya terus memikirkan Meyka. tatapan kebencian Meyka seakan menusuk relung hati Angga yang terdalam. Angga menarik nafas dan membuang dengan berat. Pikiran Angga kacau.


Malam semakin larut, ke lima polisi ini terus melakukan pengincaran. Ada tiga orang yang sudah berhasil mereka ringkus. Tinggal bos besar yang mereka belum ringkus. Komandan mengintruksi dan membagi menjadi dua team. Satu team ke arah kanan dan yang satunya lagi ke arah kiri.


Angga satu team dengan Reyhan dan Anto, sedangkan Bima dan Rendy satu team dengan teman yang lain yang sudah di tunjuk oleh sang komandan. Mereka berpencar untuk bertemu di satu titik. Mereka semua siap siaga dengan pistol masing-masing di tangan yang siap meledak jika terjadi pemberontakkan terjadi.


Langkah demi langkah mereka lakukan, hingga bertemu di satu pintu yang tertutup rapat. Komandan memberi kode agar mereka waspada dan siap. Komandan menghitung satu sampai tiga sebelum pintu di buka.


Satu


Tiga


Ceklek....


" Angkat tangan..." Reyhan mengerahkan pistolnya pada buronan.


Di dalam ruangan itu, buka cuma satu orang saja. Melainkan beberapa. Mereka berpesta narkoba, minum minuman keras, berjudi bahkan ada beberapa yang sudah bermain dengan para pasangannya.

__ADS_1


" Jangan bergerak, semuanya diam di tempat." Sambung Anto saat melihat ada yang bergerak untuk melarikan diri.


Komandan menyuruh salah satu anak buahnya untuk memborgol semua yang ada di sini. Membawa ke kantor polisi dan memeriksa lebih lanjut.


Bima dan Rendy mengangguk, lalu berjalan membawa borgol. Mereka memborgol satu persatu, hingga borgol terakhir, Bima di dorong keras oleh sang bandar. Bima terjatuh tanpa pertahanan. Buronan itu langsung menerobos keluar dan melarikan diri.


Dor.....


Dor....


Dor....


Tiga kali tembakan terdengar secara bersamaan. Melumpuhkan buronan itu hingga tak mampu mampu melarikan diri. Buronan itu jatuh terkapar di lantai. Kedua betisnya kena tembakan. Lengan kanan juga terkena.


Angga, Reyhan dan Anto. Mereka bertigalah dengan sigap menembak, menghentikan buronan yang ingin melarikan diri. Dua dari polisi yang satu team dengan Bima dan Rendy, menghampiri buronan itu dan mengangkat menuju mobil. Semua yang berada dalam ruangan juga telang di giring ke mobil.


***


Haiii semuanya, readersku yang tercinta.


Janhan lupa like, comment dan vote. Jangan lupa rating limanya juga ya.

__ADS_1


Bye-bye


__ADS_2