PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 24


__ADS_3

" Laki-laki macam apa kamu hah. Laki-laki cemen, masalah sedikit saja sudah seperti itu. Kamu laki-laki atau banci hah. Kalau kamu memang mencintai Meyka, seharusnya kamu berhenti saat dia memanggil kamu, bukan malah pergi dan menghindar. Jika kamu laki-laki sejati ayo kita bersaing secara sehat. Tidak seperti anak kecil, melihat seperti itu saja sudah langsung pergi. Kamu tahu,,, sebelum kamu merasakan ini, aku sudah merasakannya terlebih dulu, saat kamu memeluk, mencium Meyka di depan mataku. Tapi aku tidak seperti dirimu yang hanya berlari tanpa menunggu penjelasan Meyka." Angga berapi-api berkata, membuat Ken semakin tersudut dan tak mampu membalas.


Reyhan dan Rendy menahan Angga, agar tidak semakin memperkeruh suasana. Reyhan menarik Angga dan membawa pergi, menjauh dari Ken agar tidak terjadi keributan kembali. Sedangkan Rendy membantu Ken berdiri dan membawa duduk di kursi.


" Maafkan Angga, baru kali ini ia meledak seperti ini. Gue harap loe memaklumi keadaannya. Terus omongannya tadi, loe nggak usah dengarkan. Karna gue yakin, loe tidak ada pikiran seperti itu." Rendy berkata dengan bersahabat, menepuk bahu Ken yang tertunduk.


Ken mengangkat kepalanya dan melihat Rendy yang tersenyum hangat padanya. Ken mengangguk dan membalas senyuman Rendy. Ken tahu, Angga sama sepertinya yang sangat mengkhawatirkan keadaan Meyka. Ken memang merasa bersalah karna tidak menghiraukan panggilan Meyka. Tetapi Ken sama sekali tak menyangka jika Meyka akan mengejar hingga terjadi kecelakaan.


" Loe tenang dulu, jangan membuat keributan. " Ucap Reyhan sambil memapah tubuh Angga.


Angga menarik nafas dalam-dalam, memejamkan mata sejenak dan membuka kembali. Menenangkan hati dan perasaan yang sempat tersulut emosi saat bertemu Ken. Angga menyadari kesalahan yang ia perbuat karna tadi ia sempat menuduh Ken. Setelah perasaannya legah dan hatinya merasa tenang, Angga melihat ke arah tiga perempuan cantik yang masih berdiri tak jauh dari pintu kamar Meyka.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Meyka..?" Angga bertanya kepada ke tiga perempuan cantik yang terlihat tegang dengan pertanyaannya.


Naya dan Rianti hanya terdiam sambil berpegangan tangan. Apalagi melihat sorot mata Angga yang mengintimidasi. Lama mengenal Angga, namun baru kali ini mereka lihat bagaimana jika Angga dalam mode yang buruk. Biasanya mereka hanya melihat Angga yang selalu menggombal, mengganggu dengan candaan yang kadang kelewatan. Tetapi membawa suasana menjadi heboh.


" Angga sudahlah, lebiha baik kamu kembali ke kamarmu untuk beristirahat. Nanti baru ke sini lagi." Ucap Bima dengan santai, berharap Angga akan mendengarkan perkataannya.


" Kenapa kalian diam,, Ribbye... " Angga semakin menatap pada ketiga perempuan cantik itu, mengidahkan perkataan Bima yang mengajaknya ke ruang kamarnya untuk beristirahat.


" Meyka,,, Meyka..." Ribbye bingun harus menjelaskan bagaimana pada Angga. Semakin terpojok membuat lidah Ribbye semakin keluh untuk berkata. Apalagi ia sudah di beri tahu sama suaminya, agar jangan sampai memberitahu keadaan Meyka yang sesungguhnya. Begini saja Angga sudah brutal memukul Ken, apalagi kalau sampai mengetahui yang sebenarnyanya, bisa-bisa Angga membunuh Ken, walau sebenarnya Ken tidak bersalah.


Ribbye semakin terpojok , tak tahu harus mengatakan apa. Apalagi saat melihat suaminya yang berada di belakang Angga memberikan kode dengan gelengan kepala beberapa kali. Ribbye semakin bingun, entah alasan apa yang harus ia gunakan untuk membuat Angga berhenti mendesak dan menerima alasannya.

__ADS_1


 


 


***


 


 


 

__ADS_1


Jangan lupa like comment dan vote ya...


bye-bye


__ADS_2