
" Are you ok,,,? " Tanya Ribbye dengan lembut sambil mengelus punggung Meyka dengan lembut.
" Apaan sih kalian, gue baik-baik aja kok. Nggak perlu khawatir ya. " Meyka memperlihatkan senyum manisnya pada ke tiga sahabatnya yang terlihat sangat mencemaskannya. Senyum terulas dengan manis namun menyimpan kesedihan dan kepalsuan.
" Loe habis nangis ya...?" Tanya Naya memegang pipi Meyka dan mengusap sisa air mata Meyka secara perlahan.
" Nggak kok, siapa juga yang nangis. Jangan sotoy deh loe." Balas Meyka sambil menepis tangan Naya yang mengusap wajahnya. Lalu Meyka memberikan senyum pada sahabatnya walaupun itu sangat ia paksakan.
" Jangan pernah loe tangisi cowok modelan kayak kak Angga, sayang air mata loe terlalu berharga buat orang kayak dia Mey. Dia itu nggak cocok loe tangisin. Lupakan dia dan terus lanjutkan hubunganmu dengan Ken. Dia sangat mencintai loe dan loe pantes bersamanya bukan bersama dia cowok playboy yang hanya mementingkan nafsu saja." Tukas Rianti dengan datar.
Meyka hanya diam dan tanpa bisa ia tahan, cairan bening kembali mengalir di pelupuk mata yang indah. Hatinya saat ini sangat sakit bagaikan teriris sembilu yang tajam. Tanpa bisa membalas perkataan sang sahabat. Tangisan Meyka pecah seiring dengan luka hati yang dalam. Meyka menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tangisan sakit yang begitu pilu terdengar di telinga ke tiga sahabatnya.
Ribbye, Naya dan Rianti secara bersamaan memeluk Meyka. Tak ada yang bersuara. Hanya membiarkan Meyka mengeluarkan semua rasa sakitnya. Hingga Meyka merasa tenang dan cukuplah pelukan yang mereka berikan.
" Sorry,,, " Sahut Meyka di sela tangisannya yang dalam. Berusaha tersenyum dan menghapus air matanya.
" Gue harap gue bisa terbangun dengan amnesia, dan melupakan hal-hal bodoh seperti bagaimana rasanya aku mencintai dan jatuh ke pelukan seorang playboy yang tak punya hati. Juga melupakan semua kenangan tentang dia. Mungkin juga gue yang tak baik untuk dia makanya ia masih mencari cinta yang lain." Ucap Meyka dengan serak karna tangisan yang dalam membuat suaranya sedikit serak.
__ADS_1
" Heiii,,, Loe jangan pernah merasa kalau diri loe itu nggak cukup baik, karna bagi seseorang, loe adalah yang terbaik. Buktinya Ken mengejar loe sampai saat ini. Kak Angga saja yang bodoh dan dia itu nggak baik buat loe." Sentak Ribbye dengan sewot.
" Loe berdua kejam bangat kata-katanya." Ucap Meyka sambil melihat Ribbye dan Ranti, lalu kembali tersenyum dan memeluk sahbatnya.
" Ya begitulah Mey, kita akan selalu menyampaikan kebenaran walau terkadang itu menyakitkan. Tapi itu kita lakukan untuk kebaikan loe. Terus loe jangan terlalu berharap sama playboy itu lagi, beginilah jadinya. Terlalu berharap akan menyakitimu, namun itu bukan alasan untuk menyesali diri." Ucap Naya dengan lembut.
Meyka mengangguk dan tersenyum. Bersyukur memiliki sosok sahabat seperti mereka yang selalu ada. Karna sahabatnya ini kadang bisa memberika pelajaran, yang tak di dapatkan saat masa sekolah.
Sahabat tak akan menghilang saat masalah datang, tapi menggandeng tanganmu dan menghadapinya bersama-sama. Persahabatan tidak perlu saling mengerti, karena sahabat akan saling menerima hal yang tak bisa di mengerti.
" Angga,,, Mulai hari ini, detik ini juga gue melepaskan rasa cinta gue ke loe. Walaupun itu sangat sulit karna hati gue terlanjur memilih loe, tapi gue akan berusaha semampu gue. Gue mencintai loe bukan karna hanya itu loe, tapi juga karena diriku saat bersamamu. "
" Loe bilang mencintai gue dengan tulus, tapi baru sebentar loe juga yang ngejatuhin gue dengan beribu kesakitan. Loe menghujam perasaanku dengan cinta palsumu. Bila cinta ingin bertahan lama. Harus bisa saling memahami, memberi dan mengasihi, serta menjaga baik perasaan. Tetapi loe sendiri yang menghancurkannya. "
" Terima kasih Angga karna loe pernah hinggap dan hadir di hidup gue, walaupun itu hanya sebentar. Tapi loe mengisi kekosongan gue, walau sekarang juga kembali menjadi kosong karna loe. Terima kasih. Dan maaf juga, mungkin karna gue nggak sempurna buat loe makanya loe masih pada tabiat loe dan bermain di belakang gue. "
" Sekali lagi terima kasih dan maafin gue. Selamat tinggal, semoga loe mendapat kebahagian loe dan gue juga mencari kebahagian gue sendiri."
__ADS_1
Batin Meyka terus berkata, mengeluarkan semua isi perasaannya tanpa harus di dengar orang. Berjalan penuh anggun dan duduk dengan tenang. Meraih gelas yang berisikan jus, lalu ia menegak sedeikit demi sedikit. Tak di pungkiri hatinya masih terasa ngilu melihat Angga yang tak jauh dari mejanya, namun ia berusaha menekan perasaannya. Hatinya sudah tekad untuk membuang perasaannya dan tdak mengharapkan Angga untuk kembali ke kehidupannya.
***
Hahhhh akhirnya bisa up lagi, maaf seperti biasanya aku sibuk jadi nggak bisa nulis.
hehehe, walau begitu jangan lupa dukungannya ya,,,, Like, comment, dan vote.
Bye-bye.........
__ADS_1