PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )

PLAYBOY COP IS MY LOVER ( Angga & Meyka )
A&M PART 34


__ADS_3

Saking tidak percayany, Mama Anis dan papa Anwar membawa Meyka ke tempatdi mana Angga di makamkan. Dengan langkah ragu dan lemas, Meyka beralan menghampiri batu nisan yang bertuliskan nama lelaki yang bertahta di hatinya sampai saat ini.


Pupus sudah harapan yang selama ini ia pertahankan. Membaca nama yang terterah di atas batu nisan itu. Hatinya terhantam kehancuran yang tiada tara, bahkan berkeping keping dengan gejolak yang sulitia jabarkan, saking sakitnya tertimpa sesuatu yang tak kusut mata. Belum juga Meyka memberikan maafnya pada sosok Angga,namun Angga kembali mengukir luka penyesalan bagi Meyka dengan terlebih dulu meninggalkan Meyka untuk selamanya.


Hanya gelengan kepala yang berbicara saat ini, di mana pertama kalinya merespon. Meyka jatuh duduk terkulai lemas tepatdi samping makam Angga, luruh kembali cairan bening yang belum sempat mengering sepenuhnya. Kini Meyka kembali histeris, bahkan melebihi dari pada sebelumnya.


" Nggak mungkin, ini tidak mungkin...!!!" Meyka teriak dengan lantang di setai dengan tangisan suara yang bergetar hebat. Tangannya terus memukul batu nisan itu sehingga terlihat merah.


" Ini tidak mungkin, ini pasti hanya mimpi. Tolong bilang padaku kalau ini hanya sekedar mimpi. Tolong bangunkan aku dari mimpi ini. Ini sangat menyakitkan." Meyka mengiba kepada semua orang, Namun Meyka tak mendapat jawaban sesuai keinginan hatinya saat ini. Sahutan yang Meyka tunggu tunggu tak ada titik terang malahan linangan air mata yang keluar dari netra semua orang yang berada di sana.


" Kenapa kamu meninggalkan aku...? Kenapa kamu melakukan ini. Ini sangat sakit Ga, apa kamu dengar hah, ini terlalu menyakitkan, kenapa kamu bisa sekejam ini padaku, kenapa kamu bisa tega padaku, kamu menyakitiku Ga, kamu sangat menyakitiku bahkan menghancurkan hidupku." Teriak Meyka dengan memukul tanah yang berada di dalam batu nisan itu. Air mata seakan menjadi saksi kesakitan yang di rasakan oleh Meyka.


Meyka terus berteriak, walau dirinya sudah berada di depan batu nisan yang bertuliskan nama yang bertahta di hati Meyka. Tetap saja, Meyka menolak untuk mempercayai apa yang dia lihat. Saking histerisnya, Meyka jatuh terkulai tak sadarkan diri di atas batu nisan itu. Lelah menangis membuat tenaga Meyka terkuras abis.


Papa Malik mengangkat tubuh Meyka, membawah langsung ke rumah saki. Terlebih dahulu berpamitan pada Papa Anwar dan mama Mia, karna sudah menjaga  Meyka semalaman.


" Kasian Meyka pa, Mama benar-benar tidak tega melihat dia seperti ini. Meyka sangat terpukul." Ucap mama Anis seraya melihat Meyka yang sudah barangjak pergi di bawah oleh kedua orang tuanya.


 

__ADS_1


 


***


Hari terus berganti, bulan ke bulan sehingga tidak terasa memasuki bulan ke tiga. Meyka lebih banyak diam dan bersikap seperti patung hidup, semuanya ia acukan bahkan selalu bersikap dingin terhadap Ken, tetapi Ken tidak mundur dan tetap sabar menghadapi Meyka dalam menghadapi semua beban hatinya yang hancur. Meyka akan banyak berbicara tetapi itu terhitung cuma satu kali dalam seminggu, tepatnya saat Meyka mendatangi pemakaman Angga, Meyka akan bercerita dengan leluasa dengan apa yang di laluinya setiap hari. Sesekali senyum tercetak di bibir mungilnya tetapi lebih banyak air mata yangia keluarkan, sehingga saat ia sepulang dari tempat ini, maka matanya akan merah dan sembab dan itu berlaku seterusnya setiap Meyka meginjakkan kakinya di sini.


Bagaikan orang bernyawa yang ia temani bertukar cerita. Meyka tanpa menyembunyikan apapun, semua yang terpendam ia keluh kesahkan di sini. Bukan hanya di sini, tetapi sejak tiga bulan terakhir ini, Meyka tidak pernah terlelap seperti biasa, ia akan bangun setiap tengah malam bahkan tidak tidur sedikitpun hingga pagi, hanya memandangi foto Angga dan mengajaknya berbicara dengan deraian air mata. Meyka seringkali menangis tengah malam di saat kedua orang tuanya sudah terlelap, hanya waktu itu Meyka bisa bebas menangis.


Entah sampai kapan Meyka akan berada dalam fase kesedihan seperti ini, namun Meyka tidak pernah mencoba untuk bangkit, Meyka terlalu larut dalam luka penyesalan atas kehilangannya sosol laki laki brengsek tetapi ia sangat cintai. Itu bukanlah cinta pertamanya namun Angga berhasil mengambil seluruh hati Meyka hingga tak menyisahkan ruang untuk orang lain hinggap.


Mama Mia dan papa Malik pernah membawa Meyka ke rumah sakit, menemui dokter psikolog . Tetapi Meyka malah mengamuk dan memilih pergi dari rumah orang tuanya, memili hidup sendiri di apartmentnya seperti sediakala. Namun, bukannya tenang, tetapi semakin terpuruk karna di apartmennya itu telah membawa kenangan bersama Angga, hingga kesalahpahaman terjadi dan di situlah terakhir kalinya dia bersama Angga. Mama Mia dan papa Malik menyerah dan membujuk anaknya sehingga Meyka mau kembali tinggal bersamanya.


" Pagi ma..." Sapa Naya seraya mencium tangan mama Mia yang duduk di sofa ruang tamu dengan tatapan kosong ke depan.


" Ah,,, ternyata ada si kembar juga, cucuku yang imut dan sangat cantik. Lama tidak bertemu sayang, nenek kangen." Mama Mia mengambil Yura dan Yuri dari pegangan tangan Ribbye, namun sayangnya Yuri tidak merespon baik, malah bersembunyi di belakang Ribbye, berbeda dengan Yura yang terlihat senang bertemu dengan mama Mia.


Mama Mia memeluk gemas Yura saat sudah berada dalam pangkuannya, tak lupa memberikan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Yura, sehingga membuat wajah Yura menjadi merah. Bagaimana tidak, Mama Mia mencium gemas pipi gembul Yura secara berulang kali.


Yura hanya tertawa bercampur cemberut saat mama Mia mencium dengan gemas.

__ADS_1


" Nenek stop, nanti pipi aku udah nggak cantik lagi kalau nenek cium terus." Yura berkata dengan kesal, mencibikkan bibir sehingga menambah kesan yang begitu menggemaskan bagi yang melihat. Di tambah ke dua tangan mungilnya menutup kedua pipi.


Mama Mia bukannya berhenti malah semakin mendekap tubuh Yura dengan erat dan kembali memberikan ciuman. Yura semakin berteriak dan itu sukses membuat semua tertawa. Kehadiran anak Ribbye si kembar membawa suasana menjadi hidup, terutama mama Mia yang terlihat kurang baik karna Meyka. Yura mampu mengobati sedikit ketegangan dan kesunyian hati mama Mia, semenjak Meyka kehilangan Angga. Meyka bagaikan patung berjalan, tak ada canda tawa, senyum ceria, sikap bar-bar ataupun hal lainnya. Semuanya hilang bersamaan dengan kepergian Angga.


" Baiklah, maafkan nenek sayang. Itu karna nenek terlalu merindukan kalian, cucu kesayangan nenek. Yura sih semakin cantik setiap hari makanya nenek tidak tahan mencium pipi gembul kamu." Seru mama Mia dengan tawa yang masih jelas terlihat karna sudah berhasil mengganggu Yura.


" Iya dong nek, kan aku di lahirkan sama mommyku yang teramat cantik. Makanya Yura juga cantik seperti mommy. Bukan, tepatnya aku lebih cantik dari pada mommy." Balas Yura dengan bangga sambil bersedekap tangan di dada, sikap narsis dan pedenya kini telah ia tampakkan.


" Iya deh, Yura memang paling cantik di antara kami semua." Naya dan Rianti membenarkan perkataan Yura dan itu membuat Yura semakin bangga.


" No,,, Aku lebih cantik dari pada Yura. Iya kan mommy...?" Yuri tidak mau Yura menang dan mengklain dirinya lebih cantik.


Ribbye yang mendapat pertanyaan seperti itu dari anak kembarnya tidak tahu harus menjawab apa. Takutnya salah menjawab membuat kedua anak kembarnya merasa.


" Kalian berdua kan itu kembar, jadi cantiknya kalian sama-sama sayang." Tutur Ribbye dengan lembut.


" No mommy, aku lebih cantik dari pada Yura." Ujar Yuri menolak perkataan Ribbye.


" Iya, kamu memang lebih cantik kok. Iya kan mommy, nenek, mama Nay, mama Ri." Ujar Yura tersenyum, mengalah pada adik kembarnya yang amat ia sayangi.

__ADS_1


" Iya sayang." Ucap Naya tersenyum lembut dan berlutut lalu memeluk Yura.


Ribbye tersenyum, anak sulungnya selalu mengalah jika adiknya sudah mempunyai ke inginan. Ribbye bangga, umur segini tetapi Yura selalu pengertian. Tidak mau membuat Ribbye kebingungan antara dua anak kembarnya, tetapi Yura baru seumur jagung tetapi sudah mampu mengimbangi suasana agar menjadi mudah.


__ADS_2