
"Apa yong lo lakuin hah, cari mati lo"bentak Rafa sedangkan Dafa dan lainnya menghampiri Meira yang tergeletak penuh darah.
"gu-gue gak nge-lakuin ap-apa-apa"ucap Via terbata-bata.
"gak ngelakuin apa-apa dari mana, mata lo picek ya lihat itu"ucap Rafa lalu mengarahkan telunjuknya ke Meira.
"LIHAT APA YANG LO LAKUIN SAMA ADEK GUE BANG**T" marah Rafa meledak tak tertahan.
"udah kita bawa dulu Meira ke rumah sakit"ucap Kelfin karena keadaan sudah semain runyam.
Dengan cepat Dafa membopong meira dan berjalan ke luar toilet, tapi sebelun keluar Dafa membisikan sesuatu kepada Via dan membuat via langsung menegang seketika.
"lo sudah berurusan dengan keluarga Briiand, jangan harap lo bisa lepas catat kata-kata gue"bisik Dafa dengan smirknya. Setelah itu langsung berjalan menuju parkiran disusul oleh yang lain dan yang tersisa di toilet hanya Via dkk yang sedang merutuki dirinya masing-masing.
DaFa Rafa dkk dengan cepat membawa Meira ke rumah sakit milik keluarganya. Sesampainya di rumahsakit mereka langsung turung dengan Meira yang masih dalam gendongan Dafa.
"YAAAAKKK....DOKTER...SUSTER.....
CEPAT TOLONG ADEK GUE"Teriak Rafa yang membiat mereka menjadi pusat perhatian tapi di hiraulan oleh mereka.
"WOYY MANA NI DOKTERR BISA CEPET GAK SIH"teriak lagi Rafa.
"iya tuan ada ya-"ucap salah sayu dokter dengan suter di belakangnya, sebum selesai dokter itu berucap langsung disambar oleh Dafa.
"cepat tolong adek saya CEPAT" ucap Dafa dengan di akhiri bentakan. Dokter dan suster pun langsung menyiapkan brangkar(entalah giman nulisnya) dan di letakannya Meira di brangkar tersebut lalu menuju ke UGD.
"maaf tuan anda mohon tunggu di luar"ucao seorang suster saat Dafa dan Rafa mau ikut masuk ek ruang UGD, dan si kembar hanya bisa menganggu dengan sedikit kecewa.
__ADS_1
"Raf hubungi bang Rey dan bqng key"ucap Dafa pada kembarannya dan di balas dengan anggukan.
"halo bang"ucap Rafa lirih'mungkin karena takut kelik:A'
"Kenapa" to the poin Rey.
"bang Meira masuk rumah sakit-"belum selesai bicara langsung saja di matikan secara sepihak oleh si Rey.Rafa pun langsung menelepon key dan sama juga seperti Rey telepon Rafa di matikan sepihak sebelum selesai bicara.
Prokk..porokk....
Suara langkah kaki tergesa gesa menuju ruang UGD, siapa lagi kalau bukan Rey dan Key.
"gimana keadaan Meira"tanya Rey dak Key bersamaan setelah tiba di ruang UGD.
"belum tau, masih di perisa dokter"jawab si kembar bersamaan.
"Meira di bully bang"jawab Dafa yang langsung membuat Rey dan Key mengepalkan tangan menaha amarah.
"kenapa bisa?kalian bisa menjaganya gak sih, kalok gak bisa bilang biar abang suruh bodygoard yang jaga" meledak sudah amarah Rey.
"benar apa kata bang Rey, kalian kalok gak bisa bilang" ucap Key membenarkan ucapan Rey.
"kita bisa jaga mei-" belum selesai si kembar menjawab langsung di sambar oleh Key.
"kalok bisa gak mungkin Meira berada di sini" ujar Key, sedangkan Rey hanya diam agar emosinya tak keluar lagi.
"maaf bang"ucap si kembar pada kakak nya. Sedangkan teman-temannya hanga menyimak .
__ADS_1
"halo Arya selidiki siapa yang berani membully adik kesayangan ku"ucap Rey di telepon pada orang kepercayaanya.
"baik tuan" ucap Arya lalu mengakhiri panggilan.
2 jam berlalu, dan Kelfin dkk beserta Sifa dan Okta pun disuruh Rey untuk pulang karena takut di cari Orang tua. Sebenarnya kelfin dkk dan Sifa Okta enggan untuk pulang.
, tapi mana berani mereka melawan ucapan Rey. Rey jugq sudab Menelepon Deni dan Mela, setelah mendengar Meira masuk rumah sakit Deni langsung menyiap kan Pesawat pribadininya, mukin perjalananya sekitar 4-3jam.
Clekkk....
Suara pintu terbuka dan leluarlah dokter laki-laki dari tuang UGD. Dengan cepat Rey,Key dan si kembar berdiri dari duduknya lalu menghadap ke dokter dengan nama David.
"Gimana keadaan adik saya?"tanya Mereka kompak.
"bengini tuan adik anda mengalami..........
Tbc.
***jangan lupa
vote
komen
share
like
__ADS_1
follow akun ini***