
.
.
.
Hari ini Meira di antar oleh suster pribadi menuju ke taman rumah sakit, dengan ia yang berada di kusri roda.
Sesampainya di taman, Meira memilih untuk berada di bawah pohon rindang nan sejuk. Di bawah pohon terdapat ruput yang lebar tapi rapi, bisa di bilang kayak karpet gitu.
Jam menunjuk kan waktu makan siang."Nona sudah saat nya makan siang, mari saya atar kembali" ujar yang suster.
"Tidak, aku ini tetap disini. Kamu bawa aja makan siangya keseni, ya" pinta Meira.
"Baik nona, saya ambil dulu makan siangnya. Nona tetap di sini dulu ya, saya takut nona kenapa napa" balas Suster itu, Meira hanya menganggukan kepalanya saja.
Meira melihat lihat taman ini, matanya menyusuri dari pojok ke pojok. Sungguh bosan hanya berdiam diri di kamar inap, ya walau sebenarnya banyak fasilitas yang mungkin bisa menyibukanya tapi sayang Meira tak berminat untuk menyetuh itu semua.
Hari ini ia sendiri, hanya suster yang menemaninya. Orang tua yang ia suruh untuk bekerja bekerja dan mengurus butiknya yang sedang ramai oleh pesanan, abang abangnya yang juga ia paksa untuk pergi berkerja, ngampus dan sekolah. Diabalik itu mereka sempat berdepat 1 : 7, tapi tetap yang menang 1. Meira dung.
Huuuuuffh
Haaaaahhh
Suara Meira yang menghirup udara lalu mengeluarkanya, ia pun melakukan itu lagi beberapa kali.
Sungguh Meira sangat senang bisa keluar dari penjara mewah itu hahahahah.
"Permisi nona, ini makan siang anda" upar sang suster tadi yang baru saja kembali.
"Terimakasih. Kamu boleh istirahat dulu" usir halus Meira.
"Tapi nona—" belum selesai berbicara , Meira sudah menyelanya.
"Udah sana, aku lagi pengen sendiri. Kamu tenang saja aku gak akan kemana mana, satu jam dari sekarang kamu bisa kembali kesini untuk membawaku kedalam.
"Baik nona" pasrah suster itu lalu pergi undur diri.
Meira pun mulai melahap makan siangnya, dengan sesekali ia melihat sekitar. Banyak pasien yang juga sedang berjalan jalan di taman.
Saat sedang asik memakan makananya, tiba tiba ada sepasang sepatu tepat di depan Meira. Meira yang tadinya melihat ke bawah pun langsung mendongakkan kepalanya.
'heh, ngapain ni orang ada di sini?' batin Meira.
Siapa ini gaess, hayoo tebakkk
__ADS_1
"Hai" sapa orang itu.
"Ohh hai juga" Balas Meira, lalu dengan kikuknya ia melanjutkan makanya.
"Gimana keadaan lo?" tanya orang itu, sambil mengambil posisi duduk di depan Meira yang di kursi roda.
"Udah mendingan kok kak, kakak ngapain di sini?" balas Meira.
"Syukur deh, emm gue kesini mau jengung lo. Tadi gue ke kamar inap lo, tapi lo-nya gak ada. Yaudah gue tanya sama suster suster sini, mereka bilang lo ada di taman" jawab orang itu panjang. Sedangkan Meira masih melongo, ia kaget menjengar balasan panjang dari orang itu.
"Tunggu tunggu, ini, ini beneran kak Kelfin. Kelfin Kenindra kan" ujar Meira yang masih di ambang kaget dan ragu.
"Ya iyalah, emang ada orang yang tampan kek gue" Jawab Kelfin sambil terkekeh pelan.
'WHATT, gak gak gak. Ini pasti hanya boongan kan, masa seorang Kelfin. Seorang Kelfin kek gini' batin Meitra.
"Heh kok lo diem" ucap Kelfin.
"Eng-enggak kok kak. Kok kakak gak sekolah, ini baru jam set 1 lho. Bukanya masih sampek jam 2 ya?" ujar Meira.
"Kakak bolos ya?" tambah Meira sambil menyelidik raut wajah kelfin yang biasa saja.
"Bukan bolos, tapi gak ijin aja sama guru" balas Kelfin sambil tersenyum kecil.
"Gue kesini pen tau keadaan lo, waktu tadi di sekolah abang lo bilang kalok lo lagi di rawat di rumah sakit. Gue gak tau kalok lo di culik, karena pas itu gue gak masuk sekolah" jelas Kelfin yang membuat Meira agak bingung. Kenapa? Karena penjelasan kelfin yang tiba tiba, padahal ia tak terlalu menuntut untuk di jelaskan. Mungkin ini inisiatifnya sendiri.
"Oohh" balas Meira sambil makan yang masih tersisa sedikit di nampannya.
"Oh doang?"
"Ya kalok buka oh, harus apa?. Apa perlu aku tanya 'kakak khawatir ya' atau' kenapa kakak segitunya banget sama aku' gitu?" balas Meira.
"Ya kalo lo mau gak papa, gue jawab kok nanti kalok lo tanya" ujar Kelfin, Meira yang mendengar itu menjatuhkan rahanya. Sungguh ia masih belum percaya kalok itu Kelfin si most wanted dingin, datar, dan gak banyak omong itu.
Meita membungkuk kan badanya sedikit, untuk mendekat ke arah kelfin. Lalu menyentuh kening Kelfin dengan tangannya.
"Gak demam kok" guman Meira pelan, tapi masih bisa di degar Kelfin.
"Kamu pikir gue sakit, gitu" ucap Kelfin.
"Habisnya kakak aneh banget. Atau jagan bilang kaka habis kepentok ya, atau salah minum obat, mungkin habis kesandung ya, atau kakak hilang ingatan" tuduh Meira.
"Sekata kata lo ini, bicara tu yang bener. Gue gak habis kenapa kenapa kok"
"Niat gue kesini baik dan murni buat jenguk lo" tambahnya.
__ADS_1
'kok gue malah merinding ya sama kak kelfin kalok bengini, atau mungkin ini hantu yang mirip kek kak kelfin' batin Meira yang tanpa sadar ia mengekus tangannya satu sama lain dan itu di ketahui oleh Kelfin.
"No, gue bukan hantu ya. Mana ada hantu ganteng kek gue"
"Iya, btw kakak ternyata narsis juga ya" ujar Meira sambik terkekeh pelan.
"just for you" Balas Kelfin. Membuat Meira sedikit tercengang.
"Ada ada aja nih kakak" ujar Meira dengan sedikit menggelengkan kepalanya.
"Memang ada kok" balas Kelfin gak nyambung.
"Udahlah makin gak nyanbung aja, mending aku balik ke kamar aja" ujar Meira.
Kelfin pun tertawa, entah apa yang membuat ia tertawa. "Biar gue antar" ucap Kelfin.
"Gak usah, bisa sendiri kok" tolak Meira, tapi di anggap angin lalu oleh Kelfin. Kelfin segera mendorong kursi roda Meira menuju kekamar inapnya.
.....
Gimana gaesss
Udahkan
Jangan lupa
like
Vote
Komen
share
Follow akun ini
Follow ig:@nmsiu256
follow *******:@nmsiu265 atau @nmsiu
itu satu akun yaaa
Thanks all
Byeee
__ADS_1