
Hari ini adalah hari girls time, Meira, Sifa dan Okta sedang menghabiskan waktu mereka di cafe. Cafe gak terlalu ramai membuat mereka lebih leluasa berbincang bincangnya.
"Sif dimana nih hubungan sama si pacar" tanya Meira.
"Ya begitu, di lagi sibuk ngurus perusahaanya" balas Sifa sambil mengaduk minumanya.
"Yang sabar, siapa tau dia sibuk biar bisa cepet ngelamar lo" ucap Okta diangguki setuju oleh Meira.
"Iye, lo juga kapanih udah tunangan tapi gak nikah nikah" tanya sifa.
"secepatnya sih, kalian tunggu undanganya aja" balas Okta.
"Sip lah, oh ya udah lama juga kita gak ngumpul bareng begini. Apa lagi si Meira susah banget buat diajak kumpul" ujar Sifa membuat Meira sedikit terkekeh.
"Meira kan dah punya pawang tetap, apa lagi kalok lagi nguruh bayi gedenya itu eksra energinya hahaha"
"Gak usah mengejek anda anda ini, nanti kalok dah nikah tau rasa juga" balas Meira mewanti wanti.
"Mei capek gak ngurusin si kelfin? Secarakan dia kalok sama lo kan coplas jadi bocil 5 taun, pengen di manja lah, ngerengek ini itulah. Yakan" tanya Okta. Memang Meira sering menceritakan dirinya pada dua orang ini tapi gak semuanya di ceritain hanya beberapa hal saja.
"Ya capek sih, tapi kadang ada nikmatnya juga. Dipikir pikir lucu juga kalok sikapnya kek gitu. Nanti kalok lo berdua nikah pasti tau apa yang gue omongin"
"Sebenernya gak sudah nunggu nikah sih, soalnya doi dah nunjukin dengan sukarela" tambah Sifa, yang memang pacarnya ini kelakuanya agak gitu manja manja tapi mencoba tetep cool.
"Iya dong, begini aja udah repot apa lagi nanti nikah kebongkar sudah semua sampek akar akarnya sifatnya." tambah Okta.
"Sebenernya gue kadang ngakak sendiri ngadepin sifat dia" ujar Sifa.
"Mana wajahnya kayak gak ada dosa" tambah Okta.
"Trus sok polos" tambah Meira, mereka bertiga pun tertawa.
"Aduh sakit perut gue ketawa terus" ujar Okta.
"Udah udah gak kuat gue" ucap Sifa sambil mengusap keringat di dahinya akibat tertawa.
"Eh gue le toilet bentar ya" ijin Meira lalu melenggang pergi setelah mendapat balasan.
Meira ketoilet, setelah itu iya ke wastafel mencuci tanganya, dan sedikit membenarkan rambutnya yang ia gerai itu.
Ia pun keluar toilet, dan berjalan menuju kemejanya tadi, tapi.
Duk
Bahu Meira tak sengaja menyenggol seseorang, dengan segera Meira meminta maaf pada orang itu.
"Maaf tuan saya gak sengaja, maaf banget" ujar Meira meminta maaf pada orang itu.
"Tidak apa apa nona" balas orang itu.
"Sekali lagi maaf, kalok begitu permisi" ujar Meira.
"Kamu tolong cari info tentang dia" suruh orang itu pada anak buahnya.
'Baru sekali bertemu, sudah menarik perhatian' batin orang itu.
__ADS_1
Sedangkan di sini Kelfin sedang bergelut kertas yang gak ada habis nya itu.
Tok tok tok
"Masuk" balas Kelfin.
"Permisi tuan, saya mau menyampai kan info yang baru di dapat dari mata mata suruhan anda" ujar tangan kanan Kelfin, bernama Riko.
Riko pun mendekat dan membisikan sesuatu kepada Kelfin.
Kelfin pun mengangguk paham, dan Riko pun undur diri dari ruangan Kelfin.
Kelfin menyandar kan punggunya ke sandaran kursi.
"Setelah lama pergi melarikan diri, dan tiba tiba kembali" ujar Kelfin.
Kelfin pun mengeluar kan benda pipih di sakunya. Dan menelepon seseorang.
"Halo"
"......"
"Gue ada sesuatu yang harus di bahas, jadi kumpulkan semuanya kita ketemu di tempat biasa"
"...."
"Sekarang, gue juga otw kesana sekarang"
__ADS_1
"...."
Tut tut tut tut
Kelfin pun bergegas keluar ruangnya dan pergi dari kantornya menuju tempat yang ia bicarakan tadi.
00o00
Di ruangan, bisa di bilang ruang tamu ini terdapat 10 orang sedang mendiskusikan sesuatu.
"Wah ternyata si dakjal kembali" ujar orang1
"Siaga satu ini mah" ujar orang 2.
"Apa yang akan dia rencanain lagi, gak kapok apa" ujar orang3.
"ho oh, padalah udah sampek kabur ke luar negeri" tambah orang4
"Yang penting, harus waspada. Dia bisa mulai rencananya kapan saja" ucap orang ke5 dengan wajah datarnya.
Mereka yang di sana pun mengangguk setuju.
Siapa sih orang yang menjadi topik pembahasan mereka? Dan siapa mereka ini?
Tbc
***like*** Vote komen share follow
__ADS_1
tkx