
.
.
.
.
Meira sedang berjalan menuju perpustakaan karena disuruh guru untuk menganbil buku absensi yang tertinggal di sana. Karena masih jam pelajaran, makanya jalan menuju perpus sangat sepi.
Meira berjalan dengan bernyanyi dan bersenandung pelan. Ia sebenarnya meresa gelisah, tapi ya sudahlah kalok terjadi sesuatu tinggal di hadapi saja.
"hkmm" seru Meira tak jelas karena ia dibekap dengan sapu tangan. Meira tau itu siapa, ia mencoba memberontak tapi sayang pengaruh obatnya terlalu kuat hingga membuat Meira kehilangan kesadaran dengan cepta.
Bruk
Badan Meira di angkat, di bawanya menuju parkiran dan keluar dari area sekolahan. Tibalah mereka di sebuah rumah tak berpenghuni, disana sudah terdapat beberapa orang dari pihak pelaku. Meira di bawa masuk kedalam rumah itu, lalu di dudukan di kursi tak lupa juga di ikat tangan dan kakinya.
Tanpa mereka sadari ada banyak orang yang sudah mengelung tempat itu, tapi mereka masih menunggu aba aba dari bosnya untuk menyerang.
Satu jam kemudian, meira bangun dari pingsan. Ia melihat sekitar, tiba tiba pintu di buka. Meira pun memusatkan pandanganya ke arah pintu itu, dan masuklah tiga gadis. Siapa lagi lalok bukan ........
Ya benar sekali, Angel dkk.
Angel dkk pun mendekat di mana Meira berada, tak lupa dengan senyum mengejek mereka. Sunguh angel dkk sangat meremehkan Meira, meira pun hanya memutar bola matanya malas.
"Ini akibatnya lo nentang gue, nyeselkan lo" ujar Angel sinis.
" Gak nyesel sama sekali" balas Meira apa adanya. Memang Meira gak nyeselkok.
"Wah ngeremehin banget lo, gue bunuh juga lo" sarkas Dita.
"I dont care, kalok emang takdirnya gue mati dengan begini. Yaudah gue iklas" balas Meira tanpa ragu dan mengunakan aksen lo gue.
__ADS_1
"Kalok lo iklas, baiklah biar kita yang jadi malaikat pencabut nyawa buat lo " ujar Manda dengan seringai, Angel dan Dita pun juga menunjukan seringainya tapi itu tak membuat Meira takut. Karena Meira sangat yakin sama abangnya yang pasti akan mencarinya dan menolongnya walau dalam kondisi tak bernyawa, dalam kondisi mengenaskan atau sebaliknya.
"Yaudah, siap siap neraka vvip buat kalian" balas Meira santai, sedangkan Angel dkk mengeram marah mendengar ucapan Meira.
"BANGSAT" Bentak Angel lalu
Plak
Plak
Plak
Sreeett
"auuss" desis Meira saat rambutnya di jambak kasar oleh Angel.
Giliran Dita yang juga ikut maju dan...
Bugh
Bugh
Buhgh
Pukul Dita pada Meira, meira hanya mendesis sakit dan perih. Meira tak berbicara ataupun memohon ampun pada Angek dkk, ia hanya mendesis menahan sakit.
Manda pun ikut melancarkan aksinya dengan mecoret wajah, baju, tangan Meira dengan alat make up terutama lipstick.
"Gimana sakit? Atau mau lagi hm? Hahahhah" tanya Angel mengejek lalu tertawa bersama Dita dan Manda. Sedangkan Meira menahan tangis dan perih, pipinya sudah merah, bekas pukulan pun mulai membiru.
Plakk
"Ini untuk lo yang gak nurutin gue" ujar Angel setelah menampak Meira.
__ADS_1
Bughh
"Ini karena lo nentang kita" ujar Manda setelah memukul tahang milik Meira sampai mengeluarkan darah.
Sreett
"Dan ini untuk lo yang udah main main sama kita" ucap Dita sambil menjambak Meira dengan kerass. Sunguh kesadaran Meira pulai menipis.
"Sekali lagi gue tanya, nyeselkan lo udah nentang kita?" tanya Angel sekali lagi.
"Udah gue bilang kalok gue ENGGAK NYESEL SAMA SEKALI" balas Meira dengan menekan katanya. Karena geram, angel pun langsung menapar keras Meira.
PLAKK
" shhhh" desis Meira, wajah Meira pun sudah sangat menengaskan. Pipi memerah dan sudur bibis deras dengan darag tak lipa coreta make up.
"Hahahaha hari yang menyenangkan sekali" ujar Angel di balas angukan setuju oleh Manda dan Dita. Mereka bertiga tertawa bersama lagi.
" Oh hari yang menyenangkan ya?"
Tbc.....
Ayoooo gaesss
Happy reading or sad reading?
Kalian pilih happy ending tau sad ending nih? Kepo soalnya author
Voteee yang banyakkk biar cepet updute nya author
Komen jugaa yang banyak
See youuu
__ADS_1