Posesif Brothers

Posesif Brothers
PB 5 [ SEASON 2]


__ADS_3

1 bulan kemudian


Saat ini, Meira sedang duduk bersandar di tengah ranjang sambil memaikan benda pipih miliknya. Ia sedang menunggu kepulangan suaminya, memang ia sengaja menunggu di kamar dari pada nunggu di bawah.


Saat sedang asik asiknya menggeser geser layar di benda pipih itu, terdengar suara yang mengalihkan pandangan Meira dari benda itu.


Krriieeek


"Assalamualaikum" ujar seseorang


"Waalaikumsalam, dah sampek kamu" balas Meira dan di jawab anggukan oleh Kelfin. Ya suami Meira yang baru saja pulang dari kantor.


Dan tiba tiba saja, Kelfin menjatuhkan tubuhnya di atas Meira lalu memeluk tubuh kecil Meira dan menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Meira. Meira pun membalas perlakuan Kelfin dan mencium rambut Kefin.


...



...


"Kak, kok badan kamu agak panas" ujar Meira lalu menjauhkan kepala Kelfin dan menatapnya.


"Wajah kamu juga pucet kenapa" tanya Meira tapi tak di balas oleh Kelfin, Kelfin malah menaruh kepalanya di leher jenjang Meira lagi.


"Maag kakak kambuh ya? Emang ta di siang kakak gak makan?" tanya Meira sambil berubah posisi menjadi duduk tegak. Kelfin membalas dengan gelengan dan saat meira merubah posisinya, ia juga ikut bergeser pindah memeluk perut Meira.


"Kalok enggak, trus kenapa? Jawab kak jan cuman geleng geleng aja" kesal Meira.


"Kaka tadi cuman huegk guegk" jawab Kelfin yang tiba tiba saja dia merasa mual. Dengan cepat Kelfin berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Meira yang panik pun mengikuti Kelfin dan memijat tengkuk Kelfin.


Kelfin mengusap mulutnya dengan tissue yang ada di wastafel. Badanya terasa lemas setelah ia mengeluarkan isi perutnya itu.


"Kak kenapa sih? Kok bisa sampek begini? Kenapa? Kaka ma--" belum selesai Meira berucap, Kelfin kembali memuntahkan isi perutnya.


Huek


Huekk


Huekk

__ADS_1


Meira mengambil tissue, yang akan ia gunakan untuk mengelap keringat Kelfin.


"Kaka kenapa sih? Kok muntah muntah?" tanya Meira khawatir.


"Tadi kakak bener makan siang kan?" tambah Meira


"Bener kok, cuman tadi aku makan makanan pedes" jawab Kelfin pelan, Meira yang mendengar jawaban Kelfin pun merubah raut wajahnya menjadi datar.


"Kenapa makan pedes, udah tau kalok kamu gak tahan pedes jugak. Masih aja ngeyel, nah tau rasakan sekarang" kesal Meira, sedangkan Kelfin hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Tadi aku diajak Dion sama Galang, buat makan seafood bareng. Gak taunya Dion pesen pesen yang extra bedas" jelas Kelfin dengan lirih.


"Trus kakak tetep makan itu" Kelfin menganggukan kepalanya.


"Nah bagus lah tuh, besok di ulang lagi ya. Sampek mampus"


'sialan kalian berdua, tunggu aja besok gue bales" batin Kelfin penuh kebencian yang mendalam.


Di sisi lain Galang dan Dion sedang berada di mansion Galang. Mereka juga sedang sakit perut akibat makan Seafood tadi. Sudah beberapa kalu juga mereka keluar masuk toilet. Mereka duduk di sofa ruang keluarga dengan menyadarkan tubuh loyonya di sofa. Tak lupa mereka juga mengelus perut mereka masing masing agar sakit perut mereka mereda dan hilang.


HAACHIUU...


"Napa nih, kek nya perasaan gue kagak enak" ujar Dion.


"Pasti ada hal buruk yang akan datang ke kita" balas Galang.


"Aaakkk dasar perut kamprett. Sakit banget ini" geram Galang sambil mengusap perutnya dengan kasar.


"Obatnya juga kagak manjurr, besok gue buat perhitungan tu toko obat gak berpaedah" tambah Dion yang kesal akibat obatnya gak manjur. Mereka berdua terus menggerutu, saling bersautan gunjingan mereka.


Tiba tiba saja mereka berdua berlari menuju toilet. Mereka saling tarik menarik untuk masuk duluan, dari Dion yang menjambak rambut Galang, Galang yang membalas dengan dorongan satu tangan dan satunya lagi memegan perutnya.


"Gue duluan" ujar Galang.


"Gak, gue dulu. Udah di ujung ini" Balas Dion yang masih berebut gagang pintu dengan Galang.


"Gue yang punya rumah, jadi gue dulu"


"Lo ke kamar mandi lain aja, kan banyak"

__ADS_1


"Gak, ini yang oaling deket. Woyy udah kagak tahan ini"


"Ya udah kita suit aja, yang menang duluan" saran Dion.


"Oklah" setuju Galang, mereka pun mengambil posisi mereka masing masing.


Tapi saat mereka akan mengeluarkan pilihan mereka, Dion mengambil kesempatan itu untuk langsung masuk ke kamar madik. Seketika Galang diam, Dannn


"WOYY DION ANJING, GOBLOK, BABI, ANAK GAJAH, BURUNG UNTA, TAI AYAM LAHHH KOUUU"


"GUE SANTET JUGA LO"


"SETAN LAH KOUUUU"


Tbc.


Sorry gaess baru up


Hehehe


Sekali lagi maap baru up


Di usahain bakal rajin up


Jangan lupa tinggalin jejak kalian


like


Vote


Komen


Share


Follow akun ini


Follow ig: @nmsiu256 ( di mohon banget ya gaess heheh)


See you next part

__ADS_1


Bye bye


__ADS_2