Posesif Brothers

Posesif Brothers
PB30


__ADS_3

Happy reading


Semoga sukaaa


.


.


.


.


.


"Hayyy adek iparr" sapa si pelaku.


Meira yang tau siapa itu hanya bisa menunduk kan kepala tak ingin mencari masalah, tak kupa ia menahan sakit pada kakinya.


Mereka adalah Angel dkk, ya siapa lagi kalok bukan mereka.


"Kenapa diem, gak bisa ngomong. Atau mendadak bisu" ujar Dita.


"Mau apa kalian" tanya Meira santai.


"Wahhh, ternyata gak bisu gaess" ujar Manda tapi bukan menjawab tapi malah mengejek. Sedangkan Meira hanya berdecak pelan.


Karena malas melayani omongan mereka, Meira memutuskan untuk berlalu pergi. Tapi tidak jadi karena tanganya di cekal oleh Angel.


"Tunggu dulu dong adek ipar" ujar Angel.


"Ck, gak sudi. Buruan" ujar Meira menahan kesal.


"Berani banget lo ma kita" balas Manda.


"Ngapain juga takut" batin Meira.

__ADS_1


"Okey okey, jadi gue punya tugas buat lo. Lo harus buat Dafa, Rafa dan Arga suka sama gue, atau salah satu dari mereka aja gak papa. Lo buat mereka suka sama gue dengan cara muji muji gue kek, atau apapun itu yang penting mereka jadi tertarik sama gue. Paham" ucap Angel dengan soknya.


"Gak mau dan gak sudi" balas Meira.


"Jangan ngebantah sama kita, kalok lo gak mau berurusan sama kita" ujar Dita dengan membentak sambil memandang Meira remeh.


"Siapa kalian bisa nyuruh nyuruh aku" balas Meira dengan malas.


"Gue calon kakak ipar lo. Jadi gue ada hak buat ngatur lo" balas Angel.


"Dih ge er banget" balas Meira dengan menatap Angel.


"Lo ya, jangan main main sama gue, gue bisa buat lo menderita tauk" ujar Angel yang sudah kesal atas ucapan Meira.


"Oh ya, tapi i dont care" balas Meira sambil berlalu menerobos Angel dkk yang menghalangi jalan.


"Awas aja lo" ujar Angel pelan tapi masih terdengar oleh Meira walau agak samar.


Meira berjalan menuju parkiran dimana abangnya sedang menunggunya. Meira berjalan dengan sedikit pincang akibat kakinya yang keseleo dan perih pada luka.


Di parkira, si kembar dan Arga melihat Meira yang berjalan dengan picang pun mendekat. Mereka melihat bagian kaki Meira yang disana ada goresan luka sedangan bengkak kaki Meira tak terlihat akibat terhalang sepatu.


"Itu bang, tadi aku jatuh trus keseleo deh sama luka kecil" jawab Meira dengan cengiran.


"Ya ampun, lain kali hati hati ya" ujar Arga di balas anggukan oleh Meira.


"Ayo abang gendong aja" ucap Rafa lalu mengendong Meira, Meira hanya pasrah saja.Mereka pun masuk mobil, lalu menyalakan mobil dan pulang.


"Sini kaki kamu, abang mau liat parah atau enggak keseleonya" pinta Dafa yang duduk di belakang bersama Meira, sedangkan Arga dan Rafa di depan.


Meira pun menaruh kakinya di paha Dafa, Dafa pun membuka sepatu dan kaos kaki Meira. Terlihatlah kaki Meira yang sudah agak membengkak agak biru.


Dafa memegang bagian kaki yang bengkak itu"Sakit?" tanya Dafa karena mendengar ringisan kecil dari Meira.


"Lumayan bang" balas Meira.

__ADS_1


"Mana ada lumayan Ra, itu lihat sampek biru biru begitu" ucap Rafa yang ikut nimbrung, tak lupa badanya yang agak miring menghadap Dafa dan Meira.


"Nanti bilang mama, biar suruh pangil tukang pijet" ucap Dafa di balas anggukan oleh Meira.


Sampailah mereka di rumah, dengan Meira yang di gendong oleh Dafa. Mereka di sambut oleh Mela, Karina dan beberapa maid.


"Lho kon di gendong Ra" tanya Mela.


"Ini ma kaki Meira keseleo" balas Arga bukan Meira.


"Kok bisa, sini duduk di sofa" ucap Karina lalu menyuruh Dafa agar mendudukan Meira di sofa.


"Tadi, Meira gak fokus jalanya, jadi jatuh deh kesandung" alasan Meira.


"Ya ampun sayang, mama suruh bibi pangil tukang pijet ya" tanya Mela.


"Iya ma, panggil aja kakinya Meira udah bengkak tuh" jawab Rafa bukan Meira.


"Yaudah mami suruh bibi dulu buat panggil tukang pijet" ujar Karina lalu melenggang pergi.


Tbc...


Sampai sini dulu ya gaess


Jangan lupa


like


Vote


Komen


share


Follow akun ini

__ADS_1


Follow ig juga


Byeeeee


__ADS_2