Posesif Brothers

Posesif Brothers
PB1 [season 2]


__ADS_3

SAHH


Ucap sang penghulu yang bergema di aula hotel. Semua pun berucap syukur, atas kelancarannya. Kelfin si mempelai pria pun tak bersorak senang di hatinya, sungguh ini hari yang sangat ia tunggu tunggu.


Mempelai perempuan pun datang mendekat ke mempelai pria, Meira itulah dia. Hidung yang agak memerah akibat terharu akan suasana sakral ini. Meira pun mengadahkan tanganya ke Kelfin, Kelfin yang paham pun memberi tanganya untuk di cium Meira. Setelah iti, Kelfin mencium kening Meira.


Setelah selesai mengurus surat surat, mereka berdua menyalami para tamu undanga yang hadir. Memang tidak banyak karena ini belum pucak acaranya.


"Jagain adek gue, awas aja sampek lo nyakitin dia" Ucap Rey pada Kelfin.


"Tenang aja bang, diusahain" balasnya.


"baek baek lo ama gue" ujar Rafa .


"hmm" dehem Kelfin


"Gue selalu pantau lo ya" ucap Dafa


"Udah gede gak perlu di awasin" balas Kelfin.


Setelah itu mereka pun berfoto bersama. Setelah acara selesai mereka berdua istirahat di kamar hotel.


Meira pun merebah tubuhnya di ranjang, Kelfin yang melihat istrinya merebahkan tubuhnya pun ikut merebakan diri.


"Capek banget" ujar Kelfin sambil memeluk Meira dari samping.


"Ya tidur sana, aku mau hapus make up dulu" ucap Meira lalu mencoba melepas pelukan Kelfin.


"Gak, biar gini aja"


"No, aku mau sekalian mandi. Gerah banget ini" balas Meira, tapi karena tidak memdapat tanda tanda Kelfin melepaskan pelulanya. Akhirnya Meira pun mencubit lengan Kelfin yang berada di perutnya.


"Aauuu, sakit yang" keluh Kelfin.


"Salah sendiri gak mau nglepasin pelukanya" ucap Meira lalu menuju ke meja yang terdapat cermin rias kecil. Kemudian mulai membersihkan make upnya, sedangkan Kelfin masih merasa kesal akibat cubitan Meira dan ia memilih bermain hpnya.


"Sanah mandi dulu, baru rebahan lagi" ucap Meira yang baru selesai mandi, lalu mendekta ke arah Kelfin dan menarik narik tanganya agar bangun.


"Iya iya" pasrah Kelfin lalu pergi menuju kamar mandi.


Meira pun merebahkan tubuhnya dan mencari posisi nyaman untuk tidur. Mata Meira pun mulai terpejam sedikit demi sedikit dan akhirnya pun tidur.


Kelfin pun keluar kamar mandi, dan antensienya mengarah ke istrinya yang sudah terlelap di ranjang. Tanpa ba bi bu pun berjalan mendekat keranjang lalu menyusul istrinya yang sudah terlelap. Dengan pelukan eratnya, kepala yang di taruh di ceruk leher Meira membuat Kelfin seperti terbius dan membuat Kelfin semakin terlelap.




Acara resepsi pun di mulai, Kelfin dan Meira memasuki pelataran. Sungguh ramai para tamu undangan dari keluarga besar, teman teman dekat, teman teman kuliah atau sma, beberapa rekan bisnis dan masih banyak lagi.

__ADS_1



"Meiraa kangen" ucap Sifa lalu memeluk Meira.



"Alay lo, baru 3 hari gak ketemu elah" ejek Okta.



"Biarin, suka suka gue. Kan yang kangen gue kenapa lo yang sewot" balas Sifa sedangkan Okta hanya berdecak.



"Udah, ngapain malas ribut. Sanah tuh banyak makanan, abil sepuasnya" ujar Meira.



"Tau aja lo Mei hehehe" ucap Sifa dan Okta, meira hanya tersenyum dan agak menggelengkan kepalanya. Ia sangat mengenal tingkah kedua temannya ini, mereka bahkan juga melakukan hal yang sama di nikahan abangnya Gibral dan Rey.



"Yaudah gue pergi dulu, and selamat buat kalian ya" ucap Sifa.




"Temen kamu tuh" ejek Kelfin.



"Biarin wle" balas Meira sambil menjuluskan lidahnya singkat.



Kelfin yang di buat gemas akan tingkah Meira pun, mencubil pipinya pelan.



"Ehh si bos malah uwu uwuan" goda Galang yang baru datang mendekat bersama Dion.



"Inget tempat dong, kasian yang jomblo" tambah Dion.



"Ck elah" decak Kelfin.

__ADS_1



"Masih untung gue dateng ke sini, sebagai teman yang budimankan harus turut senang" ucap Galang.



"Lo gak dateng gue malah sujud syukur" balas Kelfin.



"Boss, selamat ye. Langgeng terus, jangan lupa buatin keponakan yang lucu." ucap Dion memberi selamat.



"Yang banyak ya bos" tambah Galang sambil terseyum lembar.



Kelfim hanya menganggukkan kepalanya, mengiyalan ucapan kedua temanya ini. " Udah sono, cepet pergi" usir Kelfin.



"Iya, ini juga mau pergi. Bebeb Meira abang pergi dulu ya jangan kangeng lho" ucap Galang lalu segera menarik Dion pergi dari sana.



"Galang jaga ucapan lo yak" ujar Kelfin yang masih bisa di dengar oleh Galang dan Dion. Sedangkan Meira yang melihat tingkat dan perdebatan suami dan teman temanya pun hanya terkekeh saja. Sangat lucu ekspresi Kelfin yang sedang marah, kesal dan cemburu.



***Tbc***....



***Jangan lupa***


******like******


***Vote***


***Komen***


***Share***


***Follow akun ini juga***



***See you***

__ADS_1


__ADS_2