
Setelah tadi siang mereka asik panen buah, dan sekarang hari sudah mulai malam. Mereka semua memutuskan untuk bbq-an di halaman belakang. Mereka menyiapkan bahan, alat dan lainya yang di butuhkan untuk acara bbq mereka, tak lupa juga dengan sedikit dekorasi lampu-lampu yang menambah kesan aestetik dengan di bantu oleh para pelayan.
Terdapat jenis bahan bbq seperti berbagai macam jenis seafood, ada sosis, ada daging ayam sampai daging sapi, tak lupa dengan buah yang tadi di panen juga tersedia.
"Wahhh pasti enak bangett ini" ujar Meira antusias yang berdiri di dekat pemanggangan bersama Rafa yang sedang membolak balik daging.
"Pastilah sayang, apa lagi abang yang masak pasti tambah enak" pd Rafa.
"Terserah abang aja, tapi Meira saranin untuk di kurangi rasa kepdan abang. Orang tinggal bakar doang bumbu bumbu aja sudah di racikkin sama pelayan, ya pasti enaklah" ujar Meira sambil berlalu pergi meninggalkan Rafa yang sedikit kesal.
"Dek sini duduk deket abang" ajak Dafa pada Meira, Meira berjalan mendekati Dafa dan duduk di tempat kosok dekat Dafa.
"kak tolong ambilin buah apel itu donggg" pinta Meita dengan wajah imutnya yang membuat Dafa tersenyum gemas.
"Nih"
"Aaa makasih banggg"
Mereka semua berkumpul untuk saling berbincang bincang sabil menunggu bbq-nya matang,ngomong ngomong yang orang yang bertugas memanggang adalah Rafa dan Arga.
"Bbq nya dah jadiii" ujar Arga sambil membawa nampan berisi bbq yang sudah matang.Mereka semua menikmati malam dengan bbq dan kehangatan keluarga.
Pagi pun tiba, Meira bangun sangan pagi hari ini. Meira melakukan ritual paginya dan menggunakan pakaian olahraga karena Meira ingin jogging pagi. Setelah selesai bersiap Meira turun kebawah untuk berpamitan ke pada Deni dan Mela, tak lupa ia juga membawa sebotol air putih yang mempunyai tali agar bisa di kalungkan ke lehernya. Meira pun keluar dari villa dan mulai jogging di sekitar villa. Kalok kalian tanya kemana abang abangnya Meira jawabanya adalah mereka masik tidur karena semalang begadang.
__ADS_1
Meira jogging sambil menikmati pemandangan sekitar, bahkan Meira merasa kalok ia tak akan pernah puas melihat pemandangan ini, bahkan sudah candu bagi Meira.
Saat jogging Meira beberapa kali melewati penduduk setempat, Meira juga beberapa kali menyapa orang orang itu dan di balas ramah oleh mereka. Dari kejauhan Meira melihat ada penjual makanan khas daerah yogya, karena Meira penasaran Meirapun berjalan mendekat.
"Pagi bu" sapa Meira terlebih dulu.
"Iya mbak,monggo silahkan" ujar si penjual wanita itu balik dengan sedikit medhoknya.
"Ibu jual apa ini?" tanya Meira karena ini baru pertama kali ia melihat jenis makanan ini.
"Ini mbak, ibuk jual klepon, onde onde, cenil, jenang dodol, enting enting, wingko babat, tiwul, gethuk, tape, sosis sama lainnya juga, lengkap pokok e mbak" jawab ibu menyebutkan semua jenis makanan yang ia jual, tak lupa dengan logatnya yang medhok.
"Emmm aku mau kleponya dua, cenilnya dua, sosisnya tiga ya bu" ujar Meira.
"Ini bu, makasih"
"Ya mbak sami sami"
Meira pun melenggang menjauh, Meira memutuskan untuk istirahat di bangku pinggir jalan. Meira duduk lalu meluruskan kakinya dan tanganya membuka botol air yang Meira bawa. Meira meminumnya sambil menolah ke kanan ,kekiri , keatas, kebawah, kedepan , kebelakang. Setelah hilang rasa hausnya, Meira mengambil bungkusan plastik yang tadi di letakkan di sampingnya. Yang pertama Meira mengeluarkan makanan klepon, ia membuka wadah mika itu, lalu menyuapkan satu klepon ke mulutnya.
"Wahh maniss banget, ternyata ada isi gulanya" ujar Meira lalu beralih membuka makanan cenil.
"Ini kenyal dan warna warni emm"
__ADS_1
Setelah selesai memakan bungkusan tadi, Meira memutuskan untuk pulang karna matahari juga sudah mulai tinggi dan Meira dapat pastikan kalok di villa ada orangyang sudah menunggunya lama. Meira berjalan pulang dengan santai tidak lari.
Sampailah Meira di depan gerbang Villa yang sedikit terbuka,dan Meira melihat ke arah pintu villa,disana sudah ada beberapa orang berdiri sambil tanganya di pingnggang dan di dada. Ya siapa lagi lakok bukan abangnya Meira.
Meira masuk kedalam dan berjalam mendekati mereka, Meira ingin menyapa mereka tapi belum satu kata keluar dari bibir Meira, sudah di dahului oleh abangnya Rey.
"Kenapa gak ngomong kalok mau jogging, kalok kamu ngomongkan abang bisa nemenin kamu, kamu juga bisakan bilang sama Key, Gibral atau yang lain, gimana kalok dite--" ucap Rey panjang tapi tiba tiba terputus oleh Meira.
"Iya bang, maaf. Ya habisnya kalian masih pada tidur, yaudah aku bilangnya sama mama papa. Lagian juga aku gak kenapa kenapa lho, liat ini aku baik baik aja kan" balas Meira lalu memutar tubuhnya, memperlihatkan kalok dirinya baik baik saja tanpa ada goresan sedikitpun.
"Hmm lain kali jangan di ulang, sekarang kamu masuk ganti baju, trus sarapan" giliran Gibral yang buka suara, Meira hanya mengangguk saja dan masuk kedalam villa bersama abangnya.
Tbc.
jangan lupa
like
vote
komen
share
__ADS_1
see youuu