
...***HAPPY READING...
...BANYAK TYPO...
...HARAP DI MAKLUMI***...
Byurr
"Upss sorry" ujar sang pelaku dengan nada mengejek, tak lupa kedua dayang dayangnya yang sedang terseyum kasihan. Sedangkan sang korban masih diam meratapi apa yang terjadi pada dirinya. Kejadian itu mengundang perhatian seluruh orang yang ada di kantin.
"Sorry banget ya tadi gue kesandung, jadi tumpah deh minum gue" ujar pelaku sok merasa bersalah.
Sedangkan di meja Meira dkk, mereka nenyaksikan itu semua dalan diam karena melihat aksi itu.
"Gila baru aja masuk sekolah dah buat ulah" ucap Galang.
"Hooh, parah banget" setuju Dion.
"Keknya mereka belum tau rasanya di gibeng sama di senggel" ujar Sifa.
"Udahlah jangan di bahas lagi" ujar Kelfin yang angkat bicara.
"Kamu jangan deket deket sama mereka ya Mei" ucap Dafa pada Meira.
"Bener yang di bilang sama Dafa, abang gak mau kamu kenapa kenapa" sambung Arga yang menambahi ucapan Dafa.
"Iya bang, Meira usahain ya" jawab Meira, dengan hati yang sedikit ragu. Meira merasa ada yang mengganjal di hatinya.
Bel masuk jam pelajaran pun berbunyi, Meira, Sifa dan Okta sedang berjalan menuju ke kelas.
"Eh Sif, you tau nama tiga cewek yang bully murid di kantin tadi gak. Secarakan you itu termasuk dalam grup lambe turah" ujar Okta. Sifa mendengar itu hanya mendelik kesal karena ucapan di akhir kalimat itu,sedangkan Meira hanya terkekeh.
"Lambe turah, lambe turah lah hahaha" ucap Meira.
"Iss, jadi yang numpahin minuman itu namanya Angella Alisa, dia itu ketuanya. Trus yang di belakang samping kanan itu namanya Amanda Valecia, dan yang sebelah kiri Dita Farisa" jawab Sifa walau tadi sedikit kesal.
"Ohh, tapi gak nyangka ya. Masak hari pertama masuk dah berulah, gimana kalok besok, besoknya, besoknya lagi, trus besoknya lagi . Mau jadi apa ni sekolah, kasian juga yang jadi korbannya" ujar Okta.
"Setuju banget aku sama kamu Ta" setuju Sifa. Sedangkan Meira hanya diam menyimak, pikiran dan hati Meira sedang tidak bersahabat dengan dirinya karena Meira merasa ada yang mengganjal dan resah tapi ia tidak tau sebabnya.
__ADS_1
***Author cans pov***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi lima menit yang lalu. Tapi disini masik terdapat tiga siswi yang sedang menuju ke parkiran. Mereka adalah si tukang bully Angel, Manda, dan Dita.
Bruk
"Eh jalan pakek mata" bentak Angel karea ia yang kena tabrak oleh seorang Siswi.
"Maaf kak, tadi buru buru " Ujar Siswi itu sambil menunduk.
"Maaf maaf sakit tau ni pundak, ihh kena kuman deh pundak gue gak higenis lagi kan pundak gue" balas Angel sambil membersihkan pundaknya dengan jijik.
Siswi itu hanya bisa diam sambil menundukan kepala, dan menahan tangis.
"Jangan bully aku kak" ucap siswi itu, tapi tiba tiba saja siswi itu berucap secara spontan.
"Jangan bilang kalok kakak itu pembully, kalok kakak gak bisa deketin Dafa dkk" ujar Spontan siswi itu.
"Dafa dkk?" tanya Manda.
"most wanted itu?" tanya Dita memastikan.
__ADS_1
"Iya, benar most wanted itu. Kakak baru bisa bilang kalok kakak itu queen bullying kalok bisa deket sama mereka" ujar Siswi itu tanpa berpikir.
"Itu gampang, mana ada di sekolah manapun atau cowok manapun yang bisa menolak pesona gue" ujar Angel dengan pecaya diri.
"Kita lihat saja" tambah Angel.
***Tbc***.....
***jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
TAMBAH KEFAVORIT
SHARE
FOLLOW AKUN INI
__ADS_1
SEE YOU***