
Cahaya pagi pun menyapa Meira dan kelfin yang masih di bawah selimut. Meira yang mulai terusik ditambah baian perut yang terasa berat pun sedikit demi sedikit membuka matanya.
Pandangan pertama yang di lihatnya adalah wajah tampan suaminya ini. Wajah yang damai menambah kesan tampanya. Meita tak menyaknya bisa menikah dengan kakak kelasnya, yang behakan mereka tak terlalu dekat dan akrab seperti yang lain.
Meira pun yang puas memandangi wajah Kelfin pun ingin berajak dari ranjang menuju Kamar madi.
"Auuukh" rintih Meira yang ingin berdiri tapi tidak jadi.
Rintihan itu membangun Kelfin dari tidur nyenyaknya.
"Kenapa?" tanya kelfin dengan posisi sudah duduk dan mengusap matanya.
"Ini lho sakit banget" balas Meira yang membuat Kelfin bingung.
"Apanya yang sakit?" tanya Kelfin lagi
"Anu ini lho, gara gara kamu ini. Jadi sakit banget mana gak bisa gerak" balas Meira dengan agak kesal.
"Kok salah aku, aku kan melakukan apa yang harus aku lakukan itu aja" balas Kelfin.
"Tapi ini sakit banget, pokoknya salah kamu ini" kelas Meira
"Bukan salah aku by"
"Salah kamu ya salah mau"
"Enggak by, bukan aku"
"Salah kamu gak ngebiarin aku ganti posisi ih"
"Enggak gitu By, habisnya kamu enak banget tauk"
"Kamu ini kak jawab terus, mana gak mau ngaku lagi. Sakit tau kram ini, kamu peluknya semalaman mana tanganku kamu tindihin." balas Meira sambi memegang tanganya dan memijat mijat agar rasa kram nya cepet hilang.
__ADS_1
" Iya deh, habisnya kamu enak banget di peluknya guling aja kalah sama kamu" ujar Kefin mengalah.
Ya sedari tadi mereka berdebat tentang tangan Meira yang kram akibat tertindih tubuh Kelfin.
"Sini aku pijitin tangan kamu" ucap Kelfin lalu mulai memijit tangan Meira yang kram.
Setelah rasa kram yang mulai menghilang, Meira memutuskan untuk mandi. Setelah Meira selesai, giliran Kelfin yang melakukan ritual paginya itu.
Mereka turun ke bawah untuk sarapan, kali ini maid yang masih menyiapkan hidangannya. Karena permintaak Kelfin yang menyuruhnya agak tidak melakukan apa apa saat ia masih cuti ini.
Meira mengambilkan makanan dan menyajikannya ke Kelfin. Kelfin menerimanya dengan senang hati di tambah senyum lebarnya yang tak luntur.
"Kak, rencana hari ini apa?" tanya Meira yang sudah duduk dan memula makannya.
"Gak tau. Kamu ada rencana emangnya"
"Gak tuh, aku juga lagi males keluar. Mager banget"
"Yaudah, mending di kamar aja. Di jamin gak bosen deh" ujar Kelfin sambil mengedipkan matanya ke Meira. Rona merah pun timbul di wajah Meira
"Gimana?" tanya Kelfin
"Gimana apanya?" tanya balik Meira.
"Ya itu, rencana tadi" jawab Kelfin dengan senyum jailnya.
"Tau ah kak, sebel deh. Bahas lain bisa kalik ya"
"Bisa, cuman aku tetep mau bahas itu dulu baru yang lain"
"Kenapa sih emang, bukanya usulanku itu bagus. Kan kita bisa manja manjaan, peluk pelukan, cium, truss bisa buat de—"
"Bukan kita , tapi kakak yang mau itu semua. Lagian ini masih pagi juga, bahasnya dah kek gitu" kesal Meira
__ADS_1
"Emanh kenapa kalok masih pagi, toh gak ada juga yang larang larang buat bahas ini kan" Kelfin membalas ucapan Meira, ia ingin menjaili Meira. Sangan seru melihat wajah kesal Meira dengan rona wajah yang menambah ke gemasanya.
"Ada kok yang larang buat bahas ini" balas Meira kesal
"Tapi aku gak peduli tuh, gimana?"
"Kakak jangan gituuu lahh" rengek Meira karena sudah kesal dengan Kelfin.
"Kakak kenapa emang" ujar Kelfin pura pura tak mengerti
"Aku nyerah dehh, kakak menang kali ini" ujar Meira dengan mendorong piring piring kosong di depangnya.
"Berarti kamu setuju kalok kita seharian di kamar trus sekalian buat de—"
"Kakkkk" rengek Meira lagi, dan itu membuat Kelfin menyudahi kejailannya dengan tertawa keras.
"Lucu banget sihh istri ku ini, apa lagi kalok pipinya merah merah begini jadi pengen di gigit" ucap Kelfin sambil menguyel uyel pipi Meira gemas.
Tbc.....
Gimana nih gaess
Suka gak
*jangan lupa untuk
like
vote
komen
share
__ADS_1
follow juga yaaa
see u*