
...***happy reading...
...sorry typo***...
Sekarang mereka sedang berada di luar ruang operasi kecuali Rey. Muka kusut, lesu, pakaian berantakan, wajah yang tak terurus, rambut acak-acakan kalimat yang mendominasi mereka.
"Gimana keadaanya sekarang?"tanya seorang laki-laki yang tampak ngos-ngosan akibat lari. Siapa lagi kalau bukan Rey.
"Masih belum tau"ucap Dafa sambil menatap lurus ke depan.
"Kenapa bisa begini?"tanya Rey kepada adik-adiknya.
"tadi...
Flasback on
Tit....tit...tit...tttt......
Semua yang mendengar itu langsung di buat khawatir harena detak jantung Meira berhenti, langsung saja Key menekan tombol merah. Mela yang melihat itu langsung menangis histeris, Deni yang melihat otu langsung memeluk sang istri tercinta dengan erat.
Brakk...
Suara pintu terbuka agak kasar , siapa lagi kalau bukan Dokter David dan beberapa suster di belakangnya. Dokter David dengan segera memeriksa Meira.
"Sus siapkan alat defribrilator" ucap Dokter David pada suster , untuk yang tidak tau alat defribrilator, alat tersebut adalah alat untuk memacu jantung.
"Baik dok"jawab salah satu suster.
Setelah beberapa kali sang Dokter mecobo, dalam percobaan ke6 jantung Meira berdetak kembali walau sangat lemah detakanya.
"Sus pindah kan nona ke ruang operasi segera"ucap dokter David, kemudian di bawalah Meira ke ruang operasi dan Deni, Mela Key dan si kembar memgikuti di belakang dengan air mata yang sudah membasahi pipi mereka.
Flasback of
Rey yang mendengar jawaban dari salah satu adinya pun merasa dunianya di ambang kehancuran. Rey yang merasa hancur pun melampiaskan itu pada dinding.
Buhgg...
Suara pukulan tangan Rey ke dinding yang membuat tanganya berdarah. Mela yang melihat tangan anaknya berdarah langsung saja ia memeluknya dan mengucapkan taka-kata agar Rey lebih tenang.
Setengah jam lamanya mereka menunggu, dan keluarlah dokter David dari dalam ruangan.
"Gimana keadaan putri saya?tanya Deni lepada dokter David.
"nona tadi sempat lehilangan nyawanya, untung tuan dengan segera memanggil kami, dan saat saya periksa ternyata nona dulu pernah mengalami kecelakaan , kecelakaan itu mengakibatkan tulang kaki patah dan membuat daya tubuh nona sedikit lemah" ucap panjang Donter David.
__ADS_1
Semua yang mendengar itu langsung kaget dengan kata kecelakaan.
"Kalok tentang keadaan nona, sekarang nona sudah melewati masakritisnya, tapi...." ucap Dokter David ngenggantung.
"Tapi apa langsung saja katakan"ucap serentak abang-abang Meira.
"Tapi nona akan mengalami tidur yang sedikit panjang"ucap Dokter David.
"Maksud anda koma"tanya Rafa ada dokter David.
"Bisa di bilang begitu"ucap dokter David.
"apa bisa di jenguk"tanya Mela.
"Boleh tapi saat di dalam saya sarankan agar tidak terlalu berisik"ucap Dokter David dan di jawab angguan kepala oleh mereka.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan Meira, semua yang melihat Meira terbaring tak berdaya membuat hati mereka seperti di tusuk oleh ribuan jarum. Rey , key dan si kembar berjalan mendekat ke brangkar Meira. Jadi posisi mereka adalah Rey dan key nerada di samping kanan Meira lalu si kembar berada di samping kiri Meira.
Mereka tak bisa berkata apa-apa ,mereka hanya bisa melihat Meira dengan air mata yang keluar tanpa ijin mereka.
"Papa sama mama pulang aja biar kita yang jagain princes di sini"ucap Rey
"Tapi ma--"ucap Mela terpotong oleh ucapan key.
"Udah mama pulang aja nanti mama kesini lagi"ucap Key dan Mela hanya mengangguk lalu pamit untuk pulang dulu.
Sudah semalaman mereka menungu Meira hingga waktu sudah menunjuk angka 11.30 WIB.
Dengan tiba-tiba pintu terbuka
Brakk...
"Bagaimana keadaan........
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan ......
.
.
.
.
.
.
.
"Dan bagaimana keadaan......
.
.
.
.
.
.
***tbc...
jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan
like
vote
komen
share
follow juga
see youuu***
__ADS_1
.