
ooOoo
Seorang laki laki muda sedang berjalan menuju ruang paling atas yang ada di kantor. Dia berjalan dengan malas, kenapa. Karena orang yang akan ia temui adalah orang yang paling ia jauhi dan paling ia benci.
Tok tok tok
Pemuda itu pun langsung masuk sebelum orang yang di dalam membalasnya. Dia masuk dan langsung duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Dasar anak kurang ajar, punya sopan santun tidak" terian marang orang yang berada di ruang itu, Braham.
"Tidak, karena orang tua saya tidak mendidik saya apa lagi tentang sopan santun" pelas pemuda tadi dengan santai.
Braham berdiri dari kursi kebesaranya dan berjalan menuju ke arah pemuda itu."Nathan jaga bicara mu itu, dasar tidak tau terimakasih sudah ku sekolahkan kamu tinggi tinggi. Banyak uang yang aku keluarkan buat sekolahmu itu, di tambah kebutuhanmu. Dasar anak sialan" marah Braham mengeluarkan makian untuk pemuda tadi Nathan.
"Anak sialan ini adalah hasil dari berbuatan brengsekmu. Langsung ke pointnya bisa, tak usah bertele tele begitu"
"Cih, kau harus membatuku untuk menghancurkan perusahaan musuhku" Pinta Brama, eh lebih tepatnya menyuruh Nathan.
"Gak mau, saya gak mau ikut campur dengan urusan anda. Cari orang lain saja yang mau, saya tak minat" balas Nathan santai dengan wajah datar.
__ADS_1
"Kurang ngajar, kau mau ku pukul hah" marah Braham sambil melayang kan tanganya ke udara.
"Anda mau mukul saya, heh saya bukan anak kecil lagi yang akan terus mengikuti dan menuruti perintahmu. Jadi tak ada gunanya kou mengancamku lagi pak tua" balas Nathan lalu berdiri dari duduknya.
"Anda membuang waktu berharga ku, cih" tambah Nathan sambil berjalan benuju pintu keluar.
"YAAK, kau masih berhutang budi padaku. Balas budilah, masih untung aku berbaik hati mengurus mu yang sangan menyusahkan itu" teriak Braham, membuat nathan berhenti pas di depan pintu.
"Heh apa kah ada bangkrut sekarang, sampai memita, em maksudnya memaksa saya untuk membalas budi anda yang telas merawat saya"
"Cih perhitungan sekali anda ini, cepat mati saja temui ajalmu itu" tambah Nathan lalu keluar dari ruangan Braham, menghiraukan teriakan marah Braham.
Bhug
"ANJ**G, BANG**T. MATI SAJA KAU PAK TUA" teriak Nathan setekah tanganya memukul setir mobil.
"Sampai kapan pun gue gak akan bantu lo, entah dalam hal musuh atau apa. Tapi gue bakal bantu musuh lo itu untuk musnahin lo dari muka bumi ini. Nanti dengan tangan gue ini nyawa lo pergi selamanya dan hanya akan ada seyuman terakhir yang kulayangkan bukan tangisan" ujar Nathan sambil mengangkat kedua tanganya dan di tambah senyum gilanya.
" Kayak lo dulu, gue pun juga akan ngikutin apa yang pernah lo lakuin pada orang yang paling gue sayang. Dan ku pastikan lo akan nyesel saat inget itu SIALAN"
"Tunggu saja, akan gue balik perlakuan lo itu . Biar lo tau rasanya jadi orang yang paling bahagia. Tunggu saja" ucap Natha sambil menekan kaliat terakhirnya. Dan menunjukkan senyun devilnya.
__ADS_1
Apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Nathan sampai marah begini? What happened?
Tbc...
"Part sepesial untuk Nathan"
Jangan lupa
Like
Vote
Komen
Share
Follow
Follow ig jg yaaa
See you
__ADS_1