
Happy reading
.
.
.
.
.
"YAAAA" teriak Angel saat berlari dan
Jleeb
"MEIRAAA" teriak Gibral yang mendengar teriakan Angel yang membawa senjata tajam pisau lipat. Dan pisau lipat itu mengenai kaki kanan Meira karena tubuh Angel yang tak stabil makanya pisau lipat itu mengenai kaki Meira, darah deras mengalis dari kaki kanan Meira. Meira menbekap mulutnya menahat jeritan sakit pada kakinya, kesadaran sudah sangat tipis, pandangan memburam, kepala pusing, dan
brukk
Meira pun pingsan, membuat Gibral sangsung berlari mendekat. Sedangkan Rey langsung mengeluakan pistolnya dan
Dor
Dor
Dor
AAKKHH
Tiga tembakan didapat Angel dari Rey mendarat kan peluru ke tiga tempat juga yaitu kedua kaki, dan bagian perut. Dita dan Manda hanya bisa diam dan memandangi Angel, dengan diri mereka yang sudah banyak luka dari luka kecil hinggal luka yang cukup besar.
Setelah menembak Angel, Rey mendekat ke Meira yang sedang berada di kendongan Gibral "Lo bawa dulu Meira ke rumah sakit. Gue disini dulu bentar" ujar Rey, Gibral langsung mengangkuk lalu pergi bersama beberapa bodyguard.
Sepeninggalan Gibral, Rey pun memandang angel dkk dengan Dita dan Manda sudah mendekat ke Angel. Rey menatap mereka seperti elang yang sedang memburu mangsanya, sangat tajam membuat tubuh Angel dkk gemetaran.
"Ini baru yang sesungguhnya" ujar Rey dengar smirknya lalu mengabil benda tajam pedang yang di bawa anak buahnya tadi.
Rey berjalan mendekat ke arah Angel dkk yang menundukan kepalanya. Rey mengarahkan pedangnya kebagian tubuh angel dkk bergantian.
Seeerttt
Seertt
Sseertt
Akkhh
Issssskhh
Sertttt
Seerttt
Serrttt
Aauuuu hisskk
Akkknmm
Serrtt
Seerrtt
Seerrtt
Akkhhhjh
"Amm puunnn" ucap Dita dan Manda sambil menangis, sedangkan Angel diam dan mencoba untuk tetap dalam kesadaranya.
Rey tak mendengarkan ucapan mereka berdua, Rey memilih menatap Angel yang sudah mengenaskan dari pada temannya yang lain.
Entah setan apa yang merasuki Rey, hingga membuatnya mengeram marah sangat marah. Dan.....
SEERRTTT
BUKKK
Gibar berlari di koridor rumah sakit dengan menggendong Meira yang pingsan. Gibral berteriak memanggil dokter dan suster. Meira dibawa ke ugd, Gibral mengabari para keluarga.
2 jam berlalu, semua anggota keluarga Briiand sudah berada di depan ruangan Meira.
Krieeet
Suara pintu terbuka dan keluarlah dokter itu dengan tanganya yang sedang membuka maskernya.
__ADS_1
"Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Deni.
"Keadaan nona sudah membaik, kakinya mendapat tiga jahitan bagian dalan dan empat jahitan bagian luar. Kondisi stabil, mungkin nona akan sadar besok pagi karena pengaruh obat" terang Dokter itu, keluarga Briiand pun menghembuskan nafas lega. Setelah itu dokter permisi undur diri.
Meira di pindah kan ke ruang rawat, di ruangan itu sekarang hanya terisi oleh pangeran pangeran Briiand saja karena para orang tua sudah pulang akibat paksaan dari anak anak laki laki mereka.
Para pangeran Briiand kini sudah berkepala dingin, walau tadi mereka sempat kayak orang kerasukan, mencak mecak gitu. Tapi setelah mendengat penjelasa dari Rey dan Gibral, mereka sudah mulai berdamai dengan apa yang terjadi. Btw ya, para orang tua sebenarnya sudah tau karena sebeluamnya Gibral menceritakan kejadian ini dan rencana ini. Awalnya mereka menolak mentah mentah, takut terjadi sesuatu yang lebih pada Meira tapi karena Rey dan Gibral terlihat mantap dan sungguh sungguh dengan rencana ini pun akhirnya setuju.
Rey dkk, Gibral dkk berdiri mengelilingi tempat tidur Meira. Mereka memandang Meira lekat lekat. Masih belum ada pembicaraan di antara mereka, bahkan tidak ada yang ingin memulai pembicaraan.
Keesokan paginya, cahaya matahari menyapa mereka yang berada di ruang Meira. Mereka tidur dengan posisi yang tidak mengenakkan, mungkin saat bangun nanti badan mereka akan pegal pegal.
Dafa bangun dari tidurnya dan diam untuk mengumpulkan kesadaranya setelah mengumpulkan kesadaranya, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Dafa keluar kamar mandi lalu berjalan mendekat kearah Meira dan duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur itu.
"Kapan bangunnya dek? Gak rindu abang nih hm?" tanya Dafa sambil mengelus pipi tembem Meira.
Dafa mencium pipi meira, ia juga memainlan rambut Meira. Rey dkk dan Gibral dkk pun satu persatu mulai bangun dari tidurnya, mereka duduk dengan mata yang berusaha untuk terbuka.
Eghh
Suara lenguhan kecil keluar dari bibir Meira, mata yang tadinya terpejam pun mulai terbuka sedikit demi sedikit dan beberapa kali mengedipkannya menyesuaikan cahaya diruangan itu.
"Mei, hey .Mei liat abang" Ucap Dafa yang berdiri dari duduknya. Dan suara Dafa itu pun membuat yang lain langsung terbangun dan sadar, mereka langsung mengelilingi Meira.
"Haus" ujar Meira pelan, Farhan yang berada di dekta nakas pun langsung bergerak mengambil air putih lalu memberikan kepada Meira.
"Gak kok bang, dah mendingan. Cuman kaki Meira agak sakit" jawab Meira.
"Itu mungkin karena jahitannya" balas Arga.
Meira pun merubah posisinya yang tiduran menjadi duduk dengan bantuan Farha dan Rey yang berada di samping kanan dan kiri tepat ridur.
Saat Meira sudah nyaman dengan duduknya, Meira pun mengedarkan pandanganya ke arah abang abangnya dari Rey lalu berakhir ke Farhan. Meira bingung karena gak ada perbincangan lagi di antara mereka.
"Kok pada diem? Kenapa?" tanya Meira bingung.
Greepp
Tiba tiba Meira di peluk oleh Rey dkk dan Gibral dkk. Meira bingung dengan abangnya ini, badan kecil Meira di apit olel lengan lengan dan badan kokoh abang abangnya.
"Jangan sakit lagi ya?"
"Kalok ada apa apa lagi, langsung bilang jangan di sembunyiin"
"Maafin abang yang lagi lagi belum bisa jagain kamu"
"Lain kali abang bakal lebih jagain kamu"
__ADS_1
"Abang akan selalu ada buat kamu, 24 jam buat kamu selalu"
"Jangan main rahasia rahasian lagi ya"
"Abang akan berusaha agar kejadian ini gak terulang ke tiga kalinya"
"you are number one for us" ujar para pangeran bersamaan.
...TAMAT...
...END...
***Assalamualaikun***
***Halo semuanyaaaaaa***
***Holaa***
***Haii***
***Anyeoong***
***Author mau ngucapin terimakasih sebanyak banyaknya***
***Dari yang udah vote, like ,komen , share, baca dan dukungan kalian***.
***Author selalu baca komen kalian, komen kalian itu buat author jadi lebih semangat***
***Mian kalok di terakhir ini kurang pas atau gak nyambung yaa***
***Maaf kalok banyak typo atau yang lain juga***
***Semoga kalian selalu stay ya sama Author cans ini***
***Maaf baru up sekarang***
***Yang mau extra part nya tunggu yaa***
***kalian bisa baca cerita ini di \*\*\*\*\*\*\* di akun aku dan cerita lainya***.
***terdapat sequel Posesif Brother***
***kalian tinggal cari nama akun aku @nmsiu256 or @nmsiu itu***.
***Trus komen***
***Vote***
***Share***
***Follow akun ini, plus***
***Ig author:@nmsiu256***
***See youuuu***
***Tdd***
__ADS_1
***Author cans***