
~kediaman Briiand
"Untuk apa papa mengumpulkan kita disini?" ucap Rey dengan ekspresi datar dan dingin, ya Reyfin Franza Briiand anak pertama di keluarga Denian Briiand.
"Langsung saja, tak usah berteletele"sambung Keyzan Alanka Briiand panggil saja key anak kedua Denian, dengan nada tak jauh beda dari Rey.
"Jadi papa kumpulin kalian semua, karena papa mempunyai kabar gembira"ucap papa Denian.
Mereka Rey, Key,Dafa,Rafa,dan Mela Syifa Briiand (istri Denian dan mama untuk rey,key,dafa,dan rafa) bingung akan ucapan Denian.
"Apa?"tanya Rafa.
"Papa sudah menemukan dia"ucap denian dengan senyum mengembang.
"Papa beneran?"tanya Dafa memastukan. Kalian tau kan siapa Dafa dan Rafa?ya dia Dafa poetra Briiand dan Rafa Poetra Briiand anak no 3 dan 4.
Denian mengeluarkan sebuah kertas,kertas itu adalah kertas hasil tes DNA.
Nama\= Meira putri permata B.
Umur\=16
Sekolah\=Briiand school (mendapat beasiswa)
Tinggal\=panti asuhan muara kasih daerah jakarta
Pekerjaan\=pelayan cafe
Hasil DNA\= 99%, jadi hubungan dengan Denian Briian dan Meira putri permata B. Adalah ayah dan anak.
Mereka semua menatap tak percaya pada kertas yang di berikan oleh Denian.
"Ini beneran pa"tanya mela deng mata yang sudah berkaca kaca. Pentanyaan Mela mewakili anak-anaknya.
"iya,kita siap-siap untuk jemput dia"jawab papa Denian .
__ADS_1
Mereka semua merasa bahagia karena permata bagi keluarga Briiand akan kembali ke sisi meraka, karena sudah terpisah Hampir 15 tahun lamanya. Akhirnya, mereka bersiap- siap untuk menjemput permatanya itu.
Setelah bersiap-siap,mereka langsung menuju ke panti tempat permatanya tinggal.sesampainya,
Tok....tok....tok...
"Ya, ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang wanita paruh baya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Meira pov
"Ehh...anna tadi ak cari di sekolah kamu gak ada,kemana?"ucapku pada Anna.
"Sorry,tadi aku rencana mau cari kamu,tapi aku ada rapat osis"ucap anna, Anna memang ikut organisasi osis.
"ya udah, besok kita ketemu di kantin aja okey,sekalian aku kenalin temen-temenku"ucapku
"siap boss"jawab Anna.
Setelah pekerjaannya selesai Meira bergegas untuk pulang. Sesampainya di panti tempat Meira tinggal, di halaman panti terdapar sebuah mobil mewah.
'Siapa?,apa mungkin ada orang yang mau mengadopsi salah satu anak panti?'batin Meira.
Meira pun melanjutkan jalannya yang tertunda.
"Assalammualaikum bun,eh.."ucap Meira
"waalaikumsalam"serempak orang yang ada di ruang tamu,siapa lagi kalou bukan keluarga Briiand ditambah bunda (bunda pengurus panti).
"Eh...ada tamu ya, kalok gitu saya permisi ke kamar dulu"ucap Meira tapi di tahan sama bunda.
"Tunggu bunda mau ngomong sama kamu,sini duduk"ucap bunda dan menyuruh aku duduk di sebelahnya.
"Mau ngomong apa bun?"tanya Meira pada bunda.
__ADS_1
"ini lho ada yang nyariin kamu, ada sesuatu yang sangat penting untuk kamu ketahui"ucap bunda,Meira pun mengangkat alis bungung akan ucapan.
"Kamu Meira Putri Permata B. kan"tanya pria paruh baya.
"Iya,kenapa om?"tanya Meira pada pria paruh baya yang tak lain adalah Denian Briiand.
"Nak ini papah nak"ucap Denian dengan sura parau.
"Hah!papa?"beo Meira,beralih memandang bunda.
"Iya,ini keluarga kandung kamu nak"ucap bunda.
"Nak ini mama nak hiks....hiks...akhirnya mama bisa ketemu kamu"ucap Mela,sedangkan Rey, Key , Dafa, dan Rafa juga mulai berkaca-kaca matanya.
"Kalian beneran keluarga kandung aku?"tanya Meira yang masih tak percaya.
"Iya,kalau kamu gak percaya kakak punya bukti. Ini"ucap Rey seraya memberi sebuah kertas yang tak lain adalah kertas hasil tes DNA.
"Apa benar kalian mama sama papa Meiea?"tanya Meira mulai berkaca-kaca matanya.
"Iya,ini mama nak sini " ucap mela sambil merentangkan tangan.
"MAMA......ini mama Meira"ucap Meira yang sudah di pelulan Mela. Mela menjawab dengan anggukan kepala.
"Kamu gak meluk papa?"tanya Denian. Meira pun melepas pelukan Nela dan beralih ke Denian.
"kita juga mau di peluk"ucap Dafa dan Rafa, dan diangguki oleh Key dan Rey. Meira melepas pelukan Denian dan melihat kakak-kakaknya itu, Meira kembali melihat Mela dan Denian, kemudian Mela pun mengangguk. Meira langsung memeluk kakaknya satu persatu.
"Sekarang kamu ikut kita pulang ya"ucap Denian pada Meira.
"Tapi barang-barang Meira?"tanya Meira pada Denian.
"Kamu bawa aja buku sekolah mu dan barang-barang yang menurut kamu penting saja" ucap Mela. Meira pun mengangguk dan menuju kamarnya.
Setelas selesai berkemas, Meira pamit pada bunda dan mengucapkan terima kasih karna sudah merawatnya. Keluarga Briiand juga mengucapkan terimakasih dan memberi bantuan untuk panti ini.
__ADS_1
Tbc.....