
Sang dosen keluar dari ruangannya dan langsung menegur Willy.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan dengan mahasiswi ku? kau ini tidak tahu malu ya? ada CCTV tetapi masih saja percaya diri melakukan hal itu? dasar pemuda zaman sekarang tidak tahu aturan!" Sang dosen yang tidak mengetahui siapa William, terlihat sok berkuasa dan sok pahlawan.
Willy, membiarkan semuanya terjadi dan mengedipkan mata kepada sang kekasih," Dia adalah kekasihku dan aku bebas melakukan apapun, di tempat ini juga tidak ada orang selain para mahasiswa yang berada di dalam kelas, apa peduli mu?"
William mulai melancarkan aksinya yaitu memancing sang dosen agar segera membawa Dara menuju ruangannya.
"Aku adalah dosen yang melindungi semua mahasiswa dan mahasiswi, sedari tadi aku melihat kau melakukan hal yang tidak baik. Jadi, sebagai pelindung para gadis, aku melakukan semua ini agar tidak ada orang lain yang membuat onar."
"Ya ya, terserah kau saja aku menurut apa yang kau katakan!"
Sang pria sudah melakukan negosiasi yang cukup alot agar tetap berada di sana, tetapi sang dosen terlalu bermuka dua jadi William memilih untuk pergi.
"Maafkan kekasih saya," ujar sang gadis yang terpaksa mengatakan hal ini karena sudah ketangkap basah, dia bingung bagaimana caranya sang pria berkata terhadap rektor mengenai statusnya.
__ADS_1
Sedangkan, saat ini dirinya begitu intens berada di dekat sang gadis sebagai seorang kekasih.
Dara yang sudah mendapatkan kode dari sang kekasih mengikuti apa yang dikatakan olehnya, lalu membiarkan Willy pergi dari tempat itu.
Setelah sang kekasih pergi, dosen itu meminta sang gadis untuk masuk ke dalam ruangannya agar lebih aman dari jangkauan orang-orang yang akan berbuat buruk terhadapnya.
Padahal dosen ini melakukan hal yang tidak baik kepada sang gadis, William masih berada di sekitar tempat itu dan memantau keadaan yang ada.
"Sampai dosen tidak tahu aturan itu menyentuh sedikit saja kulit gadisku, aku akan membakar rumahnya!" batin sang pria yang sangat mencintai gadisnya dan tidak akan pernah membiarkan seorangpun memilikinya.
Dia terlalu mencintai Dara hingga apapun yang menghalangi akan mendapatkan masalah.
Di ruangan dosen ...
Dara duduk sendirian di dalam ruangan dosen yang cukup luas, kebetulan dosen yang mengajar dirinya memang memiliki ruangan sendiri, dan itu sangat memudahkannya untuk melakukan tindakan yang buruk.
__ADS_1
Semua orang sudah pernah melaporkan Apa yang dilakukan oleh sang dosa tetapi karena wibawa dan kehormatan sang dosen lebih besar daripada harga diri para mahasiswinya, justru para gadis yang harus mendapatkan masalah karena menjatuhkan kehormatan sang dosen sebagai seorang yang mengajar di tempat itu.
Dosen yang dapat berbuat semena-mena merupakan kaki tangan dari sang pemilik kampus, jadi dia bisa berbuat sewenang-wenang tetapi riwayatnya akan segera usai ketika bertemu dengan William, sang pria mafia kejahatan.
Dia belum mengenal William dan akan segera hancur ketika menyenggol salah satu seorang yang sangat dia cintai, yaitu Dara.
"Kata Tuan Willy, Aku harus duduk diam di sini dan mengabarinya banyak hal jika terjadi sesuatu, okelah aku akan melakukan apa yang dia katakan."
Sang gadis memberikan kabar bahwa dia di sana baik-baik saja, tapi saat pintu ruangan itu terbuka, langsung menyimpan ponselnya di dalam tas.
"Maaf sayang, eh Dara, Apakah aku mengagetkanmu?" ucap sang dosen sambil menutup pintu itu dan menguncinya.
"Tidak pak dosen."
"Hm baiklah, kita akan mulai ujiannya!"
__ADS_1
Sang dosen terlihat menatap tubuh sang gadis yang aduhai, sedangkan sang gadis terus mengirimkan pesan kepada kekasihnya perihal apa yang ada di dalam ruangan itu.
*****