
Sang pria terlihat karena sang kekasih sama sekali tidak peduli, dia mencoba menelpon berulang kali tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
Bie, cantik dengan tinggi semampai serta badan yang aduhai sama sekali tidak dilirik oleh Willy.
Hingga dia menatap ponsel sang pria, di sana ia melihat sosok yang sangat dia benci.
"Dara? bagaimana bisa anak sia l an itu mengenal seorang pria tampan dan kaya raya? aku harus segera menanyakannya kepada Willy!"
"Will, aku tahu jika kau adalah seorang pria dengan banyak wanita di sekitarmu tetapi aku rasa kau sekarang sudah berubah," ucap Bie.
"Iya, dahulu memang aku seperti itu tetapi setelah bertemu dengan seorang gadis yang sangat mencintaiku, aku berubah 180 derajat. Namun, sedikit masalah di antara kami yang membuatku tidak bisa bertemu dengannya."
Sang pria merasa tidak ada masalah jika bercerita tentang Dara, dia menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Barbie.
"Gadis yang ada di wallpaper ponselmu, dia orangnya?"
__ADS_1
Barbie tahu mengenai identitas gadis yang kini berada di dalam tahta tertinggi hati pria yang selama ini penuh dengan kebohongan serta tipu daya akibat dirinya yang memiliki banyak kekasih.
"Iya, dia adalah gadis yang kau maksud dan aku ingin sekali bersamanya hanya saja waktu belum berpihak kepada kami sehingga ada saja sesuatu yang menghalangi."
Sang pria masih saja bercerita sepanjang perjalanan hingga bar Y.Z terlihat dengan jelas.
"Dia, apakah gadis itu bernama ...." Belum sempat meneruskan ucapannya, sang gadis mendapatkan panggilan telepon.
"Dimana kau?" tanya sang penelepon.
"Aku sedang ada di jalan, ada apa?" jawab Bie merasa risih dengan sang penelepon.
"Aku merasa kasihan dengan adikmu, apa kau paham? Aku sudah beritahu kau, dia ada di apartemen yang sama denganku, tetapi kau abai. Mau mu apa?"
"Daniel, bukannya aku tidak mengakui dia adalah adikku, tetapi karena dia sama sekali tidak mau hidup miskin. Saat aku dan ibu berkecukupan, apa perlu aku membawa dia juga? Sepertinya tak perlu."
__ADS_1
"Dia bukannya seperti itu tanpa alasan, hanya saja kau sangatlah kurang ajar! Apalagi ibumu, kalian berdua sama saja, sangat jahat."
"Kau sangat berani mengatakan padaku mengenai hal itu, apakah rasa hormatmu sudah hilang bersama dengan adikku yang menyebalkan dan sok suci itu? Bahkan dia mendekati seorang pria yang sedang menjadi incaran ku juga."
"Apa yang kau katakan? aku sama sekali tidak memahami hal itu, kau datanglah kemari dan lihat betapa adikmu menderita karena patah hati!"
Sang kakak, mengambil kesempatan ini untuk memprovokasi dan mendekati sang pria yang ada di sampingnya.
"Hm, ya nanti kalau ada waktu, aku akan datang ke sana."
Panggilan itu langsung di tutup.
Dia segera menyusun rencana agar bisa mendapatkan kesempatan yang bagus bersama dengan William.
"Haha, ini sangatlah menyenangkan karena bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, Dara tidak boleh bersama dengan seorang pria tampan ini. Dia terlalu baik dan banyak uang untuk Dara yang sangat miskin dan kampungan itu. Aku harus bergerak cepat agar pria ini mau menerima dan membuatnya menjadi pengantin."
__ADS_1
Rencana licik yang selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya karena dia sangat ingin sang pria bersama dengannya dan tentunya Barbie bisa mendapatkan uang yang sangat banyak dari William.
*****