
Sang gadis berada dalam pelukan William dan mendapati sang pria telah menguasai tubuhnya.
“Sudah pagi, aku harus mandi dan pergi ke kampus,” pinta sang gadis yang ingin pergi dari pelukan kekar sang pria tampan.
“Jangan pergi dulu, aku masih ingin bersamamu,” jawab sang pria yang tidak rela jika gadis yang telah membuatnya kecanduan harus hilang dari peredaran untuk waktu yang cukup lama.
Padahal jadwal kuliah hari ini hanya 3 jam saja.
Namun, seperti biasa, rasanya sangat membosankan harus menunggu Dara pulang.
“Kau libur saja ya? aku masih ingin bersamamu.”
Sang pria meraih tubuh sang gadis yang masih tak berbenang itu lalu menjatuhkannya di atas dada bidangnya.
Sang gadis mempermainkan dada itu dan membuat sang pria gemas.
“Jangan memancingku jika tidak ingin lelahnya 3x lipat,” ucap sang pria sambil memeluk erat tubuh itu.
Da da keduanya menempel dan menimbulkan sensasi panas itu lagi.
Dara merasa sangat gugup, entah mengapa dari dekat seperti ini, sang kekasih sangatlah tampan dan se k si meskipun sudah berusia 40 tahun kurang lima bulan lagi.
“Sayang? jantungmu berdetak sangat cepat, apa kau gugup berada dalam pelukanku?” tanya William yang merasa sang gadis sangat tidak baik-baik saja.
“Oh, aku hanya merasa bahwa harus segera mandi karena hari ini akan ada ujian dosen yang sangat killer. Aku malas berurusan dengannya, dia suka menepuk pundakku serta memegang tanganku. Dia menyebalkan, jangan sampai karena aku tidak ikut ujian hari ini, dia akan mengurungku di ruangannya,” ungkap sang gadis yang terlihat memanas-manasi sang kekasih.
“Oh, jadi ada pria tua semacam itu? oke! aku akan membuat orang itu menjadi tumpukan sampah jika berani menyentuhmu lagi!” Sang pria bangkit dan sang kekasih duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Rambutnya yang gondrong, terlihat acak-acakan, memperlihatkan kesan se k si tiada tara.
Dara sendiri juga memuji ketampanan kekasihnya itu, namun dia tidak pernah mengatakannya dalam waktu yang sering.
Dia paham bahwa sang pria sangat mudah terpancing olehnya.
Jadi, untuk selanjutnya dia lebih memilih untuk tetap berada dalam situasi yang lebih aman dengan tetap berada dalam zona amannya, tetap diam dan tidak perlu mengucapkan banyak kata karena selama ini dia juga berusaha untuk bungkam saat teman-teman kampusnya melirik dan menatap sang gadis dengan tatapan na ka l yang menyebalkan.
"Sayang? aku antar kau ya?" pinta sang pria.
"Semua gadis di kampusku akan bertanya-tanya dan melotot ke arahmu karena kau sangat tampan. Aku tidak suka itu baby," ungkap sang kekasih yang merasa jika Willy adalah miliknya.
"Oh, sudah merasa memiliki ya? Baguslah! Aku bisa menjadi orang yang percaya diri karena mendapatkan cinta darimu, seorang gadis yang selalu membuatku candu dan membuat malam-malamku menjadi lebih indah."
Sang pria berada di dalam dua bongkahan yang sangat manis dan harum, dia terus men c i u m i nya tanpa henti karena tempat itu adalah salah satu s p o t paling dia sukai selama satu tahun berhubungan dengan Dara, selain area bawah yang sangat tidak bisa ia bendung rasanya.
"Oh, no! Stop!"
Suara sang gadis yang terdengar lirih, sangat menggodanya.
Sang kekasih tak membiarkan semuanya begitu saja.
Dia mengecup surga dunia itu kanan dan kiri, membuat gerakan dengan satu jari yang akan membuat pemilik tubuh itu bergetar tidak karuan.
Benar saja sang pria bahkan menambah durasi ke gi l a annya dan kembali masuk ke dalam permainan.
Gerakan sang gadis yang seirama dengan gerakannya, mampu membuat sang pria tergoda untuk kembali meledakan sang kekasih.
__ADS_1
"Sangat nyaman sayang!"
Sang gadis mengatakan apapun, tetapi tidak dalam kondisi sadar sebab sang gadis sudah terhipnotis dengan semua getaran yang ada dan melupakan ujian yang hari ini akan dilaksakan pukul 09.00 pagi.
Sang pria yang gencar memprovokasi bahkan memfoto sang gadis yang memiliki wajah se k si saat situasi mulai memanas.
Willy memang kurang kerjaan, membuat sang gadis tersadar karena kamera ponsel sang pria nampak light dan menyilaukan mata sang gadis.
"Hm, kau membuyarkan fantasi ku! Kadang kau kurang kerjaan, mengambil potret saat kita berada dalam posisi seperti ini."
Sang gadis agak kesal, tetapi sang pria langsung membungkam mulut sang gadis dan keduanya kembali dalam suasana syahdu.
Ponsel yang di bawa oleh sang pria terlihat dibuang begitu saja.
Dia tidak akan puas jika sudah bersentuhan dengan sang kekasih.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00, sudah empat jam lamanya dua sejoli membuat gerakan yang tak biasa hingga hingga sprei ranjang dan selimut serta bantal terlempar entah kemana.
Keduanya sempat tidur lagi beberapa menit dan terbangun oleh alarm ponsel sang gadis.
"Baby, aku ingin ke mandi."
"Hm."
Dara tersenyum karena sang pria tidak menyulitkannya lagi sebab masih mengantuk.
"Hehe, lumayan bisa pergi sejenak. Astaga! punggungku rasanya remuk sekali.
__ADS_1
*****