Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Pesan untuk William


__ADS_3

Sang gadis terlihat sangat sedih, dia curahkan segalanya pada sang pria yang ada di depannya.


"Niel, aku harus bagaimana? Aku terlanjur memberikan hatiku."


"Kita pergi dari sini, kan aku sudah bilang. Aku akan berkemas terlebih dahulu agar kau bisa segera lepas dari segala hal yang sangat membuat kesal. Dara, kau pantas mendapatkan kebahagiaan, bukan hanya kesengsaraan yang terlihat sangat nyata sejak kau berada di keluarga itu."


"Kau lebih memahami aku tetapi aku tidak bisa menerimamu apa adanya, apa ini seperti karma untukku? aku bahkan terjerat seorang pria kaya yang banyak tingkah, dia tidak setiap sama sekali."


"KIta akan seger pergi. Baju dan barang-barang kita biar temanku yang mengurus, aku akan menelpon kakakku yang ada di luar negeri untuk menyiapkan tempat tinggal untukmu menyendiri."


Tidak perlu seperti itu, aku hanya merasa menjadi gadis yang tidak tahu diri. Jangan meminta apapun dariku karena cinta yang kau dambakan, tidak pernah akan aku berikan kepadamu."


Sang gadis sudah mencegat langkah sang pria agar tidak terlalu berharap dengannya, oleh sebab dirinya yang sama sekali tidak terlihat mau menerima sosok sang pria yang selama ini bersamanya meski tidak pernah ia anggap.


Sangat sulit melepaskan bayang-bayang seorang pria yang selama ini mampu membuatmu bahagia dengan sentuhan serta banyaknya perhatian.


Semua pria tidak akan memberikan hal ini, tetapi William, dia bisa melakukannya tanpa merasa menjadi orang yang sombong dan angkuh, rasanya sang gadis ingin tewas saja, rasanya sesak saat mendapati hati harus terluka untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Sang pria memilih untuk segera pergi ke bandara, dia memiliki seorang kenalan di sana dan masalah tiket, sudah beres semua tanpa biaya tambahan. Dia tidak akan menerima segala bentuk yang diberikan oleh calo yang mematok harga tinggi, dia hanya ingin hidup biasa saja meskipun orang yang berada.


Sesampainya di bandara ...


Sang gadis seperti berat melepaskan segala kenangan, namun Niel mencoba memberikan sesuatu yang membuat sang gadis tenang.


"JIka dia mencintaimu, pasti akan mencarimu. Sementara waktu, biarkan aku yang menjadi perisai untukmu. Kau adalah gadis yang sangat aku sayangi, tidak mudah untukmu melepaskan dirimu, rasanya sangat tidak mungkin memberikan cinta tanpa sebuah balasan. Oleh karena itu, kau harus menjadi orang yang lebih ikhlas."


Sang gadis tak mengatakan sepatah kalimat pun, dia lebih memilih untuk diam dan berjalan menuju gerbang dimana dia akan menuju masa depan yang lebih baru.


"Aku ingin menunggu dia."


"Tunggu saja."


Sang gadis berdiri di sana, masih menunggu kedatangan William.


Hingga satu jam berlalu, kurang sepuluh menit pesawat yang ia tumpangi akan lepas landas.

__ADS_1


"Dia tidak akan datang, jangan terlalu berharap. Kau hanya akan sakit hati."


Sang gadis menangis dan berjalan terlebih dahulu.


Sementara itu ...


"Si al an! apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku ada di sini?"


Sang pria berusaha bangkit dan mendapati sebuah kertas yang ada di sana. Dia segera membacanya.


Alangkah terkejutnya dia saat sang penulis surat mengungkapkan bahwa William sudah tidur bersama Barbie, si penulis pesan.


"Apakah benar aku melakukannya?"


Sang pria mabuk berat dan berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.


*****

__ADS_1


__ADS_2