Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Masa lalu yang telah berlalu


__ADS_3

Sang gadis beranjak dari ranjang dan berjalan tertatih karena rasanya bagian bawah sungguh keram, sang kekasih menggempurnya tanpa henti.


Dia mencoba berjalan dengan hati-hati dan kini sudah bisa meraih gagang pintu untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Huft, Tuan itu sudah gi la seperti biasanya. Aku tidak pernah menyangka, di usia 40 tahun kurang, dia menjadi orang yang super tangguh. Bahkan melebihi orang-orang yang masih muda dengan pesona yang lebih bersinar. Hm entah mengapa aku juga lebih nyaman dengannya. Mantan kekasihku yang sangat aku andalkan, juga lebih memilih bersama dengan pria lain. Hidup ini memang aneh, dia pria tampan tetapi sangat suka dengan sesamanya. Aku bersyukur tidak jadi menikah dengannya saat ibu memaksaku segera menjadi istri dari pengusaha muda itu.


Dia kini berada di dalam bak mandi dan meratapi kehidupannya. Sang gadis kabur dari rumah, bukan serta merta dia ingin hidup berkecukupan, tetapi lebih kepada tekanan dari sang ibu yang miskin tetapi sangat belagu, terakhir sebelum dia memutuskan untuk kabur, sang kakak yang bernama Barbie, begitu percaya diri mengatakan akan mendapatkan seorang pria dengan warisan yang sangat banyak. Dia tidak tahu pria macam apa yang diceritakan pada Barbie.


Sang gadis malas hidup miskin dan pergi dari rumah, anehnya, sang ibu sama sekali tidak memperdulikan jika sang gadis ada atau tiada.


Dara mantap memisahkan diri dengan sang ibu rasa penjahat itu.


"Aku tidak memiliki tujuan hidup selain kemewahan, ibuku dan kakak, sama sekali tidak menginginkan aku. Sedangkan ayah? Dia harus ma ti karena penyakit serangan jantung yang mendadak. Semuanya membuatku sangat down. Namun, yang kuasa masih berbaik hati mengirimkan seorang pria yang usianya jauh dariku, tetapi sangat menyayangi dan menjagaku. Ya meski aku paham jika dia tidak setulus itu mencintaiku. Aku juga sudah berusaha tidak baper, sebab pria kaya raya sepertinya tidak mungkin hanya memiliki dirinya dalam satu ranjang."


Sang gadis menenggelamkan wajahnya ke dalam bak mandi dan meresapi apa yang terjadi di dalam kehidupannya.


...***...


Sedangkan sang pria merasa aneh dengan adanya guling di sampingnya. Harusnya bukan guling, melainkan tubuh se k si Dara yang ada di daam pelukannya.


"Hoam! Rasanya masih sangat mengantuk. Oh, apa dia pergi mandi ya?" ujar sang pria merasa sang gadis sedang melakukan sesi pembersihan diri.

__ADS_1


Dia ingin menyusul Dara, tetapi apalah daya, panggilan telepon dari asisten pribadinya meminta sang pria segera hadir dalam rapat mingguan.


"Apa tidak bisa besok saja?' ucap sang pria mencoba bernegosiasi karena rasanya sangat malas untuk datang rapat.


"Tidak bisa Tuan, jika kau tidak bisa datang, lebih baik merubah jam rapatnya saja. Aku akan menjadwalkannya ulang."


"Kau memang orang yang sangat memahamiku. Hm, mau kau atur jam berapa?'


"Aku ingin jam tujuh malam saja, aku tidak mau jika rapat akan molor lagi karena tuan bersama nona Dara."


Sang asisten pribadi memahami isi otak sang tuan.


Pria itu tersenyum mendapati sang asisten justru lebih tahu apa yang dia ingin lakukan.


Sang tuan merasa bangga dan cukup terkesan dengan apa yang di katakan oleh sang asisten.


"Huft! Aku sudah bekerja selama dua puluh tahun bersama tuan, dari anakku bayi sampai sekarang berusia dua puluh tahun. Jadi, aku pasti tahu kebiasaan tuan. Hanya saja tuan harus memahami bahwa sebenarnya tuan hanya ingin gadis itu kan? Ingin menikahinya?'" Sang asisten justru membuka kenangan lama.


Ada seorang gadis yang mirip dengan Dara pernah berhubungan dengannya tetapi tiba-tiba menghilang entah kemana.


Lima tahun kemudian, sang pria terlihat frustasi karena harus kehilangan gadis itu untuk waktu yang sangat lama, alhasil sang pria begitu terkejut kala bertemu dengan Dara yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan gadis idamannya, membuat sang pria merasa hidupnya menjadi lebih berarti.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Tetapi saat aku bersama Dara, gadis itu menjadi sangat jelek bagiku, haha. Wajah mereka memang mirip namun sikap Dara yang manis dan penurut, berbeda jauh dengan sang gadis yang sangat ia rindukan namun perlahan tergantikan akan sosok Dara.


Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba saja sang kekasih keluar dari kamar mandi menggenakan handuk kimono.


Sang pria tersenyum dan menyapa, tetapi posisi ponsel masih ada di telinga sebelah kanannya," Selamat pagi baby!"


Senyumnya sangat merekah karena merasa beruntung mendapatkan seorang gadis bernama Dara.


"Wew! ada apa ini ya? Kenapa tiba-tiba tersenyum manis?" Sang gadis berjalan menuju meja rias dan segera mengambil pengering rambut.


Di duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya, sedangkan sang kekasih masih berbicara dengan sang asisten pribadi.


"Aku akan menghubungimu lagi nanti," ucap sang kekasih.


"Siap bos!"


Sang pria berjalan mendekati sang gadis dan menawarkan bantuan," Aku akan membantumu mengeringkan rambutmu."


Senyum manis itu sangat merekah, membuat sang gadis merasa aneh.


"Pasti ada maunya," batin sang gadis dengan senyum yang tidak ikhlas karena mengetahui akal bulus sang kekasih.

__ADS_1


*****


__ADS_2