Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Puas?


__ADS_3

Sang gadis hanya menjalankan tugasnya sebagai wanita simpanan sang pria.


Dia tidak akan pernah bisa memberikan cinta yang sebenarnya karena kegagalan pernikahan kedua orang tuanya.


Satu jam berlalu dan panggilan telepon dari seorang anak buah membuat sang pria kesal.


"Sh i iiiittt! Bagaimana bisa ada panggilan di saat puncak akan teraih? Apa dia tidak punya o tak?"


Sang pria kesal dan tidak menggubris panggilan itu, bahkan membanting ponselnya sendiri hingga benda itu tak bersuara lagi.


"Sayang, kau tidak boleh seperti itu," cetus sang gadis yang berada di dalam kuasa sang pria.


"Aku sedang ingin melakukan segalanya sesuai dengan keinginanku dan kau hanya boleh diam."


Sang pria benar-benar merasa sangat patah hati oleh sebab sang kekasih yang tidak mau menerima pinangannya.


"Aku tidak suka kau menjadi seperti ini, bukannya sudah aku katakan, aku tidak mau menikah?"


"JIka tidak mau, aku harap kau bisa menjaga dirimu!"


Sang pria beranjak dari posisinya dan segera menggenakan bajunya. Dia membuka penutup mobil dan membiarkan sang gadis hanya berselimut tebal.


Dia meraih korek dan rokok yang ada di tempat rahasia miliknya.

__ADS_1


"Aku tidak suka kau merokok, apa ini benar William?'


"Aku tidak peduli. Tempat ini sangat sepi, aku suka."


Sang pria terbiasa berhenti di tempat ini, sebuah jalanan yang jarang di lalui oleh mobil dan manusia, kendaraan berat yang kadang lewat disana hanya saja kali ini sang pria beruntung sekali, mendapatkan kesempatan menguasai jalanan tanpa ada yang bisa menganggunya.


"Sayang? Aku mau pulang."


Sang gadis terlihat mengenakan bajunya tetapi dia larang oleh sang pria.


"Seperti itu saja, setidaknya aku bisa meiihatmu nenjadi model lukisanku lagi."


"Kau sudah lama tidak menjadi seniman dan tiba-tiba ingin melukis?"


"Iya, saat kau tiba-tiba pergi, setidaknya hal yang bisa aku simpan!"


Rambutnya yang gondrong, membuat vibes-nya sebagai seniman semakin jelas terlihat.


"Buka selimut dan aku akan melukis mu, aku tahu kau memiliki ukuran d a da yang besar."


"Nakal sekali."


"Turuti apa yang aku mau dan kau akan selamat dari terkaman ku."

__ADS_1


Sang gadis melakukan apa yang dikatakan oleh sang pria dan sang seniman menunjukkan talentanya.


Dalam waktu sepuluh menit, sketsa lukisan telah jadi. Sang gadis mendekati sang pria.


"Biasanya kau hanya butuh waktu sepuluh menit saja, mengapa lama sekali?'


"Aku tidak suka kau terlalu membuka da d amu, semua itu adalah milikku, bahkan angin tidak boleh berhembus di area itu."


"Astaga pria ini sangat membingungkan. Berapa lama lagi kita berada di tempat ini?"


"Dua jam lagi. Foto ini aku simpan dan kita lanjutkan dengan penuh cinta apa yang tertunda."


Sang pria menyimpan sketsa itu dan mendekati sang gadis, dia tidak marah lagi.


Sentuhannya terasa lembut dan tidak terlalu bertenaga.


Dia dan sang gadis sangat menghayati setiap jengkal kasih sayang yang ada, tidak ada yang bisa membuat semuanya hancur kecuali diri mereka sendiri.


"I love you!"


"Love you too!"


Keduanya masuk dalam permainan yang nyata, cinta yang sempat hilang, kini menjadi satu dalam irama cinta yang sangat indah tanpa ada pengganggu.

__ADS_1


"Setidaknya seperti ini juga bagus, dia masih jadi gadis yang penurut," batin sang pria.


*****


__ADS_2