Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Setelah itu


__ADS_3

Mantan sang gadis ternyata belum benar-benar melepaskannya, pria itu masih merongrong sang gadis dan tidak terima jika Dara menemukan pria yang mencintainya meskipun gadis itu masih ragu.


Pria yang memiliki dua sisi itu masih saja mengikuti mobil Dara, dia dengan percaya diri turun dari mobil dan menghampiri mobil milik Tuan William.


Dia mengetuk jendela mobil itu ketika, Tuan William dan Dara sedang berada dalam surga dunia.


Ketukannya, tidak digubris, membuat sang pria nekat, dia memecahkan kaca jendela dan memberikan peringatan.


"Hey, apakah pendengaran kalian berdua sudah berkurang? cih, bagaimana bisa melakukan tindakan yang tidak bermoral di pinggir jalan selama 2 kali dalam satu waktu. Ini sangat memuakkan bagiku!"


"Lalu, apa urusanmu dengan kami?" William mas berada dalam permainan yang nyata dan tidak memperdulikan sang pria.


Posisinya yang berada dalam surga dunia, pernah terhalang oleh kehadiran pengganggu.


Sang pria yang merupakan mantan kekasih Dara, merasa kesal oleh sebab apa yang dia katakan tidak ada yang menggubrisnya, bahkan dua sejoli itu masih asik dalam satu cinta utuh dengan posisi membagi cinta yang sangat menggoda, suara indah itu terdengar samar-samar, membuat sang mantan harus bertindak.


"Si a lan kalian berdua, Dara! mengapa kau begitu murahan sekarang!"


Sang pria nekat memisahkan adegan dewasa itu, Tuan William menarik jubah yang ada di mobilnya dan segera memakainya, sedangkan sang gadis ia tutupi dengan selimut.


Pria pengganggu segera ia seret dari mobilnya.


"Apa urusanmu!"

__ADS_1


Sang pria menodongkan senjata ke arah Tuan William.


Dor!


Satu tembakan melayang dan mengenai lengan Tuan Wiliam.


Terjadilah baku hantam antara sang pria dan Tuan William.


"Hah, ternyata kau orang yang membeli Dara? cukup tampan dan tidak terlalu buruk. Kau memang kaya raya, tetapi Dara tak akan membuka hatinya untuk siapapun! aku sudah menghancurkan hatinya dan hanya aku yang bisa mengobatinya."


Bug!


Bug!


Bug!


"Matilah kau!"


Tetapi apa yang dilakukan oleh sang pria dihentikan dengan satu tembakan dari Dara yang sangat jitu meringsek ke dalam punggung sang mantan kekasih.


Dari arah belakang, Dara gemetar membawa senjata api milik Willy yang ada di dalam mobilnya.


Dia tidak bisa tinggal diam melihat seorang pria yang telah menyakiti hatinya dengan bangganya merusak kehidupan baru yang sudah ia jalani.

__ADS_1


Sang pria menoleh dengan menahan rasa sakit di bagian punggungnya.


"Si alan kau Dara! Ternyata apa yang aku pikirkan mengenai dirimu memang benar adanya, kau adalah seorang gadis yang sangat murahan!"


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga timah panas, bersarang di dada sang mantan kekasih yang seorang pria menyebalkan itu.


Sang mantan kekasih roboh, dia segera menolong Tuan Willy.


"Dara, kau memegang senjata? Kau bilang takut dengan pistol dan pisau? Kenapa kau bisa menembak dengan baik?'


"Aku tidak seharusnya meragukan cintamu tuan, hanya saja aku memang belum siap. Aku memang takut dengan semua itu, tetapi saat mantanku terlihat arogan dan melakukan hal yang akan mengambil nyawamu, aku tidak bisa tinggal diam. Ikut aku tuan, kita ke rumah sakit!"


Dara lalu memapah tubuh kekar sang pria dan membawanya masuk ke dalam mobil sedangkan sang mantan, dia biarkan berada di jalanan.


"Aku berdoa agar kau tewas!"


Sang gadis masih sempat meng i n j a k kepala si pria kurang ajar oleh sebab dia merasa sakit hati atas ulah sang pria di masa lalu yang telah memberikan luka yang mendalam terhadapnya sehingga dia harus terjerumus dalam lembah dosa terdalam.

__ADS_1


*****


__ADS_2