
Sang pria berhasil menghadang kepergian kekasihnya tetapi apa yang dia inginkan tidak mendapatkan hasil yang bagus, sang gadis sama sekali tidak mau ikut dengannya bahkan dia memilih untuk naik taksi saja.
"Aku bisa menjelaskan apa yang terjadi, apa yang kau lihat, sama sekali sebuah kesalahpahaman saja!" ucap sang gadis yang berjalan menuju taksi yang dia pesan, sedang kan sang kekasih masih berada di dalam mobil dengan mengendarai secara perlahan.
"Ternyata apa yang aku lakukan memang seharusnya diam dan tidak pernah berinisiatif."
"Sayang, tolong dengarkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu, dia hanya memprovokasi. Benar jika dia adalah mantan kekasihku, tetapi tindakannya sama sekali tidak sesuai dengan keinginanku, aku tidak bisa hidup tanpamu dan jangan pernah pergi, Dara!"
"Masa bodoh dengan ucapan mu!"
Sang gadis telah sampai dimana taksi pesanannya berhenti.
Dia naik itu dan segera meninggalkan sang gadis.
"Sia lll!"
__ADS_1
Dia mengumpat, dia mengejar sang gadis, tetapi namanya gadis kalau sedang marah pasti tidak akan merespon sama sekali, dia menelpon sang gadis dan tidak ada tanggapan sama sekali.
Hingga telepon dari kolega memintanya mempercepat keberangkatan oleh karena dirinya yang sangat di butuhkan kehadirannya.
Bisnis adalah hal terpenting kedua setelah sang gadis, dia terlihat mengirim pesan kepada sang gadis sebelum dia benar-benar pergi.
"Baby, aku tahu jika kau salah paham tapi jangan membuatku kesal dengan caramu yang tidak dewasa ini, aku memang banyak gadis tetapi kehadiran gadis itu aku sama sekali tidak tahu dan dia memang seperti itu, suka membuat masalah. Aku pamit pergi, ada orang yang ingin aku segera bekerja, hubungi aku jika kau sudah tidak marah lagi."
Pesan itu di kirim dan dia menyimpan ponsel di dalam saku celananya, setelah itu membiarkan segalanya berlalu begitu saja.
...
Sesampainya di depan apartemen, dia segera membayar uang kepada sopir taksi.
Dia segera masuk ke area apartemen setelahnya, namun tiba-tiba saja ada seorang pria dengan tubuh kekar dan besar menghalaunya, dia adalah teman kuliahnya, Daniel.
__ADS_1
Daniel menatap sang gadis dan bertanya," ada apa? Kau merasa pusing atau ada masalah?"
Niel, nama sapaan Daniel, mencoba menelisik apa yang terjadi pada Dara yang selama ini ceria dan tak pernah murung seperti saat ini.
Dara enggan bercerita dan memilih untuk berjalan lurus, tetapi Niel yang peduli. Meminta Dara berhenti.
"Aku rasa kau butuh teman curhat?"
"Tidak Niel, terima kasih. Aku hanya butuh ketenangan. Terima kasih sudah peduli kepadaku, tetapi aku rasa, kau tidak perlu membuat dirimu semakin membosankan dengan kepo tentang apa yan ada di pikiranku, sorry, aku tidak bisa memberikan hal yang kau mau karena ada pira lain di dalam hatiku."
"Aku tahu. Kau bisa menghubungi aku dan datang ke bar milikku jika mendapatkan masalah, aku akan berusaha keras menolong mu." Melihat kebahagiaan sang gadis, adalah suatu hal yang sangat diinginkan olehnya, dia tidak suka jika gadis yang dia sukai merana.
Sang gadis hanya nyengir kuda saat mendapatkan perhatian ini, dia berjalan lagi menuju unit apartemen miliknya karena sudah tidak tahan ingin melampiaskan amarahnya dengan menangis di dalam kamar mandi.
Sang pria melepaskan segalanya dengan berdoa yang terbaik untuk sang gadis.
__ADS_1
Dia akan terus seperti itu, sebelum sang gadis mendapatkan tambatan hati yang sesungguhnya.
****