
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.45 pagi, lima belas menit lagi, Dara harus sampai di kampus dan melaksanakan ujian.
Namun, apa yang terjadi saat ini adalah di luar kendalinya.
"Telat tak apalah, yang paling penting adalah aku tetap berada di ruangan kelas dan mengerjakan ujian itu."
Belum selesai berucap. Sang kekasih keluar dari kamar mandi dengan muka masam.
"Aku keluarkan di sana, aku bermain solo. Maaf jika lama," ucap sang kekasih.
Dia menggenakan handuk kimono dan langsung masuk ke dalam ruang ganti.
Di sana dia hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengganti bajunya.
"Tumben pakai baju biasa, apa tuan tidak pergi bekerja?" tanya sang gadis.
Tetapi sang pria sama sekali tidak menggubris sang gadis.
Dia lebih memilih untuk meminta sang gadis segera bersiap-siap karena dia tidak mau menghabiskan waktu terlalu lama.
Sang gadis memahami perasaan sang kekasih dan diam menjadi opsinya.
Sang kekasih melirik ke arah Dara," Kenapa pakai baju yang sangat se k si?"
William sangat posesif, dia marah dan menunjukkan sisi poseseifnya lagi.
"Aku sudah memakai baju ini selama kurang lebih tiga bulan dan kau tidak pernah protes, kenapa sekarang kau protes?' tanya sang gadis meras heran atas perubahan sang pria.
"Kalau aku mengatakan tidak, ya tidak. Jangan membantah!"
Sang pria bertindak seolah-olah seorang suami yang sangat overprotectif terhadap sang istri.
Padahal hubungan mereka hanya hubungan saling menguntungkan dan itu tidak bisa menjadi patokan keduanya mendikte satu dengan lainnya.
Dara yang memahami sang kekasih, hanya diam dan mengikuti apa yang di sarankan oleh Wiillam.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, sang gadis mengenakan celana jeans ketat, serta baju dengan balahan dada rendah, serta jaket denim.
Rambutnya di kuncir kuda serta tas kecil yang ada di pungungnya, gadis itu memakai sepatu boot yang anggun sekali berwana hitam.
Sungguh, gayanya sangat fashionable dan garang.
"Aku sudah baik belum?"
"Oke, kau sangat baik dan patuh. Sudah pukul 09.00, ayo kita berangkat. Nanti kau telat."
Sang kekasih merasa senang karena sang gadis mau menuruti apa yang dia inginkan.
Tak ayal sang gadis merasa lucu dengan sikap dan sifat sang kekasih yang sangat kekanak-kanakan saat ini.
...
Di depan apartemen ...
Sang kekasih, terlihat membuka pintu mobil untuk Dara, gadis itu masuk ke dalam mobil dan duduk di samping sang kekasih.
"Aku akan menemanimu ujian jika dosenmu yang genit itu melarangmu masuk ke dalam kelas oleh sebab dirimu yang telat."
"Jangan seperti itu."
Sang pria tancap gas menuju kampus sang gadis dengan perasaan yang senang karena untuk pertama kalinya dia bisa bersama sang kekasih pergi ke kampus, karena sebelumnya, Dara selalu melarang sang kekasih ikut dengannya.
Wajah yang tampan, mobil dengan penampilan borju, sama sekali jauh dari pandangan orang yang memandang sebelah mata dirinya,
"Nanti aku jadi pamanmu saja ya? Menyamar gitu lho!" Sang kekasih yang sangat percaya diri ingin menjadikan dirinya seorang paman sebagai bentuk tanggung jawabnya sudah mengantar sang kekasih.
"Kau antar aku sampai gerbang kampus saja, jangan sampai teman-temanku tahu jika kau adalah kekasihku. Mereka belum mengenalmu, aku takut ada yang suka lagi dengan wajah tampan itu," ujar sang gadis merasa takut tersaingi.
Dia sudah nyaman bersama William dan harus mengetahui sang pria dengan gadis lain, sangatlah menyebalkan baginya.
"Mana bisa seperti baby? aku akan tetap bersamamu masuk ke dalam kelas. Aku khawatir orang itu akan berbuat hal yang tidak baik terhadapmu."
__ADS_1
"Tidak boleh, baby, aku tahu kau sangat ingin bersamaku, hanya saja sembunyikan identitasmu masih sangat bagus karena aku tidak mau para musuhmu akan menjadikan aku kelemahanmu."
"Tidak akan ada yang seperti itu karena aku sungguh ingin bersamamu, aku sangat menerimamu apa adanya."
Pebincangan cukup intens dan terlihat sangat baik, hanya saja sang pria masih tidak suka ini dan itu, semau saran yang diberikan oleh sang gadis, kena mental oleh sang pria yang over perasaannya.
Dia bahkan bisa menjadi seorang ibu yang cerewet serta ayah yang tegas bagi sang gadis cantik bernama Dara.
...
Sesampainya di kampus ...
"Aku turun di sini saja."
"Sayang? Kampusmu masih jauh."
"Dengarkan aku, di sini tidak ada orang yang tahu jika menjadi simpanan om-om, jadi tuan pergi saja."
"Hm, kau malu memperkenalkanku sebagai pamannmu? Anggap saja aku suamimu?"
"Makin ngelantur, aku meski ikut mernjadi orang yang sangat cuek, jadi lebih baik hubungan kita, harus disembunyikan dulu."
Sang gadis mencium pipi dan bibir sang kekasih, lalu membiarkan sang kekasih berjalan senrdirian masuk ke dalam gerbang kampus.
"Semoga dia baik-baik saja."
Saat sang pria ingin putar balik, ada seorang gadis dan beberapa temannya sedang bergosip mengenai seorang dosen o m e s h yang selalu menghukum muridnya jika telat datang ke kampus, apalagi ujiam mata kuliahnya.Bisa dua jam di ruanhannya."
"Tapi dia tampan."
"Tampan karena di permak, aku tidak peduli."
Sang pria turun dari mobil dan meminta satpam kampus memakirkan mobilnya.
"Aku akan melindungi gadisku."
__ADS_1
*****