
Dara harus merelakan jika cintanya jauh dengannya, apalagi perasaannya yang terluka tidak ada obat lagi.
Daniel yang kini berada di sampingnya, terlihat sangat puas sebab bisa bersama Dara
Dia sebenarnya merasa sedih, tetapi mau bagaimana lagi, ini adalah tujuan yang tidak ia sangka sebelumnya.
"Kau tidak perlu menjadi orang lain, tetaplah menjadi diri sendiri."
Daniel mencoba memberikan kekuatan yang entah di pahami atau tidak oleh Dara yang sangat terluka kali ini.
Dara menangis sampai tertidur.
Daniel membiarkan Dara berada dalam alam bawah sadarnya sebab pada waktunya sang gadis harus terbiasa dengan kehadirannya yang sangat tidak terduga.
...
Dua jam kemudian ...
Perjalanan dengan pesawat sangat melelahkan, tetapi tidak begitu terasa saat sang gadis terlelap. Kala pesawat sudah mendarat, Dara membuka matanya.
"Apa masih berada di udara?" tanya Dara sambil menguap dan mengucek kedua matanya.
"Kita sudah mendarat dan kau tidak perlu mengingat apa yang sudah kita tinggalkan. Jadilah seorang gadis yang sangat kuat. Aku akan membantumu, awalnya aku ingin menitipkan kau pada saudaraku, tetapi setelah aku pikir-pikir, kau harus berada bersamaku. Kau jadi sekretarisku."
__ADS_1
"Tapi?"
"Tidak ada tapi-tapi karena kau adalah calon orang sukses."
Dara merasa rapuh dan perlu dukungan , dia setuju dengan tawaran itu.
Keduanya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan bersama penumpang lain menuju pintu keluar pesawat dan mengantri untuk keluar dari benda yang bisa melayang di udara itu.
Di depan bandara ...
Kini kedua orang itu telah berada di depan bandara lalu menanti mobil yang akan menjemput keduanya menuju hotel.
"Daniel, maaf kan aku karena telah membuatmu repot. Aku sangat tidak berguna," ucap Daniel merasa dirinya sangat rendahan karena telah berkumpul selama beberapa waktu dengan seorang om-om.
Dara menatap Daniel dan mendapati tatapan lucu dari Daniel.
Dia menyikut perut Dara dan segera masuk ke dalam mobil sesaat setelah mobil jemputan datang.
Dara tersenyum, ini pertama kalinya setelah sang gadis pergi dari kota kelahirannya.
Di dalam mobil, Daniel memberikan gambaran pekerjaan untuk Dara, dia tidak bisa serta merta memberikan pekerjaan dengan gratis, Dara harus terus melanjutkan studinya.
"Kau tetap bersekolah dan jangan putus."
__ADS_1
"Ya, nanti aku akan bekerja di negara ini."
"Aku yang akan membiayai mu."
"Biarkan aku bekerja di perusahaan mu."
"Jadi resepsionis? Aku tidak enak dengan ayahku, dia akan menghempaskan kita jika tahu kau adalah gadis yang aku cintai, ayah tidak suka saat aku menikah dengan gadis lain. Ada yang menjadi pilihannya sejak aku berusia lima tahun."
Dara terlihat sangat canggung, dia merasa bersalah dengan apa yang dia alami, tidak ada salahnya untuk berjuang, dia akan tetap dalam koridornya.
Apalagi cinta untuk Willy tidak akan pudar dalam waktu yang cepat.
...
Sesampainya di apartemen Niel ...
Sepanjang perjalanan, kedua orang itu terlihat sangat tidak ada beban. Ini karena Dara mau berbicara mengenai apa yang di rasakan, jadi tidak ada jarak lagi.
Kini mobil Daniel sudah ada di depan apartemen.
Daniel dan Dara turun dari mobil, kemudian keduanya naik ke lantau 12 naik lift.
Mereka terlihat sudah akrab lagi, meskipun Dara masih gelisah serta tidak memiliki keberanian untuk memberitahukan kepada seorang Willy bahwa dia akan baik-baik saja di sana bersama seorang pria yang sangat mencintainya meski dia tak akan bisa membalas perasaan itu.
__ADS_1
*****