Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Menjebak


__ADS_3

Sang pria merasa sangat rapuh hari ini karena setelah sampai di bar itu, dia tidak berbicara apapun, dia diam membisu tanpa mengeluarkan kata-kata yang seperti biasanya.


Barbie menuangkan segelas bir dengan obat ku at di dalamnya, fungsinya agar sang pria bisa mengajaknya beradu di atas peraduan.


Dia akan memfitnah sang pria dengan bukti valid.


"Minumlah lagi!"


Tidak, terima kasih."


"Memangnya ada apa? Kau malu atau sudah kenyang?"


"Aku ingin tidur."


Sang pria beranjak dari tempat duduknya lalu hampir terjatuh, sang gadis memapah sang pria dan membawanya masuk ke dalam kamar yang tersedia di bar itu.


Dia sudah membayar dua pelayan bar agar menyabotase adengan yang ada di dalam kamar itu.


Seolah-olah ada hubungan bad an di sana.


Uang tutup mulut sudah di berikan, kini giliran sang gadis melancarkan aksinya, dalam keadaan tidak sadarkan diri, sang pria di sentuh dan di perlakukan tidak seno noh oleh sang gadis, berharap tangkapan layar cctv terlihat sang gadis bersama pria itu sedang memadu kasih.


Adegan itu hanya berlangsung beberapa menit saja, dan ada bukti foto serta hal yang menjadi sarana permainan, cairan palsu serta segala hal yang bisa menguatkan bukti.


"Terima kasih atas kerja samanya, kau boleh pergi."

__ADS_1


"Baik nona, sang gadis membiarkan pria itu ada di sana dan meninggalkan sebuah surat yang bertuliskan,


Aku tidak kecewa tidur denganmu, hanya saja kau menanam benih di ra h i m ku, aku harap tidak ada anak di sana. Kau selalu memanggil gadis lain, bukan aku, tetapi aku tidak masalah.


Tipuan yang sangat lihai dari seorang gadis yang sok lugu padahal dia sudah mendapatkan banyak uang dari para pelanggan yang menyewanya.


Kini dia merasa puas, rencana awal gagal tetapi dia bisa menyelesaikan rencana tambahan dengan baik.


Saatnya dia ingin bertemu dengan Dara.


Dia akan memberikan bukti itu padanya.


Sang kakak menelpon Daniel.


"Dimana apartemen milikmu berada? Aku sudah setuju untuk bertemu dengan adikku."


"Tidak ada, aku hanya merasa harus memberikan sedikit perhatian pada adik tercintaku, apakah itu tidak boleh?"


"Aku akan kirim alamatnya, datang kemari setelah sepuluh menit karena Dara sedang mengurus kepindahan ke kampus baru."


"Oke."


Panggilan telepon berakhir dan senyum penuh kemenangan bersemayam di bibir sang kakak.


"Kita lihat kehancuran hubungan kalian berdua."

__ADS_1


Sang kakak perlahan berjalan meninggalkan bar itu lalu mengendarai mobil milik sang pria.


Dia dengan percaya diri melakukan hal itu, hingga dia merasa bahwa sang pria memang seharusnya menjadi suaminya.


"Aku yang berhak atas Willy, bukan adikku, aku tidak suka dia bersama dengan seorang gadis menyebalkan macam adikku yang sok genit dan sok teraniaya."


Dia cukup puas dengan tindakan nyatanya hingga satu jam berlalu, dia sudah berada di depan gedung apartemen dimana sang adik tinggal.


"Woah, tidak aku sangka dia tinggal di tempat ini, bagaimana bisa, dia menjadikan segalanya seperti sebuah permainan? sangat menyebalkan sekali!"


Dia berjalan lebih dekat dengan gedung bertingkat yang cukup mewah di kawasan itu. Dia merasa segalanya harus menjadi miliknya agar mendapatkan sebuah kisah cinta yang seperti impiannya.


Dia terlihat menelpon Niel," Dimana adikku?'


"Dia sedang sibuk, dia sudah pergi."


"Si al an, saat dia pergi, mengapa kau tidak mengabari aku?"


"Karena dia hanya sebentar di sini, apa kau mau menunggu?"


"Dimana dia berada?"


Saat sang kakak menelpon Niel, suara sang adik terdengar jelas.


"Kakak? Kau mencariku?"

__ADS_1


*****


__ADS_2