Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Tetap pergi meski masih ragu!


__ADS_3

Sang pria sudah berada di dalam pesawat dan on the way ke tempat dimana dia bekerja, di sana tanpa sengaja dia bertemu dengan seorang gadis yang sebelumnya pernah menjadi pengisi hatinya, namanya Barbie.


"Willy?"


"Bie? Sejak kapan kau suka naik pesawat?"


"Haha sejak aku merasa berkecukupan, haha ... Aku baru saja pulang dari luar kota dan pergi lagi. Kau ada urusan apa di kota x?"


"Ada beberapa pekerjaan, aku tidak tahu bisa melakukannya atau tidak."


"Seperti biasa kau selalu pesimis, sudah beberapa tahun terakhir ini aku tidak melihatmu di bar, kau sudah lupa denganku? Meski hanya seorang pelayan, setidaknya aku pernah ada di hatimu."


"Cih, kau sudah legowo melepaskan hubungan kita, karena kau harus bekerja di tempat lain."


"Ya, apakah kau memiliki seorang gadis?"


"Ada."


"Siapa?"


"Kau tidak perlu mengetahuinya karena gadis ini sangat tertutup dan aku rasa kau akan iri ketika bertemu dengannya karena dia sangat baik dan juga tidak pernah banyak bicara. Dia sempurna bagiku."


Sang pria mencoba memberikan keterangan seadanya agar Barbie yang memiliki kecantikan alami tetapi ular yang beracun, bisa saja memberikan efek yang buruk bagi Willy.


Sang pria memahami jika sifat sang Barbie yang sangat tidak jelas, membuatnya memutuskan hubungan tanpa mengenal siapa Barbie lebih jauh.


Dia tetap berbuat baik, karena itulah, ada keinginan dari sang gadis untuk mendapatkan cinta dari sang pria tampan.


Bukan hanya cinta, melainkan sebuah pernikahan yang nyata, dia akan merubah dirinya dan bisa dekat lagi dengan sang William yang sangat tampan dan kaya raya itu.

__ADS_1


...


Satu jam berlalu, pesawat udah landing ...


Setelah pesawat berhenti di bandara, semua orang turun dari mobil satu persatu.


Kemudian si gadis yang berada di kota x untuk bertemu om tampan langganannya, terpaksa menghentikan sementara rencana itu karena dia sangat ingin bersama sang pria yang sangat langka, William Daffaro, pria elegan dan penuh tato.


Di depan bandara ...


"Willy, aku boleh numpang mobilmu?"


Rencana jahat sudah ada di dalam otaknya, hanya saja dia masih belum memahami jika pria itu memiliki hubungan dengan Dara, sang adik.


JIka tahu, pasti dia dengan terang-terangan merebut.


"Bar Y.X."


"Kebetulan kita satu tujuan dan kau naik ke mobil karena pertemuan dengan bos besar tidak bisa di tunda lagi."


"Oke, Willy."


Sang gadis masuk ke dalam mobil, dia terlihat sangat puas dengan trik untuk menjerat sang pria dengan racunnya.


Sepanjang perjalanan menuju bar Y.X, sang pria hanya melamun, entah apa yang ada di dalam pikirannya, sang gadis begitu ingin tahu dan mengajukan beberapa pertanyaan yang sensitif.


"Kau baru saja putus cinta?"


"Tidak, memangnya ada apa?"

__ADS_1


"Kau terlihat sangat menyedihkan."


"Apakah separah itu?"


"Tidak, hanya terlihat lelah dan ada kantung mata, apa kau memiliki seorang yang sangat kau cintai lalu mencampakkan mu?"


"Tidak, aku hanya merasa lelah."


"Baiklah."


Sang gadis diam dan menghubungi sang ibu yang selama ini berada di apartemen mewah karena sudah pindah dan tidak miskin lagi.


"Ibu, kau mau oleh-oleh apa?"


"Aku ingin sebuah berlian yang indah."


"Baik, nanti aku beli, ibu sudah makan?"


"Sudah sayang, kau sudah sampai di bar Y.Z?"


"On the way ibu, ibu jaga diri baik-baik karena aku tidak bisa 100 persen bersamamu."


"Tak apa sayang."


Percakapan dua orang itu membuat Willy teringat akan Dara.


"Biasanya dia akan memberikan kabar baik setelah sampai di apartemen, dia juga pasti memberikan foto to p le s saat sedang mandi, tetapi sekarang apa? dia sudah melupakanku?" batin sang Willy merasa Dara tidak peduli lagi dengannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2